Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar Berbasis Budaya Lokal
DOI:
https://doi.org/10.35905/dualy.v2i2.14719Keywords:
kurikulum merdeka, budaya lokal Mandar, modul bahasa ArabAbstract
This research discusses the development of a teaching module based on the Merdeka Belajar Curriculum with a local cultural basis for 10th-grade students at MAN 2 Polman. The problem formulations for this study are: 1) How is the prototype development of an Arabic teaching module that aligns with the Merdeka Belajar Curriculum and is based on local culture for 10th-grade students at MAN 2 Polman? 2) How is the validity and practicality of the Arabic teaching module that aligns with the Merdeka Belajar Curriculum and is based on local culture for 10th-grade students at MAN 2 Polman? 3) How effective is the Arabic teaching module that aligns with the Merdeka Belajar Curriculum and is based on local culture at MAN 2 Polman?
The type of research used is Research and Development (R&D), referring to the Sugiyono model. The developed module underwent feasibility testing by expert validators in media, content, and learning, as well as feasibility trials based on the responses of 30 10th-grade students at MAN 2 Polman.
This research developed an Arabic teaching module based on local culture for 10th-grade students at MAN 2 Polman, in line with the Merdeka Belajar Curriculum. The research results indicate that this module is valid, with validation from content experts reaching 99.13% and media experts reaching 92.30%. Its practicality was demonstrated in small and large class trials, achieving 96.42%. The module is declared effective for use in Arabic language learning at the Madrasah Aliyah level, as evidenced by a 54% increase in learning outcomes after using the module. This module is expected not only to enhance student motivation, conceptual understanding, and language skills but also to foster a love for local culture and produce a generation that is globally competent and morally upright
Keywords: Arabic Module, Merdeka Curriculum, Mandar local culture.
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Modul Ajar Berdasarkan Kurikulum Merdeka belajar Berbasis Budaya Lokal Pada kelas X MAN 2 Polman. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana prototype pengembangan modul ajar Bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan berbasis budaya lokal pada kelas X MAN 2 Polman? 2)Bagaimana kevalidan kepraktisan modul ajar Bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan berbasis budaya lokal pada kelas X MAN 2 Polman? 3) Bagaimana keefektivan modul ajar Bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan berbasis budaya lokal pada MAN 2 Polman?
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development yang mengacu pada model Sugiyono. Modul yang telah dikembangkan dilakukan pengujian kelayakan oleh validator ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran, serta uji coba kelayakan berdasarkan respon siswa kelas X MAN 2 Polman sebanyak 30 siswa.
Penelitian ini mengembangkan modul ajar bahasa Arab berbasis budaya lokal untuk kelas X MAN 2 Polman yang sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar ini valid berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media mencapai 99,13 % dan 92,30 %, praktisi pembelajaran hasil uji coba kelas kecil dan besar mencapai 96,42%. Modul ajar ini dinyatakan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah terlihat dari peningkatan hasil belajar sebesar 54% setelah menggunakan modul ajar. modul ini tidak hanya diharapkan meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan keterampilan berbahasa siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal serta melahirkan generasi yang kompeten secara global dan berakhlak mulia




1.png)




.png)




