Main Article Content

Abstract

The phenomenon of feminization of poverty is not a new issue in the context of poverty. Indonesia in history and process has never been free from these problems. Feminization of poverty is the loss of opportunities and freedom of women in determining life choices, thus rendering them unable to obtain educational facilities, basic economics, employment, security protection, and political involvement. Many economic observers at first saw this problem as something always related to economic factors alone. In fact, this happens as a result of cultural poverty and structural poverty which ultimately limits women from accessing existing facilities and resources. Even though various legal foundations have been born to improve gender equality in order to overcome the feminization of poverty, the problem has not yet been solved, due to the community's values and mentality that are still gender biased. Therefore, the effort that must be taken to free the snares of feminization of poverty is to change the values in society and change the structure to be more open to women by providing non-discriminatory education and employment.

Keywords

Poverty, Feminization of Poverty, Liberation.

Article Details

Author Biography

Fawziah Zahrawati, Tarbiyah & Adab STAIN PAREPARE, contact: +6285299262646

-My Barchelor Degree graduated from Makassar Muhammadiyah University in Sociology Education Department, 2013.
-My Master Degree graduated from Yogyakarta State University in Social Science Education Departement, 2016.
-Now, I am a Lecturer of social science education in STAIN PAREPARE
How to Cite
Zahrawati, F. (2020). PEMBEBASAN JERAT FEMINISASI KEMISKINAN . AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 2(1), 170-177. https://doi.org/10.35905/almaarief.v2i1.1327

References

  1. Coleridge, P. (1997). Pembebasan dan Pembangunan; Perjuangan Penyandang Cacat di Negara-negara Berkembang. (Terjemahan Omi Intan Naomi). United Kingdom: Oxfam (Buku asli diterbitkan tahun 1993).
  2. Haughton, J., & Khandker, S. R. (2012). Pedoman tentang Kemiskinan dan Ketimpangan; Handbook on Poverty & Inequality. (Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah World Bank). Washington, DC: The International Bank for Reconstruction and Development .(Buku asli diterbitkan tahun 2009).
  3. Henslin, J. M. (2006). Sosiologi Jilid I dengan Pendekatan Membumi. (Diterjemahkan oleh Kamanto Sunarto). New Jersey: Pearson Education Inc. (Buku asli diterbitkan tahun 2006).
  4. International Labour Office. (2004). Jender dan Kemiskinan. Jakarta: Kantor Perburuhan Internasional.
  5. Irianto, S. (2003). Perempuan di antara Berbagai Pilihan Hukum. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  6. Kasim, M. (2006). Karakteristik Kemiskinan; Strategi Penanggulangannya. Jakarta: Indomedia Global.
  7. Listyaningsih, U. (2004). Dinamika Kemiskinan di Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press & PEG-USAID.
  8. Mahmud, M. A. (2015). Gender dan Kehutanan Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.
  9. Murniati, A. N. P. (2004). Getar Gender; Perempuan Indonesia dalam Perspektif Agama, Budaya, dan Keluarga. Buku Kedua. Yogyakarta: Yayasan Indonesia Tera.
  10. Mutaqien, A. (2006). Menuju Indonesia Sejahtera; Upaya Pengentasan Kemiskinan. Jakarta: Khanata-Pustaka LP3ES Indonesia.
  11. Purwanto, E. A. (2007). Mengkaji Potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk Pembuatan Kebijakan Anti Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol. 10, No. 3, 295-324.
  12. Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  13. Santi, S. (2007). Perempuan dan Kemiskinan; Pembangunan, Kebijakan, dan Feminisasi Kemiskinan. Forum Ilmiah Indonesia. Vol. 4, No. 1, 1-14.
  14. Santrock, J. W. (2003). Adolescene; Perkembangan Remaja Edisi Keenam. (Diterjemahkan oleh Shinto B. Adelar & Sherly Saragih). Burr Ridge, United State: Times Mirror Higher Education. (Buku asli diterbitkan tahun 1996).
  15. Schaefer, R. T. (2012). Sosiologi Edisi 12 Buku 1. (Diterjemahkan oleh Anton Novenanto & Diah Tantri Dwiandiani). New York: McGraw Hill. (Buku Asli diterbitkan tahun 2010).
  16. Siahaan, N. H. T. (2004). Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. Jakarta: Erlangga.
  17. Sumodiningrat, G., & Nugroho, R. (2005). Membangun Indonesia Emas; Model Pembangunan Indonesia Baru Menuju Negara-bangsa yang Unggul dalam Persaingan Global. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  18. Susanto, H. (2006). Dinamika Penanggulangan Kemiskinan; Tinjauan Historis Era Orde Baru. Jakarta: Khanata Pustaka LP3ES Indonesia.
  19. Sustainable Development Goals. http://www.un.org/sustainabledevelopment/sustainable-development-goals/. (diakses pada tanggal 26 Maret 2020).
  20. Trijono, L. (2007). Pembangunan sebagai Perdamaian. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  21. Zamroni. (2010). Pendidikan dan Kemiskinan. Dalam Tukiran, Agus Joko Piyoto, & Pande Made Kutanegara (Eds). Akses Penduduk Miskin terhadap Kebutuhan Dasar. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada. 185-221.