Main Article Content

Abstract

This paper tries to describe the role of Kh's interpersonal communication. Ali Maschan Moesa in building the nationalism of the students of the Surabaya Al-Husna Islamic Boarding School. The following writing is the result of the study (field research) conducted directly in the field, using a qualitative descriptive analysis approach to the role of Kh's interpersonal communication Ali Maschan Moesa in building the nationalism of the students of the Surabaya Al-Husna Islamic Boarding School. The results of the study show the role of Kh's interpersonal communication. Ali Maschan Moesa in building nationalism is dialogue, cultural exchange or knowledge (exchange), and boarding with the Protestant Church Congregation in West Indonesia Surabaya (GPIB). The role of Khalil Maschan Moesal interpersonal communication in building nationalism and tolerance of the Luhur Al-Husna Islamic boarding school students can be said to be successful because they are able to form the aqidah of students properly and correctly, are able to build relationships related to de-radicalization together across religious communities and there is communication with students in the Forum for Harmony of People Religion (FKUB) in maintaining tolerance in Surabaya.

Keywords

Boarding School Interpersonal Communication Nationalism

Article Details

How to Cite
Yuwafik, H. (2021). Peran Komunikasi Interpersonal Kh Ali Maschan Moesa Membangun Jiwa Nasionalisme di Pesantren Luhur Al Husna Surabaya. KOMUNIDA : Media Komunikasi Dan Dakwah, 11(01), 54-62. https://doi.org/10.35905/komunida.v11i01.1874

References

  1. Achmad Rosidi, Asnawati. Mereka Membicarakan Wawasan Kebangsaan. Jakarta: Pulitbang Kehidupan Keagamaan, 2015.
  2. Amin,LM.LMansyur.LNUL&LJihadL PolitikL Kenegaraan.L Yogyakarta:L Al-Amien, 1996.
  3. Arraiyyah,LMuhammadLHamdar,LandLJejenLMusfah.LPendidikanLIslamLMewujudkanLUmatLDanLMemperkuatLKesadaranLBelaLNegara.LJakarta:LPrenadaLMedia,L2016.
  4. Creswell,LJohn.LW.LPenelitianLKualitatifL&LDesainLRisetLMemilihLDiLAntaraLLimaLPendekatan.LYogyakarta:LPustakaLPelajar,L2015.
  5. Dhofier,LZamakhsyari.LTradisiLPesantrenLStudiLTenatangLPandanganLHidupLKiyai.LJakarta:LLP3ES,L1982.
  6. Geertz,LClifford.L“TheLJavaneseLKijaji:LTheLChangingLRoleLofLaLCulturalLBroker.”LComparativeLStudiesLinLSocietyLandLHistoryL2,Lno.L2L(1960):L228–249.
  7. Hanafi,LHasan.LIslamLDanLHumanismeLAktualisasiLHumanismeL IslamLDiL TengahL KrisisLHumenismeLUniversal.LYogyakarta:LIAINLWalisongo,L2007.
  8. Hilmi,LMasdar.L“LoneLWolfLDanLSinergiLDeradikalisasi.”LJawaLPos.L Surabaya,L 2019,LDesemberLedition,Lsec.LOpini.
  9. Horikosi,LHiroko.LKiaiLDanLPerubahanLSosial.LJakarta:LP3M,L1987.
  10. HusinAffan,LM,LandLHafidhLMaksum.L “MEMBANGUNL KEMBALIL SIKAPL NASIONALISMEL BANGSAL INDONESIAL DALAML MENANGKALL BUDAYALASINGLDILERALGLOBALISASI”L3L(2016):L8.
  11. Kahin,LGeorge,LMcLTurnan.LNasionalismeLDanL RevolusiL Di LIndonesia.L Jakarta:L SinarLHarapan,L1995.
  12. Kartodirdjo,LSartono.LMultiLDimensiLPembangunanLBangsaLEtosLNasionalismeLDanLNegaraLKesatuan.LYogyakarta:LKanisius,L1999.
  13. Kohn,LHans.LHansLKohn,LNasionalisme:LArtiLDanLSejarahnya,LAlihLBahasaLSumantriLMertodipuro.LJakarta:LErlangga,L1984.
  14. M.LDaulay,LRichard.LAgamaLDanLPolitikLDiLIndonesia,LUmatLKristenL DiL TengahL KebangkitanLIslam.LJakarta:LBPKLGunungLMulia,L2015.
  15. Mahfud,LM.LA.LSahal.L“NULHarusLMembumi.”LMajalahL AULAL PWNUL JATIM,L 1999.
  16. Manan,LM.LAzzam,LandLThungLJuLLan.LNasionalismeLDanLKetahananLBudayaLIndonesia.LJakarta:LLIPILPress,L2011.
  17. Misrawi,LZuhairi.LHadratussyaikhLHasyimLAsy’ari:L Moderasi, LKeumatan,L DanL Kebangsaan.LJakarta:LKompas,L2010.
  18. Moesa, Ali Maschan. Nasionalisme Kiai Kontruksi Sosial Berbasis Agama. Yogyakarta: LKiS, 2007.
  19. Nafis, Muhammad Wahyu. Cak Nur Sang Guru Bangsa. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2014.
  20. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Penelirian Yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif Dan Konstruktif. Bandung: Alfabeta, 2018.
  21. Suhardono, Edy. Teori Peran (Konsep, Derivasi Dan Implikasinya). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1994.
  22. Sukmadinta, Nana Syaodih. Metode Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015.
  23. Supriadi. Kyai Dan Priyai Di Masa Transisi. Surakarta: Yayasan Pusataka Cakra, 2001.
  24. T. Pureklolon, Thomas. Nasionalisme Supremasi Perpolitikan Negara. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 2018.
  25. Taher, Tarmizi. Membumikan Ajaran Ketuhanan Agama Dalam Transformasi Bangsa. Jakarta: Hikmah, 2003.
  26. Turmidi, Endang. Perselingkuhan Kiai Dan Kekuasaan. Yogyakarta: LkiS, 2003.
  27. Yatim, Badri. Soekarno, Islam Dan Nasionalisme. Jakarta: Logos Wacana, 1999.
  28. Zuhri, Saifuddin. Mbah Wahab Hasbullah Kiai Nasionalis Pendiri NU. Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2010.
  29. Aliyah, Miftahul, “Aktulisasi Pemikiran Nasionalisme Dalam Pengembangan Indonesia Madani: Studi Fenomenologi Terhadap Perjuangan Moh. Nasir Dalam Pengembangan Nilai-nilai Kewarganegaraan”. (Disertasi-- Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 2015).
  30. Asror, Ahidul “ Kontekstualisasi Wawasan Islam Kebangsaan Kiai Abdul Muchith Muzadi” Institut Agama Islam Negeri Jember, Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam. Volume 6, Nomor , Desember 2016; p-ISSN 2088-7957; e-ISSN 2442-871X; 383-403.
  31. Hasan, Muhammad “Islam Wasat}iyyah Di Kalangan Ulama’ Pesantren: Studi Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari Dan Kh. Ahmad Dahlan” (Disertasi—Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2017).
  32. Ibda, Hamidullah ‘’ Konsep Hubbul Wathan Minal Iman dalam Pendidikan Islam Sebagai Ruh Nasionalisme” STAINU Temanggung, Internasional Journal Ihya’ ‘Ulum Al-Din, Volume 19 No. 2 2017, DOI: 10.21580/ihya.18.1.1740.
  33. Ni’mahMasroer.“Gagasan Nasionalisme Indonesia Sebagai Negara Bangsa Dan Relevansi Dengan Konstitusi Indonesia”, Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga. Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial. Vol. 11, No. 2, Juli-Desember 2017/ISSN: 1978-4457 (p), 2548-477X (o).