Main Article Content

Abstract

Issue religious intolerance is one of the challenges in the life of Indonesian society today which is based on diversity both in terms of religion, race, culture, language. Of course there are differences in perspectives. Moreover, as a student who is equipped with knowledge, of course, he has critical power to convey a perception or view to others. Students are expected to be a strategic tool to internalize the values ​​of religious moderation in building tolerance. This study discusses the understanding of religious moderation and students' attitudes towards intolerance. This study uses descriptive qualitative research, namely research that describes the results of interviews in the field. Researchers took data with the method of observation, interviews, and documentation. The theory used is the theory of religious pluralism in which the understanding being taught that all religions have relative truth. Meanwhile, multiculturalism theory provides an understanding of cultural, ethnic and religious diversity. The results of this study indicate that students of the sociology of religion have understood religious moderation within the scope of the campus and within the community. They generally reject all forms of social intolerance that harm individuals or groups in the name of religion. This research can serve as a comparison to the phenomena and issues of intolerance in Islamic religious universities today.

Keywords

Religious Moderation, Students, Social Intolerance

Article Details

How to Cite
Nisar, Mahyuddin, & Muhammad Ismail. (2023). Understanding of Religious Moderation and Attitudes of Social Intolerance: Pemahaman Moderasi Beragama dan Sikap Intoleransi Sosial . SOSIOLOGIA : Jurnal Agama Dan Masyarakat, 1(2), 114–124. https://doi.org/10.35905/sosiologia.v1i2.3223

References

  1. Aripudin, Acep, “Sosiologi Dakwah” Bandung: Rosda Karya, 2013.
  2. A’la Abd, dkk, “Nilai-nilai Pluralism Dalam Islam” Bandung: Nuansa, 2005.
  3. Ahmad Haidlor Ali dan M. Taufik Hidayatulloh, “Relasi Antar Umat Beragama di Berbagai Daerah” Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2016
  4. Amin Abd Rauf Muhammad, Prinsip dan Fenomena Moderasi Islam dalam Tradisi hukum Islam Makassar: Skripsi Sarjana Universitas Islam Negeri Alauddin.
  5. Andi Azhari dan Ezi Fadilla, Menyikapi Pluralisme Agama Perspektif AlQur’an’, Jurnal: Esensia, 17.1 2016.
  6. Angwarmase Aris, “Mencari Landasan Pluralisme Belajar Pada Nurcholis Madjid” Yogyakarta: Interfidei, 2009.
  7. Arif Khairan Muhammad, Islam Moderasi: Tela’ah Komprehensif Pemikiran Wasathiyyah Islam, pespektif Al-Qur’an dan As Sunnah Menuju Islam Rahmatan Li Al-Alamin, Jakarta: Pustaka Ikadi, 2020.
  8. Azra Azyumardi, Moderasi Islam Di Indonesia Dari Ajaran, Ibadah, hingga Prilaku Jakarta: Kencana, 2020.
  9. Bashori Ahmad Dumyathi, ‘Konsep Moderat Yusuf Qardhawi: Tolak Ukur Moderasi dan Pemahaman Terhadap Nash’, Jurnal: Penelitian dan Kajian Keagamaan, 36.1 (2013).
  10. Bawono Yusuf Pandam, ‘Djohan Effendi, Ahmadiyah dan Pluralisme dalam Buku Pesan-pesan Al-Quran’, Jurnal: An-nida, 43.2 (2019).
  11. Bayhaqi Adnan, “Ummatan Wasathan Dalam Tafsir Al-Misbah: Penafsir M. Quraish Shihab Terhadap Surah Al-Baqarah ayat 143” Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Vol. 1, No. 1, (2022).
  12. Departemen Agama RI, “Al-Qur’an Dan Terjemahnya” Surabaya: Fajar Mulya, 2019 Juz 1.
  13. Dodi Limas, ‘Persoalan Kehidupan Kontemporer: Menggagas Kajian Sachedina Tentang Theologi Pluralisme’, Jurnal: Empirisma, 26.1 (2017).
  14. Effendi Djohan “Pluralisme dan Kebebasan Beragama” Yogyakarta: Interfidei, 2015.
  15. El FadKhaled Abou l, ‘Moderat dan Puritan dalam Pemikiran’, Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 11.1 (2013).
  16. El Fadl Khaled Abou, “Selamatkan Islam dari Muslim Puritan” Jakarta: Serambi, 2006.
  17. Fahri Mohamad dkk, ‘Moderasi Beragama di Indonesia’, Jurnal: Intizar, 25.2 (2019)
  18. Middya Boty, ‘Masyarakat Multikultural, Jurna: Studi Agama, 1.2 (2017).
  19. Fathorrahman, ‘Fikih Pluralisme dalam Perspektif Ulama NU’, Jurnal: Ilmu Syari’ah dan Hukum 49:1 (2015).
  20. Fitriani, Mahasiswi Semester 6, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Wawancara di IAIN Parepare tanggal 13 Juli 2022.
  21. Halimah Siti, ‘Memangkas Paham Intoleran Dan Radikalisme Melalui Pembelajaran Agama Islam Yang Bervisi Rahmatan Lil Alamin’, Jurnal: Al-Makrifat, 3.2 (2018).
  22. Hannani, Hj. ST. Aminah, Firman, “Membendung Faham Radikalisme Keagamaan: Respons dan Metode Dakwah Anregurutta se-Ajatappareng Sulawesi Selatan” Jakarta: Orbit Publishing, 2019.
  23. Hardani dkk, “Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif “ Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu, 2020.
  24. Hardianti St., “Peran Tokoh Agama Dalam Penanaman Sikap moderasi Beragama Pada Generasi Milenial di Borong Kapala Kab. Bantaeng” Makassar: Skripsi Sarjana; Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin, 2021.
  25. Hiqmatunnisa Harin dan Ashif Az-Zafi, ‘Penerapan Nilai-nilai Moderasi Islam dalam Pembelajaran Fiqih Di PTKIN menggunakan Konsep Problem Based Learn’, Jurnal: JIPIS 29.1 (2020).
  26. https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20171027/281590945816030. Diakses pada tanggal 23 November 2017.
  27. https://www.iainpare.ac.id/gelar-sekolah-moderasi-mahad-al-jamiah-hadirkan-pemateri-handal/. Diakses pada tanggal 15 Desember 2021.
  28. https://parepos.fajar.co.id/2022/07/memandang-kalimatun-sawa-di-era-metaverse-fuad-iain-parepare-gelar-seminar-nasional/
  29. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kementerian Pendidikan Dan Budaya, (2016).
  30. Kasrian Moh, “Metode Penelitian Kualitatif Cet.II” UIN Maliki Press, 2010.
  31. Kementrian Agama RI, “Moderasi Beragama” Jakarta : Badan Litbang dan Diklat kementrian agama RI, 2019.
  32. Kolis Nur, ‘Moderasi Sufistik atas Pluralitas Agama’, Jurnal:Pemikiran Keislaman dan Kemanusian, 1.2 (2017).
  33. Lesmana Robby Putra Dwi, ‘Fanatisme Agama Dan Intoleransi Pada Pengguna Media Sosial’, Jurnal: Penelitian Psikologi 9.3 (2020).
  34. Mahyuddin dkk, ‘Peran Strategis IAIN Ambon dan IAKN Ambon Dalam Merawat Toleransi Sosial dan Moderasi Beragama di Ambon Maluku’, Jurnal: Kuriositas IAIN Parepare, 13.1 (2020).
  35. Murtadlo Muhammad, “Menakar Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi” Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 2019.
  36. Nashir Haedar, “Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia”, (Bandung: Mizan-MAARIF Institute, 2013).
  37. Nugrahani Farida, “Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa” Yogyakarta: Pilar Media, 2014.
  38. Nugroho ST., ”Multikulturalisme”, Jakarta: PT. Indeks , 2009.
  39. Nurhidin Edi, ‘Strategi Implementasi Moderasi Beragama M. Quraish Shihab Dalam Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam’, Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 5.2 (2021).
  40. Osman Muhammad Fathi, Islam Pluralisme dan Toleransi Keagamaan, Jakarta selatan: PSIK Universitas Paramadina, 2006.
  41. PriyantoWidodo ro dan Karnawati, ‘Moderasi Agama dan Pemahaman Radikalisme Agama Kristen’, Jurnal: Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 15.2 (2019).
  42. Purwanto Yedi ‘Internalisasi Nilai Moderasi Melalui Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum.’ EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan. 1.2 (2019).
  43. Rencana strategis FUAD IAIN Parepare. Parepare: 2022.
  44. Rengganiasih, Wilis, Tantangan Dan Prospek Pluralisme Dalam Masyarakat Buddhis.”dalam Pluralisme Agama Di Indonesia: Harapan Untuk Perdamaian Dan Keutuhan Ciptaan Di Indonesia, ed. Mety Herry & Anwar Khairul. Yogyakarta: Institut Dian/Interfidei, 2009.
  45. Rijal Muhammad Khairul dkk, ‘Potret Moderasi Beragama di Kalangan Mahasiswa’, Pusaka: Jurnal Khazanah Keagamaan, 10.1 (2022).
  46. Rosidi Achmad, ‘Integrasi Sosial Umat Beragama dalam Penyelesaian Konflik Bernuansa Agama di Kecamatan Kepil Wonosobo’, Jurnal: Multikultural dan Multireligius 15.3 (2016).
  47. Rosyid Halimur, dkk, ‘Intoleransi, Radikalisme Dan Terorise Di Lamongan’, Jurnal: Polinter Prodi Ilmu Politik FISIP UTA’45 Jakarta, 4:1 (2018).
  48. Sachedina Abdul Aziz, “The Islamic Roots of Democratic Pluralism”, Terj. Satrio Wahono, Beda Tapi Setara Jakarta: serambi Ilmu Semesta, 2004.
  49. Saifuddin, ‘Radikalisme di Kalangan Mahasiswa (Sebuah Metamorfosa Baru)’ Analisis, 11.1 (2011).
  50. Salim dan Syahrum, “Metode Penelitian Kualitatif Konsep dan Aplikasi dalam Ilmu Sosial, Keagamaan dan Pendidikan” Bandung: Citapustaka Media, 2012.
  51. Selvia Sasmi dkk, ‘Tingkat Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terhadap Konsep Moderasi Beragama’ Jurnal:Intizar, 28.1 (2022).
  52. Setiadi Elly M. & Usman Kolip, “Pengantar Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala permasalahan Sosial Teori Aplikasi dan Pemecahannya” Jakarta: Kencana, 2011.
  53. Shihab M. Quraish, “Wawasan Al-Qur’an; Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat”, Bandung: Mizan, 2017.
  54. Shofan Moh., “Pluralisme Menyelamatkan Agam-agama” Yogyakarta: Samudra Biru, 2011.
  55. Sidiq Umar dkk, “Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan” Ponorogo: CV. Nata Karya, 2019.
  56. Siyoto Sandu dan Ali Sodik, “Dasar Metodologi Penelitian” Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015.
  57. Sugiharto Bambang, Kebudayaan dan Kondisi Post-Tradisi: Kajian Filosofis atas Permasalahan Budaya Abad ke-21 Yogyakarta: Kanisius, 2019.
  58. Suharto Babun, “Moderasi Beragama Dari Indonesia Untuk Dunia” Yogyakarta: LKIS, 2019.
  59. Suharto Toto, ‘Indonesianisasi Islam: Penguatan Islam Moderat dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, Al-Tahrir’, Jurnal: Pemikiran Islam, 17.1 (2017).
  60. Sumarto dan Emmi Kholilah Harahap, ‘Mengembangkan Moderasi Pendidikan Islam Melalui Peran Pengelolaan Pondok Pesantren, Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 4.1 (2019).