Main Article Content
Abstract
This journal aims to determine the factors that cause divorce. By using the literature review method or literature review, the author writes down several factors that greatly dominate the occurrence of divorce. The data sources used in this writing are from various reputable articles totaling 3029 articles that are relevant to the topic to be discussed. This journal concludes that first; The moral factor is a form of emotion whose embodiment is jealousy, hurt, anger, revenge and hatred towards other people because they think that other people get what they don't get. Second; The factor of the existence of a third person or environment, in which this actor can originate from a lack of attention between husband and wife, can also be from a lack of inner connection between the two such as a lack of feelings of happiness both physically and mentally for both of them. Third; Economic factors, in which the economic balance in the family has a relationship with family happiness as well as success in business and income of the heads of the household. Fourth; Factors of persecution (domestic violence) which is violent behavior or violent procedures that can injure or abuse. Regarding violence, we often hear the language of domestic violence or domestic violence, where husbands abuse their wives. Fifth; Social and cultural factors, which are also social and cultural factors that cause divorce. Because of the different opinions between the husband and the wife that causes disputes and results in divorce.
Keywords
Article Details
The copyright of this article is retained by the author(s). This article is published under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited, and adaptations are distributed under the same license.
To view a copy of this license, visit: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
References
- A., M. (2014). Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA), 2(2), 141-150.
- Amalia, R. M. (2018). Ketahanan Keluarga dan Kontribusinya Bagi Penanggulangan Faktor Terjadinya Perceraian. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 4(2), 129-135.
- Azizah, L. (2012). Analisis Perceraian dalam Kompilasi Hukum Islam. Al-'Adalah, 10(2), 415-422.
- Fauzi, M. &. (2015). Studi Dinamika Cerai Kawin terhadap Jumlah Anak di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Bumi Indonesia, 4(4).
- Harjianto, H. &. (2019). Identifikasi Faktor Penyebab Perceraian Sebagai Dasar Konsep Pendidikan Pranikah di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(1), 35-41.
- Ilyas, M. (2015). Faktor Sosial Budaya dan Aturan Perundangan. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum, 13(1), 30-39.
- Luthfi, M. (2017). Komunikasi interpersonal suami dan istri dalam mencegah perceraian di Ponorogo. ETTISAL Journal of Communication, 2(1), 51-61.
- Manna, N. S. (2021). Cerai gugat: Telaah penyebab perceraian pada keluarga di Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6(1), 11-21.
- Matondang, A. (2014). Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA), 2(2),, 141-150.
- Muhammad Syaifuddin, S. H. (2022). Hukum perceraian. Jakarta Timur: Sinar Grafika.
- nahariyah. (2022). Cerai Gugat Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga. jurnal tana mana, 29.
- Nasir, B. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perceraian Di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, Vol. 1, No. 1, 37.
- Nibras Syafriani Manna, S. D. (2021). Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol. 6, No. 1, 14.
- Nugraha, A. B. (2020). Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian Rumah Tangga AKibat Perselingkuhan. Kalabbirang Law Journal, 2(1), 53-68.
- Prianto, B. W. (2013). Rendahnya komitmen dalam perkawinan sebagai sebab perceraian. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2).
- Ramadani, M. &. (2017). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai salah satu isu kesehatan masyarakat secara global. . Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(2), 80-87, 80-87.
- Syaifuddin, S. &. (2012). Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dalam Proses Gugat Cerai (Khulu’) di Pengadilan Agama Palembang. Jurnal Dinamika Hukum, 12(2), 248-260.
- Tahir, m. (2022). analisis hukum sebab perceraian karena faktor kekerasan dalam rumah tangga. journal of law, 99-114.
- Adikara, R. N. (2024). Penerapan Kriteria “sangat Mendesak” Pada Pasal 7 Undang-undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 (Telaah Terhadap Perlindungan Perempuan Dan Anak Perspektif Maqāṣid Syarī „ah Jasser Auda). Universitas Islam Indonesia.
- Almizan, A., & Amri, M. U. (2021). Ketimpangan peran domestik rumah tangga dalam cerai gugat pada masyarakat minangkabau. Indonesian Journal of Religion and Society, 3(2), 103–110.
- Astari, T., Purwanti, K. Y., Arditama, A. Y., Subhananto, A., Nuryanti, M. S., Nyihana, E., Huda, W. N., Utami, W. T. P., & Hikmah, A. N. (2024). Ekologi Sosialisasi Anak: Perspektif Keluarga, Sekolah Dan Komunitas. Cv. Edupedia Publisher.
- Fathul Jannah, S. H. (2003). Kekerasan terhadap istri. LKIS PELANGI AKSARA.
- Fuad, A. (2024). Pendekatan Strategi Integratif Ishlah Rujuk Masa’Iddah Perspektif Psikoanalisis dan Sufistik. YPM.
- Hadi, S. (2023). Konsep Kesetaraan Gender Perspektif M. Quraish Shihab Dan Nasaruddin Umar. Institut PTIQ Jakarta.
- Insani, N. N., & Ridha, M. R. (2025). Ancaman Pergeseran Bahasa Daerah Dan Dampaknya Terhadap Keberlanjutan Warisan Budaya Di Era Global. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(5), 91–96.
- Joko, D. J. S., & SH, M. H. (2021). Pengantar Hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga. KEPEL Press.
- Karimullah, S. S. (2021). Konsep Keluarga Smart (Bahagia) Perspektif Khoiruddin Nasution. Tafhim Al-’Ilmi, 13(1), 75–88.
- Labolo, M. (2023). Memahami ilmu pemerintahan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
- Megawati, H., & Maulana, H. (2024). Psikologi Komunitas: Peran Aktif Psikologi Untuk Masyarakat. Bumi Aksara.
- Pranajaya, S. A. (n.d.). BAB 3 KELUARGA DALAM KONTEKS SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA. PSIKOLOGI KELUARGA, 31.
- Rasdiana, R. (2022). Bias dan Kesetaraan Gender, Peranan Ganda, dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Tana Mana, 3(1), 48–62.
- Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminisme. Garudhawaca.
- WINANTI, R. D. W. I. (2024). PERAN PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN MAJELIS JEMAAT GKJW PESANGGARAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF FEMINIS ELIZABETH S. FIORENZA DALAM KONSEP “DISCIPLESHIP OF EQUALS.” Universitas Kristen Duta Wacana.
- Wuryaningsih, N. E. W., Kep, M., Windarwati, H. D., Kep, M., Dewi, N. E. I., Kep, M., Deviantony, N. F., & Kep, M. (2020). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa 1. UPT Percetakan & Penerbitan, Universitas Jember.
References
A., M. (2014). Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA), 2(2), 141-150.
Amalia, R. M. (2018). Ketahanan Keluarga dan Kontribusinya Bagi Penanggulangan Faktor Terjadinya Perceraian. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 4(2), 129-135.
Azizah, L. (2012). Analisis Perceraian dalam Kompilasi Hukum Islam. Al-'Adalah, 10(2), 415-422.
Fauzi, M. &. (2015). Studi Dinamika Cerai Kawin terhadap Jumlah Anak di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Bumi Indonesia, 4(4).
Harjianto, H. &. (2019). Identifikasi Faktor Penyebab Perceraian Sebagai Dasar Konsep Pendidikan Pranikah di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(1), 35-41.
Ilyas, M. (2015). Faktor Sosial Budaya dan Aturan Perundangan. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum, 13(1), 30-39.
Luthfi, M. (2017). Komunikasi interpersonal suami dan istri dalam mencegah perceraian di Ponorogo. ETTISAL Journal of Communication, 2(1), 51-61.
Manna, N. S. (2021). Cerai gugat: Telaah penyebab perceraian pada keluarga di Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6(1), 11-21.
Matondang, A. (2014). Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA), 2(2),, 141-150.
Muhammad Syaifuddin, S. H. (2022). Hukum perceraian. Jakarta Timur: Sinar Grafika.
nahariyah. (2022). Cerai Gugat Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga. jurnal tana mana, 29.
Nasir, B. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perceraian Di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, Vol. 1, No. 1, 37.
Nibras Syafriani Manna, S. D. (2021). Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol. 6, No. 1, 14.
Nugraha, A. B. (2020). Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian Rumah Tangga AKibat Perselingkuhan. Kalabbirang Law Journal, 2(1), 53-68.
Prianto, B. W. (2013). Rendahnya komitmen dalam perkawinan sebagai sebab perceraian. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2).
Ramadani, M. &. (2017). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai salah satu isu kesehatan masyarakat secara global. . Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(2), 80-87, 80-87.
Syaifuddin, S. &. (2012). Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dalam Proses Gugat Cerai (Khulu’) di Pengadilan Agama Palembang. Jurnal Dinamika Hukum, 12(2), 248-260.
Tahir, m. (2022). analisis hukum sebab perceraian karena faktor kekerasan dalam rumah tangga. journal of law, 99-114.
Adikara, R. N. (2024). Penerapan Kriteria “sangat Mendesak” Pada Pasal 7 Undang-undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 (Telaah Terhadap Perlindungan Perempuan Dan Anak Perspektif Maqāṣid Syarī „ah Jasser Auda). Universitas Islam Indonesia.
Almizan, A., & Amri, M. U. (2021). Ketimpangan peran domestik rumah tangga dalam cerai gugat pada masyarakat minangkabau. Indonesian Journal of Religion and Society, 3(2), 103–110.
Astari, T., Purwanti, K. Y., Arditama, A. Y., Subhananto, A., Nuryanti, M. S., Nyihana, E., Huda, W. N., Utami, W. T. P., & Hikmah, A. N. (2024). Ekologi Sosialisasi Anak: Perspektif Keluarga, Sekolah Dan Komunitas. Cv. Edupedia Publisher.
Fathul Jannah, S. H. (2003). Kekerasan terhadap istri. LKIS PELANGI AKSARA.
Fuad, A. (2024). Pendekatan Strategi Integratif Ishlah Rujuk Masa’Iddah Perspektif Psikoanalisis dan Sufistik. YPM.
Hadi, S. (2023). Konsep Kesetaraan Gender Perspektif M. Quraish Shihab Dan Nasaruddin Umar. Institut PTIQ Jakarta.
Insani, N. N., & Ridha, M. R. (2025). Ancaman Pergeseran Bahasa Daerah Dan Dampaknya Terhadap Keberlanjutan Warisan Budaya Di Era Global. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(5), 91–96.
Joko, D. J. S., & SH, M. H. (2021). Pengantar Hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga. KEPEL Press.
Karimullah, S. S. (2021). Konsep Keluarga Smart (Bahagia) Perspektif Khoiruddin Nasution. Tafhim Al-’Ilmi, 13(1), 75–88.
Labolo, M. (2023). Memahami ilmu pemerintahan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Megawati, H., & Maulana, H. (2024). Psikologi Komunitas: Peran Aktif Psikologi Untuk Masyarakat. Bumi Aksara.
Pranajaya, S. A. (n.d.). BAB 3 KELUARGA DALAM KONTEKS SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA. PSIKOLOGI KELUARGA, 31.
Rasdiana, R. (2022). Bias dan Kesetaraan Gender, Peranan Ganda, dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Tana Mana, 3(1), 48–62.
Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminisme. Garudhawaca.
WINANTI, R. D. W. I. (2024). PERAN PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN MAJELIS JEMAAT GKJW PESANGGARAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF FEMINIS ELIZABETH S. FIORENZA DALAM KONSEP “DISCIPLESHIP OF EQUALS.” Universitas Kristen Duta Wacana.
Wuryaningsih, N. E. W., Kep, M., Windarwati, H. D., Kep, M., Dewi, N. E. I., Kep, M., Deviantony, N. F., & Kep, M. (2020). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa 1. UPT Percetakan & Penerbitan, Universitas Jember.