Main Article Content

Abstract

Fenomena bunuh diri di kalangan mahasiswa telah menjadi isu global yang memerlukan perhatian serius, terutama dari perspektif agama Islam. Artikel ini membahas bunuh diri pada mahasiswa sebagai bentuk penyimpangan terhadap norma agama Islam, yang secara tegas melarang tindakan tersebut. Dalam Islam, kehidupan dianggap sebagai amanah yang harus dijaga, dan bunuh diri dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap ajaran agama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong mahasiswa melakukan bunuh diri, dampak yang ditimbulkan, dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti tekanan akademis, masalah pribadi, dan ekspektasi sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa, yang dalam kasus ekstrim dapat mendorong tindakan bunuh diri. Dampak bunuh diri meliputi efek psikologis dan emosional yang mendalam pada keluarga dan teman, penurunan kinerja akademis, serta gangguan pada kesehatan mental dan fisik. Upaya pencegahan yang efektif meliputi pendidikan agama yang kuat, dukungan sosial dan komunitas, keterlibatan keluarga dan teman, serta program kesehatan mental yang terintegrasi. Pendekatan berbasis nilai-nilai Islam memiliki potensi besar dalam memberikan dukungan spiritual dan emosional yang diperlukan untuk mencegah bunuh diri di kalangan mahasiswa.

Keywords

SuicideStudentsNormsReligion

Article Details

How to Cite
Mutia Fadhilah. (2025). Suicide as a Social Deviation Against Religious Norms: Bunuh Diri Sebagai Penyimpangan Sosial Terhadap Norma Agama. SOSIOLOGIA : Jurnal Agama Dan Masyarakat, 3(2), 97–108. https://doi.org/10.35905/sosiologia.v3i2.10275

References

  1. Ali, Syeda Ayat e.Zainab, and Tamkeen Saleem, ‘Psychological Autopsies: Religious and Spiritual Factors for Suicide in Cases and Controls’, Frontiers in Psychiatry, 15.October (2024), pp. 1–9, doi:10.3389/fpsyt.2024.1419669
  2. Becker, H. S, Outsiders: Studies in the Sociology of Deviance (Free Press, 1963)
  3. Cholili, Abd. Hamid, and others, ‘Pengaruh Spiritualitas Terhadap Psychological Well-Being Pada Mahasiswa’, Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling, 1.2 (2024), pp. 96–105, doi:10.33367/jtpigc.v1i2.6170
  4. Durkheim, E., Suicide: A Study in Sociology (Routledge, 2005)
  5. Hakimah, ‘Self Awareness Berbasis Nilai-Nilai Religius Dalam Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa’, Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7.2 (2024), pp. 189–200, doi:10.32528/tarlim.v7i2.2376
  6. Hirschi, T, Causes of Delinquency (University of California Press, 1969)
  7. Jihad, Fauzan Addinul, and Mohammad Zakki Azani, ‘Analysis of Student Suicide Cases in Electronic Media: Perspectives and the Role of Islamic Education’, Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 2024, pp. 2355–62, doi:10.23917/iseth.5151
  8. Kleiman, E. M., Chiurliza, B., Coppersmith, D., & Law, K. C., ‘Social Connectedness and Suicide: The Moderating Role of Loneliness and Perceived Belongingness’, Frontiers in Psychology, 5 (2024), doi:https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1367810
  9. Merton, R. K, Social Theory and Social Structure (Free Press, 1968)
  10. Park, J. Y., Kim, S. H., & Lee, H. J., ‘Social Anomie, Economic Stress, and Suicide Risk among Young Adults: Revisiting Durkheim’s Theory in the Digital Era.’, Frontiers in Psychology, 15 (2014), p. 1398456, doi:https://doi.org/10.3389/fpsyg
  11. Pratama, Heppy, Susanto, ‘Hubungan Antara Dukungan Spiritual Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa’, British Medical Journal, 2.5474 (2025), pp. 1333–36
  12. Pratiwi Rahmadani, Bintang Fitri, Ujang Rohman, and Shalahudin Ismail, ‘Silaturahmi Dan Peningkatan Kesehatan Mental Mahasiswa Pascapandemi Dalam Perspektif Hadis’, Journal of Psychology Students, 2.2 (2023), pp. 63–71, doi:10.15575/jops.v2i2.27516
  13. Ritzer, G, Sociological Theory (McGraw-Hill, 2011)
  14. Timmermans, S., Leenaars, A. A., & Stack, S., ‘Reconsidering Altruistic Suicide: Cultural, Moral, and Collective Dimensions in Modern Contexts’, Frontiers in Sociology, 9 (2024), doi:https://doi.org/10.3389/fsoc.2024.1349821
  15. Winahyu Fajar Pamungkas, and others, ‘Peran Kedewasaan Religius Terhadap Ketahanan Mental Mahasiswa Pascapandemi COVID-19’, Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 3.3 (2025), pp. 537–42, doi:10.61104/ihsan.v3i3.1299