Main Article Content
Abstract
Bimbingan manasik haji merupakan bagian integral dari penyelenggaraan ibadah haji yang bertujuan membentuk kesiapan spiritual, intelektual, dan moral jamaah sebelum menunaikan ibadah ke tanah suci. Perkembangan teknologi telah mengubah pola bimbingan dari metode tatap muka tradisional menjadi model berbasis aplikasi dan pelatihan daring. Meskipun efektif dalam penyampaian informasi,transformasi ini sering kali mengurangi kedalaman pembinaan spiritual. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna bimbingan manasik haji dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan. Hasil menunjukan bahwa rekonstruksi berbasis maqāṣid harus menekankan nilai ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, dan ḥifẓ al-‘aql sebagai fondasi pembinaan maqāṣidiyyah,bimbingan manasik dapat menjadi media transformasi spiritual yang selaras dengan kemaslahatan umat dan kemajuan zaman.