Main Article Content

Abstract

This research was conducted to find out the credit system that is allowed and prohibited in Islamic economics, the practice of buying and selling household furniture goods with a credit system carried out by the people of Kerinci Regency. This research is descriptive qualitative research. There were 9 people who became informants of credit providers and creditors. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively processed in three stages, namely data reduction, data presentation, data verification. This research found that the practice of buying and selling household furniture credit in Kerinci Regency is not in accordance with sharia principles. Although it provides convenience for the community, this system contains elements of usury through late fees, non-transparent profit margins, and a lack of understanding of sharia contracts. Low financial literacy also worsens the condition, so this practice does not fulfill the principle of maslahah in Islamic economics.

Keywords

Credit SystemFurnitureIslamic Perspective

Article Details

How to Cite
Sarmigi, E., Okataria, W., Bustami, B., Nasution, S., & Harahap, S. B. (2025). Tinjauan Sistem Jual Beli Kredit Perabotan Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi Islam di Kabupaten Kerinci: Review of the Credit Sale and Purchase System of Household Furniture in the Perspective of Islamic Economics in Kerinci Regency. Balanca : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.35905/balanca.v7i1.12979

References

  1. Abdul, Manan. (1997). Teori dan Praktik Ekonomi Islam, Yogyakarta: PT.Dana Bhakti Wakaf
  2. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi V). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. Departemen Agama Republik Indonesia. (2019). Sistem kredit yang dibolehkan dalam Islam. Departemen Agama RI.
  4. Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka
  5. Fathoni, N. (2019). Kearifan tukang kredit di Kec. Cepiring Kabupaten Kendal. At-Taqaddum: Journal of Islamic Civilization, 11(2), 101–120. https://doi.org/10.21580/at.v9i2.2061
  6. Fitriani, R., & Abdullah, M. (2021). Pengawasan otoritas keuangan daerah terhadap praktik jual beli kredit berbasis syariah. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 9 (1), 30–40.
  7. Harahap, S., & Siregar, R. (2020). Analisis pemahaman masyarakat tentang akad murabahah dalam jual beli kredit. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 8(2), 110–120.
  8. Hasanah, N. (2019). Transparansi margin keuntungan pada koperasi syariah. Jurnal Studi Ekonomi Islam, 7(1), 75–85.
  9. Kutbuddin, M. (2009). Pandangan ulama tentang jual beli secara kredit dalam perspektif ekonomi Islam. Pustaka Islam.
  10. Mardani. (2013). Fiqh Ekonomi Syariah: Fiqh Muamalah. Jakarta: Kencana, Cet.II
  11. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2015). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
  12. Moleong, J Lexy. (2000) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Remaja Rosdakarya
  13. Muhammad, A. (1998). Tafsir dari dalil larangan Rasulullah SAW tentang jual beli kredit dalam perspektif ekonomi Islam. Pustaka Ilmu.
  14. Mustikowati, R. I., Kurniawan, M. Y., & Ariyani, F. (2022). Manajemen Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 1(2). https://doi.org/10.58266/jpmb.v1i2.23
  15. Ramli, A. (2021). Praktik jual beli kredit di daerah pedesaan: Tinjauan hukum Islam. Jurnal Ekonomi Islam Nusantara, 10(1), 40–50.
  16. Rusli, Nasrun. (1999). Konsep Ijtihad al-Syaukani; Relavansinya Bagi Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia: Jakarta: Logos
  17. Sohari Sahrani. (2011). Fiqih Muamalah. Bogor: Ghalia Indonesia
  18. Sriadadi, Rizki Ahmad. (2009). Aspek Hukum Dalam Bisnis Islam: Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Surabya:Airlangga University Press
  19. Subekti. (2005). Hukum Perjanjian. Jakarta:PT Intermasa
  20. Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung:R&D Alfabeta
  21. Suhendi, Hendi. (2014). Fiqih Muamalah, Jakarta: Rajawali Pers
  22. Tim Laskar Pelangi. (2013). Metodelogi Fiqih Muamala. Kendiri: Lirboyo Press
  23. Tri Hasrida Yanti. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Terhadap Jual Beli Kredit Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam. Lampung: Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
  24. Tunuriyah. (2016). Saadd Al-Dhari’ah Terhadap Jual Beli Kredit Baju Pada Pedagang Perorangan Didesa Patoman Rogojampi Banyuwangi.
  25. Ya’kub, Hamzah. (1984). Kode Etik Dagang Menurut Hukum Islam. Bandung Diponegoro
  26. Yabasari, Nasroen. (2007). Penjamin Kredit Mengantar UKMK Mengakses Pembiyaan. Bandung: Alumni
  27. Zuhriah. (2017). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem Jual Beli Kredit Logam Mulia Di PT. Pegadaian Pesero (Studi Kasus Pegadaian Cabang Sekip Kota Palembang). Pelembang : Institut Agama Islam (IAIN)
  28. Zulkifli, M. (2022). Edukasi masyarakat terhadap jual beli kredit syariah. Jurnal Literasi Ekonomi Islam, 11(2), 55–65.