Main Article Content

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan kaidah fiqih "darurat tidak membatalkan hak orang lain" dalam konteks akad jual beli dan akad pinjam-meminjam. Kaidah ini menegaskan bahwa keadaan darurat yang dialami seseorang tidak boleh merugikan atau menghilangkan hak pihak lain yang terlibat dalam suatu akad. Kajian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis terhadap teks-teks hukum Islam klasik dan modern. Dalam akad jual beli, keadaan darurat, seperti kebutuhan mendesak untuk menjual barang di bawah harga pasar, harus tetap memperhatikan prinsip keadilan bagi kedua belah pihak. Sementara itu, dalam akad pinjam-meminjam, situasi darurat seperti ketidakmampuan pengembalian utang tepat waktu harus diselesaikan tanpa merugikan hak kreditur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah ini memiliki relevansi signifikan dalam menjaga keseimbangan antara kemaslahatan individu dan kepentingan masyarakat, sesuai dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam.

Keywords

ContractSale and PurchaseBorrowing and Lending

Article Details

References

  1. Arafah, S. (2022). Perempuan Dan Kontribusi Ekonomi Keluarga Dalam Perspektif Islam: Sebuah Praktik. Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 8(1), 189–206.
  2. Asiva Noor Rachmayani. (2015). Ekonomi Syariah, e. 1, 6.
  3. Awaluddin, A., Isriani, R., & Anggraini, R. (2023). Model Pendekatan Analytic Net Work Process (ANP) terhadap Layanan Haji dan Umrah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(6), 1675–1694. https://doi.org/10.47467/elmal.v4i6.3392
  4. Azwar, S. (1998). Metode Penelitan. Pustaka Pelajar.
  5. Bakhri, S., Hikmah, O. K., & Nurrohmah, S. (2021). Pola Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Dan Perluasan Usaha Cibay Di Kabupaten Cirebon. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 29. https://doi.org/10.24235/dimasejati.v3i1.8345
  6. Bunaiya, M., Hamzah, D., & Ulfa, M. (2021). Tinjauan ‘Urf Terhadap Budaya Ekonomi Dalam Usaha Fotokopi Perantau Minangkabau Di Yogyakarta. Juris: Jurnal Ilmiah Syariah, 20(1), 63–76. https://doi.org/10.31958/juris.v20i1.2849
  7. Erna Dewi, Khairul Bahri Nasution, Nur Hasimah. (2022). Praktik Pinjam Meminjam Bersyarat Di Desa Adian Jior. Islamic Circle, 3(2), 1–11. https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v3i2.978
  8. Febiana, F. (2018). Perceraian dengan Alasan Ekonomi Perspektif Maqashid Syariah. JOURNAL EQUITABLE, 3(1), 98–111.
  9. Hamdi, A. (2024). APPLICATION OF LA YUBTILU HAQQUL GHOIR RULES TO COMPENSATION IN MINOR CRIMES. 1475–1493.
  10. HS, F., Hafidz, M., & Zainuddin. (2022). Analisis Hukum Terhadap Pinjaman Online Ilegal Perspektif Hukum Perdata Dan Hukum Islam. Journal of Lex Generalis (JLS), 3(3), 501–516.
  11. Huswat, N., Muhammad Shiddiq Abdillah, & Riska, R. (2024). Aktualisasi Kaidah al-Ḥājah Tunazzalu Manzilah al-Ḍarūrah pada Akad Istiṣnā’ Paralel. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 3(4), 673–693. https://doi.org/10.36701/qiblah.v3i4.1651
  12. JASMINE, K. (2014). 済無No Title No Title No Title. Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu.
  13. Johan Nasution. (2018). Metode Penelitian. Mandar Maju.
  14. Karim, R. N. S. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Optimalisasi Pengembangan dan Inovasi Bisnis Jamu Migunani Herbal. ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 185–190. https://doi.org/10.30997/almujtamae.v2i2.6331
  15. Kasus, S. (2023). Sistem Pembayaran Paylater ditinjau dari Fatwa DSN-MUI No . 110 Tahun 2017 Tentang Akad Jual Beli. 206–221.
  16. Liriwati, F. Y., Mulyadi, M., & Syahid, A. (2021). Pendampingan Manajemen Kewirausahaan di Pondok Pesantren Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Journal of Community …, 1(1), 33–40.
  17. Mena Amertha, N. Della, & Anwar, A. S. (2022). Obligasi Syariah di Indonesia Tinjauan Terhadap Jenis dan Penerapan Akad Serta Perlindungan Hukum Bagi Investor. Az-Zarqa’: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 13(2). https://doi.org/10.14421/azzarqa.v13i2.2401
  18. Moh. Mufid. (2019). Kaidah Fikih Ekonomi Dan Keuangan Kontemporer: Pendekatan Tematis dan Praktis. Kencana.
  19. Mufid, M. (2015). Kaidah Fiqh Ekonomi Syariah (Ebookuid (ed.)).
  20. Muhammad Maksum. (2014). Model-Model Kontrak Dalam Produk Keuangan Syariah. Al-’adalah, Vol XII(1), 50. https://doi.org/10.24042/adalah.v12i1.174
  21. Pada, M., Syariah, P., & Makassar, D. I. (2020). Istinbáth. 19(1), 1–26.
  22. Rahmayati. (2022). Ekonomi Islam. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM – IAIN LHOKSEUMAWE.
  23. Ridwan, M. (2018). WAKAF DAN PEMBANGUNAN EKONOMI. ZISWAF : Jurnal Zakat Dan Wakaf, 4(1), 105. https://doi.org/10.21043/ziswaf.v4i1.3034
  24. Rofiq, A. (2015). Hukum Perdata Islam di Indonesia. PT Rajagrafindo.
  25. Rohidin. (2016). Pengantar Hukum Islam. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).
  26. Salma Elysia, B., & Jufri Achmad, M. (2023). Analisis Akad Jual Beli Menggunakan Shopee Paylater Dalam Perspektif Hukum Islam. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(1), 832–858. https://doi.org/10.53363/bureau.v3i1.219
  27. Sholihin, A. I. (2019). BUKU PINTAR EKONOMI SYARIAH. Gramedia Pustaka Utama.
  28. Siregar, A., & Harahap, I. (2021). EL-THAWALIB. 2(5), 443–454.
  29. Syarifudin, A. (2020). Garis-Garis Besar Fiqih. Kencana Perdana Media Group.
  30. Zaidan, A. K. (2022). Al-Wajiz: 100 Kaidah Fikih dalam Kehidupan Sehari-hari. Pusaka Al-Kautsar.