Date Log
indonesia Integration of Social, Religious and Cultural Relations in Lomban Kupatan Sungai Tayu Tradition
Corresponding Author(s) : Ulin Nihayah Ulin Nihayah
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, Vol. 14 No. 1 (2021): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Abstract
Culture is the unifier in society in multicultural conditions that leads breaking the Indonesian unity. Javanese culture is very attached to rituals and traditions that are passed from generation to generation. The procession of cultural customs is carried out by the community through traditional ceremonies, which can unite all elements in the society. This study uses a qualitative approach based on literature study. The analysis results conclude that in the Larung Sesaji and Lomban Kupatan Tayu River procession, there are sacred and profane concepts proposed by Emile Durkheim, as a unit of the Tayu community as actor and supported by tourists outside of the city of Tayu. Furthermore, the Lomban procession examines that the characteristics of social integration in the community with the interaction, identification, cooperation, integration and assimilation that have been manifested in the Kupatan tradition.
Download Citation
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- (1) Bagong S. (2010). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Prenada Media Group.
- (2) Bahasa, T. P. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia,ed.3.-. Jakarta: Balai Pustaka.
- (3) BPS. (2017). Kecamatan Tayu dalam Angka. Dalam BPS. Pati: Badan Pusat Statistik.
- (4) Grathoff, R. (2000). Kesesuaian antara Alfred Schutz dan Talcott Parsons:Teori Aksi Sosial. Jakarta: Kencana.
- (5) Hendropuspito. (1989). Sosiologi Sistematika. Yogyakarta: Kanisius, .
- (6) Ihromi, T. (1994). Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Obor Jaya.
- (7) Istiqomah. (2013). Lomban Sebagai Aset Seni9 Budaya Lebaran di Desa Keboromo, Tayu, Pati. Jogjayakarta: Skripsi UIN Sunan Kalijaga(Tidak dipublikasikan).
- (8) Kamanto, S. (2000). Pengantar Sosiologi (Edisi Kedua). Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
- (9) Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan dan Mentalitas Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- (10) Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
- (11) Kutoyo, S. (2004). Dalam Sosiologi (hal. 144). Jakarta: Grasindo.
- (12) Linton, R. (1984). Antropologi;Suatu penyelidikan tentang manusia. Bandung: Jemmars.
- (13) Nababan, P. (1984). Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.
- (14) Nihayah, U. (2015). Menemukan Kembali Makna Tradisi Lomban Kupatan. Kudus: Koran Muria.
- (15) Nimkoff, W. F. (1960). A Handbook of Sociology . London: Routledge and K.Pau.
- (16) Pals, D. L. (2011). Seven Theories Of Religion. Yogyakarta: IRCiSoD.
- (17) Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia; Suatu Pengantar. Bogor: GHalia Indonesia.
- (18) Retnowati, Konflik dan Integrasi Sosial Refleksi Kehidupan Beragama di Indonesia: Belajar dari Komunitas Situbondo Membangun Integrasi Pasca Konflik,Sangkep, jurnal sosial keagamaan IAIN mataram Agama, Vol. 1, No. 1,Januari-Juni 2018
- (19) Soekonto, S. (2007). Dalam Sosiologi suatu Pengantar (hal. 10). Jakarta: Raja Grafindo.
- (20) Susanto. (1997). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Jakarta: Bina Cipta.
- (21) Vranida , Komunikasi dalam Integrasi Sosial Budaya antar Etnis Tionghoa dan Pribumi di Singkawang, jurnal ilmu komunikasi, Vol 14, No 1 (2016) UPN Veteran Yograkarta
- (22) https://www.liputan6.com/news/read/3897282/kerusuhan-sampit-kegagalan-merawat-perbedaan-18-tahun-silam
- (23) https://www.kompasiana.com/anharwahyu/5518df8a813311eb719de0b3/perang-suku-di-lampung-sebuah-dendam-lama?page=all
- (24) https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190819213618-20-422863/kronologi-bentrokan-mahasiswa-papua-di-malang-versi-wali-kota
References
(1) Bagong S. (2010). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Prenada Media Group.
(2) Bahasa, T. P. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia,ed.3.-. Jakarta: Balai Pustaka.
(3) BPS. (2017). Kecamatan Tayu dalam Angka. Dalam BPS. Pati: Badan Pusat Statistik.
(4) Grathoff, R. (2000). Kesesuaian antara Alfred Schutz dan Talcott Parsons:Teori Aksi Sosial. Jakarta: Kencana.
(5) Hendropuspito. (1989). Sosiologi Sistematika. Yogyakarta: Kanisius, .
(6) Ihromi, T. (1994). Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Obor Jaya.
(7) Istiqomah. (2013). Lomban Sebagai Aset Seni9 Budaya Lebaran di Desa Keboromo, Tayu, Pati. Jogjayakarta: Skripsi UIN Sunan Kalijaga(Tidak dipublikasikan).
(8) Kamanto, S. (2000). Pengantar Sosiologi (Edisi Kedua). Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
(9) Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan dan Mentalitas Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
(10) Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
(11) Kutoyo, S. (2004). Dalam Sosiologi (hal. 144). Jakarta: Grasindo.
(12) Linton, R. (1984). Antropologi;Suatu penyelidikan tentang manusia. Bandung: Jemmars.
(13) Nababan, P. (1984). Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.
(14) Nihayah, U. (2015). Menemukan Kembali Makna Tradisi Lomban Kupatan. Kudus: Koran Muria.
(15) Nimkoff, W. F. (1960). A Handbook of Sociology . London: Routledge and K.Pau.
(16) Pals, D. L. (2011). Seven Theories Of Religion. Yogyakarta: IRCiSoD.
(17) Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia; Suatu Pengantar. Bogor: GHalia Indonesia.
(18) Retnowati, Konflik dan Integrasi Sosial Refleksi Kehidupan Beragama di Indonesia: Belajar dari Komunitas Situbondo Membangun Integrasi Pasca Konflik,Sangkep, jurnal sosial keagamaan IAIN mataram Agama, Vol. 1, No. 1,Januari-Juni 2018
(19) Soekonto, S. (2007). Dalam Sosiologi suatu Pengantar (hal. 10). Jakarta: Raja Grafindo.
(20) Susanto. (1997). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Jakarta: Bina Cipta.
(21) Vranida , Komunikasi dalam Integrasi Sosial Budaya antar Etnis Tionghoa dan Pribumi di Singkawang, jurnal ilmu komunikasi, Vol 14, No 1 (2016) UPN Veteran Yograkarta
