Main Article Content

Abstract

Secara umum bisa dikatakan bahwasanya kegiatan menafsirkan Alquran bagi Hamka tidak sekedar berusaha mencari maksud teks, akan tetapi lebih dari itu. Manafsirkan Alquran bagi Hamka berarti memfungsikan teks supaya mempunyai arti dan bermakna serta dapat dikomunikasikan dengan konteks kekinian. Dalam hal ini Hamka mencoba untuk memasuki horison masa lalu dimana ayat-ayat Alquran turun untuk kemudian mengartikulasikannya dengan horison masa kini.


            Kondisi dimana pada masa Hamka hadir merupakan kondisi yang memprihatinkan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi Umat Islam Indonesi, sehingga kehadiran Tafsir al-Azhar tak lepas dari kondisi tersebut, yakni sebagai motivasi dalam menyelamatkan umat Islam dari keterbelakangan dan juga menyelamatkan dari rongrongan golongan pembenci Islam di samping sebagai rasa terima kasih kepad al-Azhar University.


            Kitab tafsir al-Azhar dapat dikatakan sebagai kategori kitab tafsir al-Adab al-Ijtima’I di mana ciri khasnya adalah berupaya merumuskan Alquran agar bisa dipakai sebagai pedoman praktis dalam kehidupan umat Islam, sehingga tidak heran aspek kontekstualitas sering kita dapatkan dalam kitab tafsir tersebut.

Keywords

buya hamka

Article Details

How to Cite
Musyarif. (2019). Buya Hamka (Suatu Analisis Sosial Terhadap KitabTafsir Al-Azhar). AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 1(1), 36-57. https://doi.org/10.35905/almaarief.v1i1.781

References

  1. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, Jilid II Cet. III; Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1999
  2. Faiz, Fakhruddin, Hermeneutika Qurani; antara teks, konteks dan kontekstualitas Cet. I; Yogyakarta: Qalam, 2002
  3. Hamka, Kenang-Kenangan Hidup, Jilid I dan II Cet. III; Jakarta: Bulan Bintang, 1974
  4. ______, Lembaga Hidup Cet. IX; Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986, h. 198.
  5. ______, Rusydi, Pribadi dan Martabat Buya Prof. Dr. Hamka Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983
  6. ______, Tafsir al-Azhar Juz I Cet. III; Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1981.
  7. Hasan, Abdillah F, Tokoh-tokoh Masyhur Dunia Islam Surabaya: Jawara, 2004
  8. Mulkan, Abd. Munir, Masalah-masalah Theologi dan Fighi dalam Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta: Sipiess, 1994
  9. Noer, Daliar, Partai Islam di Pentas nasional; kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965 Cet. II; Bandung: Mizan, 2000.
  10. ______, Deliar, Gerakan Moder Indonesia 1900-1942 Cet. II; Jakarta: LP3ES, 1982
  11. Scherer, Savitri Prastiti, Keselarasan dan Kejanggalan Pemikiran-pemikiran Priyayi Nasional Jawa Abad XX Jakarta: Sinar Harapan, 1985
  12. Yayasan Nurul Islam, kenang-kenangan 70 tahun Buya Hamka Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1979