Main Article Content
Abstract
In the cultivation of family medicinal plants (Toga), women's farming groups in Kesamben Village face several challenges that need to be addressed. Some of the main obstacles include limited access to technological information, lack of financial support from the village government—forcing members to self-fund the cultivation—and land constraints. As the group expands and the number of cultivated plants increases, these challenges become more complex. This study aims to analyze the challenges faced in the cultivation of Toga plants by women's farming groups and formulate strategies to ensure the sustainability of the program. The research employs a descriptive qualitative method, utilizing both primary and secondary data sources. Primary data is collected through interviews and direct observations, while secondary data comes from various references such as books, articles, and scientific journals. The findings indicate that the medicinal plants cultivated in the community’s Toga garden in Kesamben Village include leek, aromatic ginger (Kaempferia galanga), ginger (Zingiber officinale), greater galangal (Alpinia galanga), and mother of thousands (Kalanchoe pinnata). Additionally, peanuts are also planted temporarily to make use of vacant land before the main seedlings arrive. The presence of Toga plants plays a crucial role in community empowerment, particularly by providing alternative natural medicines that can be used in daily life. To ensure the sustainability of Toga cultivation, collaboration among various stakeholders is necessary to optimize plant diversity and support the village’s health resilience
Keywords
Article Details
References
- Demayanti, F., & Soenarto, S. (2018). Pengembangan video pembelajaran bumbu dan rempah pada mata pelajaranpengolahan makanan kontinental. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 5(1), 91–102. https://doi.org/10.21831/jitp.v5i1.14028
- Hakim, L. (2015). Rempah dan Herba Kebun-Pekarangan Rumah Masyarakat: Keragaman Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan-Kebugaran. Diandra Pustaka Indonesia.
- Hanis, N. W., & Marzaman, A. (2020). Peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga dalam pemberdayaan perempuan di Kecamatan Telaga. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 8(2), 123–135.
- Nurhab, M. I. (2023). Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Bagi Masyarakat Desa Negeri Tua. Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat, 2(1), 33–42.
- Sari, S. M., & Rasyid, T. A. (2019). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3.
- Simamora, F. A., & Hidayah, A. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Kelurga (TOGA) di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 4(3), 199–203.
- Sugito, S., Susilowati, S., & Al Kholif, M. (2017). Strategi pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Jurnal Penamas Adi Buana, 2(2), 1–8.
- Susanti, L. D., Azzahra, N. S., Ansania, A., Larasati, E. T., Triliyani, I., Khoiriyah, M., Asih, M., Kurniawati, M., Yusuf, M. F. B., & Hikmah, S. (2024). Budidaya Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Tanggulangin. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 145–160.
- Yana, T., Malik, A., & Kurniawan, F. (2018). Study Jenis Rempah–Rempah Dan Pemanfaatannya Di Pasar Tradisional Angso Duo. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
References
Demayanti, F., & Soenarto, S. (2018). Pengembangan video pembelajaran bumbu dan rempah pada mata pelajaranpengolahan makanan kontinental. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 5(1), 91–102. https://doi.org/10.21831/jitp.v5i1.14028
Hakim, L. (2015). Rempah dan Herba Kebun-Pekarangan Rumah Masyarakat: Keragaman Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan-Kebugaran. Diandra Pustaka Indonesia.
Hanis, N. W., & Marzaman, A. (2020). Peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga dalam pemberdayaan perempuan di Kecamatan Telaga. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 8(2), 123–135.
Nurhab, M. I. (2023). Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Bagi Masyarakat Desa Negeri Tua. Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat, 2(1), 33–42.
Sari, S. M., & Rasyid, T. A. (2019). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3.
Simamora, F. A., & Hidayah, A. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Kelurga (TOGA) di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 4(3), 199–203.
Sugito, S., Susilowati, S., & Al Kholif, M. (2017). Strategi pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Jurnal Penamas Adi Buana, 2(2), 1–8.
Susanti, L. D., Azzahra, N. S., Ansania, A., Larasati, E. T., Triliyani, I., Khoiriyah, M., Asih, M., Kurniawati, M., Yusuf, M. F. B., & Hikmah, S. (2024). Budidaya Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Tanggulangin. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 145–160.
Yana, T., Malik, A., & Kurniawan, F. (2018). Study Jenis Rempah–Rempah Dan Pemanfaatannya Di Pasar Tradisional Angso Duo. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
