Analisis Framing dan Etika Jurnalistik pada Pemberitaan Kasus Tanah Jusuf Kalla di Detik.com dan ANTARA News
DOI:
https://doi.org/10.35905/publisistikji.v2i2.15339Kata Kunci:
Framing; Robert Entman; Jusuf Kalla; Sengketa Tanah; Media daring.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dua media daring nasional, yaitu Detik.com dan ANTARA News, membingkai pemberitaan mengenai kasus sengketa tanah seluas 16,4 hektare yang melibatkan Jusuf Kalla dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) di Kota Makassar. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Jusuf Kalla menuding adanya rekayasa dan permainan mafia tanah yang merugikan pihaknya. Dalam konteks pemberitaan, masing-masing media memiliki kecenderungan berbeda dalam membangun realitas sosial di hadapan khalayak. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Robert N. Entman yang terdiri dari empat elemen utama, yaitu define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (penyebab masalah), make moral judgment (penilaian moral), dan suggest remedies (penyelesaian masalah). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi teks berita untuk melihat perbedaan konstruksi makna antara kedua media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menonjolkan sisi konflik dan kritik tajam Jusuf Kalla terhadap pihak GMTD, menampilkan narasi konfrontatif yang berfokus pada figur tokoh dan dinamika sosial-politik. Sementara itu, ANTARA News mengonstruksi isu tersebut secara lebih institusional dan prosedural, dengan penekanan pada aspek hukum, kronologi, dan proses penyelesaian melalui jalur resmi. Perbedaan framing ini menggambarkan bagaimana ideologi redaksi, gaya jurnalistik, serta orientasi media berperan dalam membentuk sudut pandang pemberitaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian framing media online di Indonesia, serta meningkatkan literasi kritis masyarakat terhadap keberagaman perspektif dalam praktik jurnalisme modern.

