Isi Artikel Utama
Abstrak
Anyaman keranjang buah dan baki yang terbuat dari bahan alami seperti bambu dan rotan merupakan produk kerajinan tangan yang memiliki nilai fungsional dan estetika tinggi, terutama di Desa Massewae, Kabupaten Pinrang, Indonesia. Meskipun produk ini kaya akan kearifan lokal, banyak pengrajin yang menghadapi tantangan dalam pemasaran dan persaingan dengan produk berbahan plastik yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemasaran yang efektif, dengan memanfaatkan media sosial dan influencer sebagai alat promosi yang dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui wawancara mendalam dan observasi langsung untuk memahami perilaku masyarakat terkait penggunaan dan pengelolaan produk lokal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan dan solusi untuk meningkatkan daya saing produk anyaman, serta memperkuat keberlanjutan budaya lokal. Dengan pelatihan yang tepat, diharapkan masyarakat Desa Massewae dapat mengembangkan kemampuan pemasaran dan meningkatkan ekonomi lokal melalui produk kerajinan tangan mereka.
