Date Log
The Role of Islamic Communication in Responding to the Human Rights Issues in Indonesia
Corresponding Author(s) : Hamdan Hamdan
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, Vol. 13 No. 2 (2020): THE MODERATION OF RELIGION (SINTA 4)
Abstract
This article aims to describe the role of Islamic communication in addressing human rights issues especially in Indonesia. The problems are explained in a descriptive qualitative method by exploring the Islamic conception of human rights and the role of Islamic communication in upholding it. The results showed that Islam has a teaching respect for human rights that can be explored from various sources of Islamic teachings. Thus, Muslims must be proactive people of encouraging the growth of awareness of human rights. In this context, Islamic communication gets its urgency. The da'i, both institutionally and individually, must have the ability to become expert in understanding the human rights issues. Muslims must be actively involved in today’s world, so that they should be the important part and contribute positively in order to make the Islamic campaign as rahmatan li al-'alamin
Keywords
Download Citation
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- (1) Abdun, Abdullah. 1980. Islam dan Hak- hak Asasi Manusia. Cet. 1; Bandung: Alma’arif.
(2) Alkostar, Artidjo. 2007. “Diseminasi HAM: Kerja Panjang Menuju Masyarakat Beradab dan Demokratis (Kata Pengantar)”, dalam; Mengurai Kompleksitas Hak Asasi Manusia (Kajian Multi Perspektif). Cet. 1; Yogyakarta: Pusham UII.
(3) al-Maududi, Abu A`la. 1998. Hak Asasi Manusia dalam Islam. Cet. 1; Jakarta: YAPI,.
(4) Arifin, Syamsul. 2011. “Diskursus Islam dan Hak Asasi Manusia di Indonesia Perspektif Kebebasan Beragama/Berkeyakinan”, Jurnal UMM. Volume 14 Nomor 2 Juli - Desember.
(5) Atqiya, Naimatul. 2014. “HAM dalam Perspektif Islam”, Islamuna. Volume 1 Nomor 2 Desember.
(6) Azis, Jum’ah Amin Abdul. 2018. Al-Da’wah; Qawaid wa Ushul, diterjemahkan oleh Abdus Salam Masykur, dengan Judul; Fiqih Dakwah: Studi Atas berbagai Prinsip dan Kaidah yang Harus Dijadikan Acuan dalam Dakwah Islamiah. (Cet. 8; Solo, PT. Era Adicitra Intermedia).
(7) Dewan Penerjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-qur’an (YPPPA). Al-qur’an dan Terjemahnya. Cet. 1; Jakarta: Intermasa, 1993.
(8) Kasdi, Abdurrahman. 2014. “Maqasyid Syari’ah Perspektif Pemikiran Imam Syatibi dalam Kitab Al-Muwafaqat”, Yudisia, Vol. 5, No. 1, Juni.
(9) Mas’udi, Masdar F. 2002. ”HAM dalam Islam“, dalam; Suparman Marzuki dan Sobirin Mallan, Pendidikan Kewarganegaraan dan HAM. Cet. 1; Yogyakarta: UII Press.
(10) Rosyada, Dede. dkk. 2005. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Cet. 1; Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.
(11) Rukmana, Aan. 2019. “Islam Dan Hak Asasi Manusia”. Opini, Islamic Cultural Centre Jakarta, Maret. Diakses melalui; https://icc-jakarta.com/2019/03/22/islam-dan-hak-asasi-manusia/
(12) Sudjana, Eggi. 2002. Hak dalam Perspektif Islam, Mencari Universalitas HAM bagi Tatanan Modernitas yang Hakiki. Cet. 1; Jakarta: Nuansa Madani.
(13) Suteng, Bambang. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Cet. 1; Jakarta: Erlangga.
(14) Washil, Izzuddin dan Ahmad Khoirul Fata, 2017. “HAM Islam dan DUHAM PBB”, Miqot, Vol. XLI No. 2 Juli-Desember.
References
(2) Alkostar, Artidjo. 2007. “Diseminasi HAM: Kerja Panjang Menuju Masyarakat Beradab dan Demokratis (Kata Pengantar)”, dalam; Mengurai Kompleksitas Hak Asasi Manusia (Kajian Multi Perspektif). Cet. 1; Yogyakarta: Pusham UII.
(3) al-Maududi, Abu A`la. 1998. Hak Asasi Manusia dalam Islam. Cet. 1; Jakarta: YAPI,.
(4) Arifin, Syamsul. 2011. “Diskursus Islam dan Hak Asasi Manusia di Indonesia Perspektif Kebebasan Beragama/Berkeyakinan”, Jurnal UMM. Volume 14 Nomor 2 Juli - Desember.
(5) Atqiya, Naimatul. 2014. “HAM dalam Perspektif Islam”, Islamuna. Volume 1 Nomor 2 Desember.
(6) Azis, Jum’ah Amin Abdul. 2018. Al-Da’wah; Qawaid wa Ushul, diterjemahkan oleh Abdus Salam Masykur, dengan Judul; Fiqih Dakwah: Studi Atas berbagai Prinsip dan Kaidah yang Harus Dijadikan Acuan dalam Dakwah Islamiah. (Cet. 8; Solo, PT. Era Adicitra Intermedia).
(7) Dewan Penerjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-qur’an (YPPPA). Al-qur’an dan Terjemahnya. Cet. 1; Jakarta: Intermasa, 1993.
(8) Kasdi, Abdurrahman. 2014. “Maqasyid Syari’ah Perspektif Pemikiran Imam Syatibi dalam Kitab Al-Muwafaqat”, Yudisia, Vol. 5, No. 1, Juni.
(9) Mas’udi, Masdar F. 2002. ”HAM dalam Islam“, dalam; Suparman Marzuki dan Sobirin Mallan, Pendidikan Kewarganegaraan dan HAM. Cet. 1; Yogyakarta: UII Press.
(10) Rosyada, Dede. dkk. 2005. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Cet. 1; Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.
(11) Rukmana, Aan. 2019. “Islam Dan Hak Asasi Manusia”. Opini, Islamic Cultural Centre Jakarta, Maret. Diakses melalui; https://icc-jakarta.com/2019/03/22/islam-dan-hak-asasi-manusia/
(12) Sudjana, Eggi. 2002. Hak dalam Perspektif Islam, Mencari Universalitas HAM bagi Tatanan Modernitas yang Hakiki. Cet. 1; Jakarta: Nuansa Madani.
(13) Suteng, Bambang. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Cet. 1; Jakarta: Erlangga.
(14) Washil, Izzuddin dan Ahmad Khoirul Fata, 2017. “HAM Islam dan DUHAM PBB”, Miqot, Vol. XLI No. 2 Juli-Desember.
