Main Article Content
Abstract
This research aims to provide a more detailed picture regarding the causes of multicultural conflict, the positive and negative impacts of religion in the multicultural concept and the forms of synergy between religion and multicultural society in Indonesia. This research will use the literature study method. The collected data will be analyzed using a literature review to identify the main themes and da'wah writing strategies used by Islamic boarding schools in their campaigns. The research results found that multicultural conflict can occur if segmentation arises into groups in society. Religion in multicultural societies can be used in negative and positive ways. Apart from that, the synergy of religion and multicultural society can be realized by reinterpreting orthodox religious doctrines, dialogue and using religion as a mediation suggestion for cultural differences and conflict resolution in society
Keywords
Article Details
References
- Annur, C. M. (2023). Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Jumlah Bahasa Terbanyak Dunia. Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/infografik/2023/03/28/indonesia-peringkat-kedua-negara-dengan-jumlah-bahasa-terbanyak-dunia#:~:text=Berikut adalah 10 negara dengan,Indonesia%3A 720 bahasa
Ayunda, A. Z., Urbaningkrum, S. M., Nusaibah, A. W., Septiana, W., Widyani, S. S. N., & H, A. R. (2022). Tantangan Multikulturalisme di Indonesia: Menyoal Relasi Agama dan Ruang Publik. ALSYS. https://doi.org/10.58578/alsys.v2i1.138
Azzuhri, M. (2012). Konsep Multikulturalisme dan Pluralisme dalam Pendidikan Agama (Upaya Menguniversalkan Pendidikan Agama dalam Ranah Keindonesiaan). Forum Tarbiyah.
Darsono, D. (2022). Pembangunan Nasionalisme Indonesia di Tengah Kekuatan Keragaman Budaya: Kasus Menguatnya Nasionalisme Papua dalam Perspektif Multikulturalisme. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2(1), 56. https://doi.org/10.30742/juispol.v2i1.2135
Hamid, A. (2017). Agama dan Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Agama. Healthy Tadulako, 3(1).
Hastuti, R. P., & Wardana, H. (2017). Multikulturalisme dalam Pluralisme Agama ( Islam , Buddha , Kristen ) untuk Menciptakan Integrasi Sosial. Jurnal Pendidkan Sosiologi.
Hausner, S. L. (2020). The comparative anthropology of religion, or the anthropology of religion compared: a critical comment. Social Anthropology. https://doi.org/10.1111/1469-8676.12766
Indonesia.go.id. (2017). Suku Bangsa. Indonesia.Go.Id. https://indonesia.go.id/profil/suku-bangsa/kebudayaan/suku-bangsa
Kim, I., & Banton, M. (1984). Racial and Ethnic Competition. International Migration Review, 18(2). https://doi.org/10.2307/2546093
Loewenthal, K. M. (2015). Psychological perspectives on religion and religiosity. Mental Health, Religion & Culture. https://doi.org/10.1080/13674676.2015.1057114
Maulidia, H. (2019). Relasi Agama dan Masyarakat dalam Perspektif Emile Durkheim dan Karl Marx. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi). https://doi.org/10.24815/jsu.v13i2.17506
Mentari, M., & Alunaza, H. (2022). Multikulturalisme dan Politik Identitas di Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan. https://doi.org/10.35931/aq.v16i1.810
Mubit, R. (2016). Peran Agama dalam Multikulturalisme Masyarakat Indonesia. Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 11(1). https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.163-184
Ramadhan, M. (2015). Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan Multikultural dan Inklusivisme (Studi Pada Pesantren al-Hikmah Benda Sirampog Brebes). SMART. https://doi.org/10.18784/smart.v1i2.250
Rizaty, M. A. (2022). Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam pada 2022. Dataindonesia.Id. https://dataindonesia.id/varia/detail/mayoritas-penduduk-indonesia-beragama-islam-pada-2022
Rohmaniah, S. (2018). Peran Agama Dalam Masyarakat Multikultural. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan. https://doi.org/10.32332/riayah.v3i01.1178
Shonhaji. (2012). Agama Sebagai Perekat Sosial Pada Masyarakat Multikultural. Al-Adyan, 7(2), 1–19.
Tajdin, M. (2022). Understanding Islam between Theology and Anthropology: Reflections on Geertz’s Islam Observed. Religions. https://doi.org/10.3390/rel13030221
Tapingku, J. (2021). Opini: Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa. Http://Www.Iainpare.Ac.Id/Opini-Tantangan-Tantangan-Persatuan-Bangsa/.
Yusuf, M., & Dkk. (2021). Peran dan Fungsi Agama dalam Menyikapi Multikulturalisme di Indonesia dengan Konsep Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pilar Kesatuan dan Persatuan. I-Win Library.
References
Ayunda, A. Z., Urbaningkrum, S. M., Nusaibah, A. W., Septiana, W., Widyani, S. S. N., & H, A. R. (2022). Tantangan Multikulturalisme di Indonesia: Menyoal Relasi Agama dan Ruang Publik. ALSYS. https://doi.org/10.58578/alsys.v2i1.138
Azzuhri, M. (2012). Konsep Multikulturalisme dan Pluralisme dalam Pendidikan Agama (Upaya Menguniversalkan Pendidikan Agama dalam Ranah Keindonesiaan). Forum Tarbiyah.
Darsono, D. (2022). Pembangunan Nasionalisme Indonesia di Tengah Kekuatan Keragaman Budaya: Kasus Menguatnya Nasionalisme Papua dalam Perspektif Multikulturalisme. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2(1), 56. https://doi.org/10.30742/juispol.v2i1.2135
Hamid, A. (2017). Agama dan Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Agama. Healthy Tadulako, 3(1).
Hastuti, R. P., & Wardana, H. (2017). Multikulturalisme dalam Pluralisme Agama ( Islam , Buddha , Kristen ) untuk Menciptakan Integrasi Sosial. Jurnal Pendidkan Sosiologi.
Hausner, S. L. (2020). The comparative anthropology of religion, or the anthropology of religion compared: a critical comment. Social Anthropology. https://doi.org/10.1111/1469-8676.12766
Indonesia.go.id. (2017). Suku Bangsa. Indonesia.Go.Id. https://indonesia.go.id/profil/suku-bangsa/kebudayaan/suku-bangsa
Kim, I., & Banton, M. (1984). Racial and Ethnic Competition. International Migration Review, 18(2). https://doi.org/10.2307/2546093
Loewenthal, K. M. (2015). Psychological perspectives on religion and religiosity. Mental Health, Religion & Culture. https://doi.org/10.1080/13674676.2015.1057114
Maulidia, H. (2019). Relasi Agama dan Masyarakat dalam Perspektif Emile Durkheim dan Karl Marx. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi). https://doi.org/10.24815/jsu.v13i2.17506
Mentari, M., & Alunaza, H. (2022). Multikulturalisme dan Politik Identitas di Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan. https://doi.org/10.35931/aq.v16i1.810
Mubit, R. (2016). Peran Agama dalam Multikulturalisme Masyarakat Indonesia. Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 11(1). https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.163-184
Ramadhan, M. (2015). Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan Multikultural dan Inklusivisme (Studi Pada Pesantren al-Hikmah Benda Sirampog Brebes). SMART. https://doi.org/10.18784/smart.v1i2.250
Rizaty, M. A. (2022). Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam pada 2022. Dataindonesia.Id. https://dataindonesia.id/varia/detail/mayoritas-penduduk-indonesia-beragama-islam-pada-2022
Rohmaniah, S. (2018). Peran Agama Dalam Masyarakat Multikultural. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan. https://doi.org/10.32332/riayah.v3i01.1178
Shonhaji. (2012). Agama Sebagai Perekat Sosial Pada Masyarakat Multikultural. Al-Adyan, 7(2), 1–19.
Tajdin, M. (2022). Understanding Islam between Theology and Anthropology: Reflections on Geertz’s Islam Observed. Religions. https://doi.org/10.3390/rel13030221
Tapingku, J. (2021). Opini: Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa. Http://Www.Iainpare.Ac.Id/Opini-Tantangan-Tantangan-Persatuan-Bangsa/.
Yusuf, M., & Dkk. (2021). Peran dan Fungsi Agama dalam Menyikapi Multikulturalisme di Indonesia dengan Konsep Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pilar Kesatuan dan Persatuan. I-Win Library.
