Issue
Date Log
Akulturasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Merariq Melalui Pola Komunikasi Tokoh Agama di Lombok Timur
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, Vol. 12 No. 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Abstract
Akulturasi antara Islam dan budaya lokal dalam banyak hal yang menjadi perhatian khusus terutama dikalangan masyarakat muslim. Sinkretis antara dua entitas tersebut yang terakomodasi dalam kearifan lokal ketika dikontekstualisasikan yang tentu akan memuat makna-makna secara universal, sehingga masih diakui dan dijalani oleh kelompok masyarakat. Maka oleh karena itu, studi ini mengenai tradisi merariq masyarakat suku Sasak di Desa Padamara dengan muatan nilai-nilai Islam di dalamnya melalui pola komunikasi tokoh agama untuk mengakulturasi nilai-nilai Islam pada tradisi merariq untuk membentuk tatanan sosial yang berdasarkan ajaran Islam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana proses akulturasi budaya Islam dalam tradisi merariq yang terjadi pada masyarakat di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur-NTB ? dan bagaimana pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq masyarakat di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur-NTB ? Tujuannya untuk mengetahui proses akulturasi budaya Islam pada tradisi merariq dan pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq.Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi komunikasi dengan jenis kualitatif. Teknik yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa proses akulturasi budaya Islam pada tradisi merariq melalui adanya pengaruh dari Hindu-Bali, adanya penghormatan kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, sedangkan implementasi nilai-nilai Islam pada tradisi merariq melalui akidah, syari’at dan akhlak, sedangkan unsur-unsur Islam pada tradisi dari kedua mempelai yang menikah, wali nikah, saksi, akad nikah secara agama dan adat, dan mahar, dan sedangkan nilai-nilai Islam yang ada pada tradisi merariq antara lain perintah menikah, larangan berzina, sedekah, gotong royong, silaturrahim, memelihara martabat wanita, tanggung jawab suami, manusia sebagai khalifah dan membangun rasa kekeluargaan. Adapun pola komunikasi tokoh agama dalam memasukkan nilai-nilai Islam pada tradisi merariq menggunakan dua media yaitu budaya, organisasi pemuda dan masyarakat, sedangkan bentuk aktivitas tokoh agama dalam melakukan komunikasi melalui komunikasi secara interpersonal, publik dan organisasi, dan sedangkan aktivitas komunikasi pada tradisi merariq, yaitu situasi komunikatif, pristiwa komunikatif, tindakan komunikatif.
Download Citation
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- Abdullah, Mudhofir. “Pribumisasi Islam Dalam konteks Budaya Jawa Dan Integrasi Bangsa”, Indo-Islamika, Vol. 4, No. 1, Januari-Juni, 2014.
- Abdullah, Taufik. Agama dan Perubahan Sosial. Jakarta: PT. Rajawali, 1983.
- Ali, Jacub dan Umar Siradz. Pernikahan Nilai Upacara Tradisional Pada Masyarakat Pendukungnya Di Daerah Nusa Tenggara Barat. Mataram: Pasifik, 1998.
- Alus, Christeward. “Peran Lembaga Adat Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Suku Sahu Di Desa Balisoan Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat”, Acta Diurna, Vol. 3 No. 4, 2014.
- Al-Amri, L., & Haramain, M. (2017). AKULTURASI ISLAM DALAM BUDAYA LOKAL. KURIOSITAS, 10(2), 87-100.
- Amanah, Siti. “Pola Komunikasi dan Proses Akulturasi Mahasiswa Asing Di STAIN Kediri”, Realita, Vol. 13, No. 1 (Januari, 2015).
- Ariadi, Lalu Muhammad. Haji Sasak Sebuah Potret Dialektika Haji dan Kebudayaan Lokal. Jakarta: Impressa, 2013.
- Haramain, M. (2017). DAKWAH DALAM ARUS GLOBALISASI MEDIA: PELUANG DAN TANTANGAN. KOMUNIDA: MEDIA KOMUNIKASI DAN DAKWAH, 7(1), 60-73.
- Haramain, Muhammad (2012) Pemikiran dan Gerakan Dakwah Tuan Guru M. Zainuddin Abdul Madjid di Lombok NTB. Magister (S2) thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
- Yasin, Akhmad Masruri. “Islam, Tradisi dan Modernitas Dalam Perkawinan Masyarakat Sasak Wetu Telu (Studi Komunitas Wetu Telu Di Bayan)”. Tesis UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2010.
References
Abdullah, Mudhofir. “Pribumisasi Islam Dalam konteks Budaya Jawa Dan Integrasi Bangsa”, Indo-Islamika, Vol. 4, No. 1, Januari-Juni, 2014.
Abdullah, Taufik. Agama dan Perubahan Sosial. Jakarta: PT. Rajawali, 1983.
Ali, Jacub dan Umar Siradz. Pernikahan Nilai Upacara Tradisional Pada Masyarakat Pendukungnya Di Daerah Nusa Tenggara Barat. Mataram: Pasifik, 1998.
Alus, Christeward. “Peran Lembaga Adat Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Suku Sahu Di Desa Balisoan Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat”, Acta Diurna, Vol. 3 No. 4, 2014.
Al-Amri, L., & Haramain, M. (2017). AKULTURASI ISLAM DALAM BUDAYA LOKAL. KURIOSITAS, 10(2), 87-100.
Amanah, Siti. “Pola Komunikasi dan Proses Akulturasi Mahasiswa Asing Di STAIN Kediri”, Realita, Vol. 13, No. 1 (Januari, 2015).
Ariadi, Lalu Muhammad. Haji Sasak Sebuah Potret Dialektika Haji dan Kebudayaan Lokal. Jakarta: Impressa, 2013.
Haramain, M. (2017). DAKWAH DALAM ARUS GLOBALISASI MEDIA: PELUANG DAN TANTANGAN. KOMUNIDA: MEDIA KOMUNIKASI DAN DAKWAH, 7(1), 60-73.
Haramain, Muhammad (2012) Pemikiran dan Gerakan Dakwah Tuan Guru M. Zainuddin Abdul Madjid di Lombok NTB. Magister (S2) thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Yasin, Akhmad Masruri. “Islam, Tradisi dan Modernitas Dalam Perkawinan Masyarakat Sasak Wetu Telu (Studi Komunitas Wetu Telu Di Bayan)”. Tesis UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2010.
