TRADISI “METAWE” DALAM BUDAYA MANDAR

Tradisi, metawe’, simbol

  • Muhammad Irwan Hidayat Muliadi
Keywords: Tradisi, metawe’, simbol

Abstract

Komunikasi merupakan sarana paling utama dalam kehidupan manusia, skripsi ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pemaknaan metawe’ sebagai interaksi sosial pada komunitas Mandar di kecamatan Luyo. (2) Mengetahui praktik tradisi metawe’ sebagai interaksi sosial di Kecamatan Luyo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi fenomenologi, teknis pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, teknis analisis data menggunakan tiga tahap pengujian: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun beberapa informan dalam tahap penelitian ini yaitu budayawan, tokoh masyarakat, guru, dan lima warga Luyo. Hasil peneliti ini menunjukkan bahwa tradisi metawe’ yang di kenal di Mandar khusunya di Kecamatan Luyo sebagai kearifan lokal cenderung mengalami perkembangan makna serta terjadi pergeseran nilai pada praktiknya seperti kecenderungan anak-anak sampai orang dewasa mengunakan kata dan sapaan “halo, dan hai”, sebagai bentuk keakraban dalam berperilaku kepada orang lain. Ini menunjukkan bahwa terjadinya hal seperti ini karena adanya faktor internal dan eksternal dan kurangnya rasa tanggung jawab dalam pengaplikasian untuk mempertahankan tradisi sebagai simbolisasi/identitas yang harus diindahkan bukan untuk ditinggalkan. Implikasi dari penelitian ini ialah bagaimana agar kita sebagai generasi muda harus mempertahankan tradisi ini, dan diharapkan kepada seluruh masyarakat Mandar terkhusus bagi pemerintah Mandar menyampaikan bahwa tradisi metawe’ sebagai kebudayaan yang sakral dan harus diindahkan agar mencapai sikap sipakala’bi sebagai orang Mandar, tidak untuk ditinggalkan yang bisa merusak moral dan identitas sebagai orang Mandar.

Published
2023-08-01