Main Article Content
Abstract
Penelitian ini membahas tentang bagaimana proses pelaksanaan pemotretan foto prewedding di Kota Parepare, dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap pemotretan prewedding yang dilakukan sebelum akad oleh fotografer yang ada di Kota Parepare. Jenispenelitian yang digunakan dan skripsi ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi kualitatif. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara penulis dengan beberapa fotografer di studio foto yang ada di Kota Parepare. Sumber data sekunder berasal dari buku-buku rujukan dan website yang adakaitannya dengan masalah-masalah yang ada pada skripsi ini. Dan teknik penulisannya berdasarkan buku pedoman penelitian karya ilmiah (makalah dan skripsi) IAIN Parepare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemotretan prewedding di Kota Parepare ada yang tergolong haram dikarenakan mengandung unsure ikhtilat, khalwat dan kasyful aurat dan ada yang dibolehkan karena tidak menyalahi syariat Islam.
Keywords
Article Details
The copyright of this article is retained by the author(s). This article is published under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited, and adaptations are distributed under the same license.
To view a copy of this license, visit: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
References
- (1) Al-Qur’an Al-Karim
(2) Ahmad, Abdul Aziz. 2009.Fiqih Cinta, Bandung: Pustaka Hidayah.
(3) Al-Albani, Muhammad Nasharuddin.2007.Shahih Sunan Tirmidzi, jilid 3, trj: Fakhturazi, Jakarta: Pustaka Azzam.
(4) Ali, Muhammad dan Al Hasyimi. 1998. Jati Diri Wanita Muslimah, Tjr. M. Abdul Ghaffar, Jakarta Timur: Pustaka Al Kautsar.
(5) Al-Jauziyyah, Ibnul Qayyim. 2012. Jangan Dekati Zina, Jakarta: Qisthi Press.
(6) Al-Qarthany, Muhammad Ahmad Muabbir. 1996. Pesan Untuk Muslimah, Jakarta: Gema Insani.
(7) Al-Syathibi.2004. al-Muwafaqat Beirut: Dar Kutub Ilmiyah.
(8) An-Nawawi, Imam. 2011. Syarah Shahih Muslim, Jilid 16,tjr: Amir Hamzah, Jakarta: Pustaka azzam.
(9) Arikunto, Suharsimi . 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
(10) Asmawi, Mohammad.2004.Nikah dalam Perbincangan dan Perbedaan, Jogja: Darussalam.
(11) Ayyub, Hasan. 2009. Fikih Keluarga, tjr: M. Abdul Ghoffar, Jakarta Timur: Pustaka al-Kautsar.
(12) Azwar, Saifudin. 2002. Metode Penelitian, Cet. II; Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
(13) Bahammam, Farhad Salim, 2013. Fikih Modern Praktis, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
(14) Detik News. 2020. Ketua MUI Sependapat Foto Prewedding Haram, http://news.detik.com/berita/1279360/ketua-mui-sependapat-foto-pre-wedding-haram.
(15) Djakfar, Muhammad. 2007.Agama Etika dan Ekonomi, Malang: UIN Malang Press.
(16) DosenSosiologi.Com. 2019. pengertian fenomena sosial dan contohnya di Masyarakat Lengkap, http://dosensosiologi.com/pengertian-fenomena-sosial-dan-contohnya-di-masyarakat-lengkap/.
(17) Hafrijal. 2017. Foto Prewedding (Analisis Strategi Publikasi Komunitas Fotografer Banda Aceh terhadap Calon Klien), UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
(18) Halan, Adiana Rakhmi.2013.Analisis Hukum Islam terhadap Upah Fotografer Prewedding :Hasil Keputusan Bahtsul Masail ke XIIForum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) Sejawa Timur, UIN Sunan Ampel.
(19) Hardini, Eka Arsita. 2018.Bagaimana Sejara Pre-wedding, http://kapankamunikah.com/bagaimana-sejarah-prewedding/
(20) Hidayat, Sharif. 2018. Foto Prewedding dalam persfektif ulama Palangkaraya, jurnal maslahah, vol.8 no.1.
(21) Hidayatullah. 2020. Wabah Selfie dan Prahara Foto Prewedding, http://majalah.hidayatullah.com/2015/06/wabah-selfie-dan-prahara-foto-pre-wedding/.
(22) Hoetomo. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Mitra Pelajar.
(23) Koto, Alaiddin.2005.Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
(24) Mahameruaji, Jimi N. 2014. Fenomena Kontruksi Identitas Pada Foto Prewedding, jurnal kajian komunikasi, vol.2 no.1.
(25) Mashur, Kahar. 1992. Terjemah Bilughul Maram Jilid I, Jakarta:PT. Rineka Cipta.
(26) Maulidi, Achmad. 2019 “Pengertian Data Primer dan Data Sekunder”http://www.kanalinfo.web.id/2019/10/.
(27) Meutia, Zurriyyatina. 2017.Gaya Busana Prewedding Populer di Kalangan Calon Pengantin Aceh, ETD Unsyiah.
(28) Mughniyah, Muhammad Jawad. 1996. Fiqih Lima Mazhab, Jakarta: PT Lentera Basritama.
(29) Mulyadi. 2010.Evaluasi Pendidikan, Cet.I; Malang: UIN-Maliki Press.
(30) Mustakim, Abdul dan Said Agil Munawwar. 2001. Asbabul Wurud: Studi Kritises Hadis Nabi pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
(31) Nasir, Moh. 2005. Metode Penelitian, Bogor: Ghalia Indonesia.
(32) Nata, Abuddin. 2004. Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
(33) “Parepare”. 2019. Wikipedia the Free Encyclopedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Parepare.
(34) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa.
(35) Ramulyo, Mohd. Idris. 2002. Hukum Perkawinan Islam:Suatu Analisis dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Cet. IV; Jakarta: PT. Bumi Aksara.
(36) Rumay. 2020. Hukum Foto Prewedding, http://rumaysho.com/5503-hukum-foto-pre-wedding.
(37) Saladin,Bustami. 2013. “Tradisi Merari’ Suku Sasak di Lombok dalam Perspektif Hukum Islam,” Al-Ihkam 8, no. 1.
(38) Subagyo, Joko. 2006. Metode Penelitian(Dalam Teori Praktek), Jakarta:Rineka cipta.
(39) Suyatno. 2001. Dasar-Dasar Ilmu Fiqh & Ushul Fiqh, Cet. I; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
(40) Soeroso. 2004. Pengantar Ilmu Hukum, Cet. VI; Jakarta: Sinar Grafika.
(41) Tim Penyusun. 2013. Pedoman Penelitian Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi). Edisi Revisi; Parepare: STAIN Parepare.
(42) Umar, Nasaruddin. 2010.Fikih Wanita Untuk Semua, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
(43) Wikipedia. 2019.Fotografi, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Islam.
(44) Yanggo, Huzaemah Tahido. 2010.Fiqih Perempuan Kontemporer, Jakarta: Galilea Indonesia.
References
(2) Ahmad, Abdul Aziz. 2009.Fiqih Cinta, Bandung: Pustaka Hidayah.
(3) Al-Albani, Muhammad Nasharuddin.2007.Shahih Sunan Tirmidzi, jilid 3, trj: Fakhturazi, Jakarta: Pustaka Azzam.
(4) Ali, Muhammad dan Al Hasyimi. 1998. Jati Diri Wanita Muslimah, Tjr. M. Abdul Ghaffar, Jakarta Timur: Pustaka Al Kautsar.
(5) Al-Jauziyyah, Ibnul Qayyim. 2012. Jangan Dekati Zina, Jakarta: Qisthi Press.
(6) Al-Qarthany, Muhammad Ahmad Muabbir. 1996. Pesan Untuk Muslimah, Jakarta: Gema Insani.
(7) Al-Syathibi.2004. al-Muwafaqat Beirut: Dar Kutub Ilmiyah.
(8) An-Nawawi, Imam. 2011. Syarah Shahih Muslim, Jilid 16,tjr: Amir Hamzah, Jakarta: Pustaka azzam.
(9) Arikunto, Suharsimi . 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
(10) Asmawi, Mohammad.2004.Nikah dalam Perbincangan dan Perbedaan, Jogja: Darussalam.
(11) Ayyub, Hasan. 2009. Fikih Keluarga, tjr: M. Abdul Ghoffar, Jakarta Timur: Pustaka al-Kautsar.
(12) Azwar, Saifudin. 2002. Metode Penelitian, Cet. II; Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
(13) Bahammam, Farhad Salim, 2013. Fikih Modern Praktis, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
(14) Detik News. 2020. Ketua MUI Sependapat Foto Prewedding Haram, http://news.detik.com/berita/1279360/ketua-mui-sependapat-foto-pre-wedding-haram.
(15) Djakfar, Muhammad. 2007.Agama Etika dan Ekonomi, Malang: UIN Malang Press.
(16) DosenSosiologi.Com. 2019. pengertian fenomena sosial dan contohnya di Masyarakat Lengkap, http://dosensosiologi.com/pengertian-fenomena-sosial-dan-contohnya-di-masyarakat-lengkap/.
(17) Hafrijal. 2017. Foto Prewedding (Analisis Strategi Publikasi Komunitas Fotografer Banda Aceh terhadap Calon Klien), UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
(18) Halan, Adiana Rakhmi.2013.Analisis Hukum Islam terhadap Upah Fotografer Prewedding :Hasil Keputusan Bahtsul Masail ke XIIForum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) Sejawa Timur, UIN Sunan Ampel.
(19) Hardini, Eka Arsita. 2018.Bagaimana Sejara Pre-wedding, http://kapankamunikah.com/bagaimana-sejarah-prewedding/
(20) Hidayat, Sharif. 2018. Foto Prewedding dalam persfektif ulama Palangkaraya, jurnal maslahah, vol.8 no.1.
(21) Hidayatullah. 2020. Wabah Selfie dan Prahara Foto Prewedding, http://majalah.hidayatullah.com/2015/06/wabah-selfie-dan-prahara-foto-pre-wedding/.
(22) Hoetomo. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Mitra Pelajar.
(23) Koto, Alaiddin.2005.Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
(24) Mahameruaji, Jimi N. 2014. Fenomena Kontruksi Identitas Pada Foto Prewedding, jurnal kajian komunikasi, vol.2 no.1.
(25) Mashur, Kahar. 1992. Terjemah Bilughul Maram Jilid I, Jakarta:PT. Rineka Cipta.
(26) Maulidi, Achmad. 2019 “Pengertian Data Primer dan Data Sekunder”http://www.kanalinfo.web.id/2019/10/.
(27) Meutia, Zurriyyatina. 2017.Gaya Busana Prewedding Populer di Kalangan Calon Pengantin Aceh, ETD Unsyiah.
(28) Mughniyah, Muhammad Jawad. 1996. Fiqih Lima Mazhab, Jakarta: PT Lentera Basritama.
(29) Mulyadi. 2010.Evaluasi Pendidikan, Cet.I; Malang: UIN-Maliki Press.
(30) Mustakim, Abdul dan Said Agil Munawwar. 2001. Asbabul Wurud: Studi Kritises Hadis Nabi pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
(31) Nasir, Moh. 2005. Metode Penelitian, Bogor: Ghalia Indonesia.
(32) Nata, Abuddin. 2004. Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
(33) “Parepare”. 2019. Wikipedia the Free Encyclopedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Parepare.
(34) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa.
(35) Ramulyo, Mohd. Idris. 2002. Hukum Perkawinan Islam:Suatu Analisis dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Cet. IV; Jakarta: PT. Bumi Aksara.
(36) Rumay. 2020. Hukum Foto Prewedding, http://rumaysho.com/5503-hukum-foto-pre-wedding.
(37) Saladin,Bustami. 2013. “Tradisi Merari’ Suku Sasak di Lombok dalam Perspektif Hukum Islam,” Al-Ihkam 8, no. 1.
(38) Subagyo, Joko. 2006. Metode Penelitian(Dalam Teori Praktek), Jakarta:Rineka cipta.
(39) Suyatno. 2001. Dasar-Dasar Ilmu Fiqh & Ushul Fiqh, Cet. I; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
(40) Soeroso. 2004. Pengantar Ilmu Hukum, Cet. VI; Jakarta: Sinar Grafika.
(41) Tim Penyusun. 2013. Pedoman Penelitian Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi). Edisi Revisi; Parepare: STAIN Parepare.
(42) Umar, Nasaruddin. 2010.Fikih Wanita Untuk Semua, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
(43) Wikipedia. 2019.Fotografi, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Islam.
(44) Yanggo, Huzaemah Tahido. 2010.Fiqih Perempuan Kontemporer, Jakarta: Galilea Indonesia.
