Main Article Content

Abstract

Converts of Village is a place to live for the families of converts in lembang subdistrict Pinrang, in addition it is also a special environment for converts to learn the values of Islamic diversity teachings. This study aims to analyze how the converted of village as a special environment can reconstruct the identity of the converted community. This artike uses qualitative methods, data collection techniques are conducted with in-depth interviews, direct observations and documentation, while data analysis techniques through data reduction, data presentation and data verifakasi or conclusion drawing. The results showed that the converted village is an environment that can reconstruct the identity of the converted community to become Muslim religious. The view of the converts towards themselves related to their identias is to consider themselves as religious Muslims who perform worship in accordance with Islamic law. Meanwhile, the view of non-Muslim people around the converted village is to accept the existence of the convert community because the converts still have family ties with non-Muslim people in the region.

Article Details

How to Cite
Tahir, A. (2021). Kampung Mualaf and Self-identity Construction of The Converted Community in Lembang Subdistrict Pinrang Regency. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 14(1), 19-41. https://doi.org/10.35905/kur.v14i1.1945

References

  1. (1) Abbas, M. R. (2016). Kontruksi Identitas Ke-Papua-an di Kota Multikultural (Refleksi Kota Yogyakarta dalam Kajian Identitas). Jurnal Politik Profetik , 4 (1), 98-116.
  2. (2) Amdan, P. Y., Suminar, J. R., & Aristi, N. (2012). Kontruksi Identitas Sosial Penyandang Obsessive Compulsive Disorder. Jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran , 1 (1), 1-17.
  3. (3) Arianto. (2019). Studi Dramaturgi dalam Presentasi diri Kelompok Jamaah An-Nadzir Kabupaten Gowa. Jurnal ASPIKOM , 4 (1), 96-112.
  4. (4) Aziz, M. A. (2016). Ilmu Dakwah. jakarta: Kencana.
  5. (5) Bahfiarti, T. (2013). Pengelolaan Kesan Etnik Bugis dalam Adaptasi Diri dengan Budaya Sunda. Jurnal Komunikasi Kareba , 2 (1), 55-64.
  6. (6) Barker, C. (2004). Cultur Studies. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
  7. (7) Bungin, B. (2006). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  8. (8) Elly, M. S. (2007). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.
  9. (9) Jubba, H., Rustan, A. S., & Juhansar. (2018). Kompromi Islam dan Adat pada Praktik Keagmaan Muslim Bugis di Sulawesi Selatan. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo , 2 (2), 137-148.
  10. (10) Karman. (2015). Kontruksi Realitas Sosial sebagai Gerakan Pemikiran (Sebuah Telaah Teoritis terhadap Kontruksi Realitas Peter L. Berger). Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika , 11-23.
  11. (11) Kertamukti, R., Nugroho, H., & Wahyono, S. B. (2019). Kontruksi Identitas melalui Stories Highlight Instagram kalangan Kelas Menengah. Jurnal ASPIKOM , 26-44.
  12. (12) Kinasih, A. W. (2007). Identitas Etnis Tionghoa di Kota Solo. Lab. Jur Fisp UGM .
  13. (13) Liliweri, A. (2003). Dasar-dasar komunikasi antarbudaya. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
  14. (14) Littlejhon, S. W., & Foss, K. A. (2009). Teori Komuniksdi. Jakarta: Salemba Humanika.
  15. (15) Maunati, Y. (2004). Identitas Dayak Komodifikasi dan Politik Kebudayaan. Yogyakarta: LKIS.
  16. (16) Morissan. (2014). Teori Komunikasi, Individu Hingga Massa. Jakarta: Kharisma Putra Utama.
  17. (17) Ngangi, C. R. (2011). Kontruksi Sosial dalam Realitas Sosial. Jurnal ASE , 1-4.
  18. (18) Rahkmat, J. (2012). Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo.
  19. (19) Ranjabar, J. (2008). Perubahan Sosial dalm Teori Makro. Bandung: Alfabeta.
  20. (20) Riswandi. (2013). Psikologi Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  21. (21) Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2004). Teori Sosiologi dari Teori Sosiologi Klasik. Jakarta: Penerbit Kencana.
  22. (22) Rozi, S. (2013). Kontrukdi Identitas dalam Interaksi Antaretnis di Rao Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.
  23. (23) Samovar, L. A. (2010). Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.
  24. (24) Sasongko, A. (2019, 2 19). Tren Hijrah Pengaruhi Jumlah Mualaf di Indonesia. Retrieved 1 13, 2021, from Republika.id: https://republika.co.id/berita/pmm42z313/tren-hijrah-pengaruhi-jumlah-mualaf-di-indonesia
  25. (25) Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  26. (26) Tahir, A., Cangara, H., & Arianto. (2020). Komunikasi Dakwah Da'i dalam Pembinaan Komunitas Mualaf di Kawasan Pegunungan Karomba Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmu Dakwah , 40 (2), 155-167.
  27. (27) Wijaya, I. S. (2016). Kontruksi Identitas Diri Dalam Organisasi Etnis. Lentera , 18 (2), 31-42.