Main Article Content

Abstract





Background: Unregistered divorce is carried out without going through the official procedure at the Religious Court, making it unrecognized under state law despite being valid according to Islamic law. This situation creates various legal issues, particularly regarding the legitimacy of  registering children with the Civil Registry and Population Administration Office after such a divorce.


Purpose: This study aims to analyze the interplay between legal norms and cultural practices in unregistered divorce highlighting how these practices affect the legal identity of children and exploring their implications within both Islamic legal thought and anthropological perspectives.


Methods: This study employs an empirical juridical approach using field research methods. Primary data were obtained through interviews with community leaders, religious figures, and residents who engaged in unregistered divorces. Meanwhile, secondary data were collected from legal literature, statutory regulations, and other scholarly references. The analysis was conducted qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.


Findings: The study reveals that unregistered divorce is often legitimized by cultural consensus and religious approval at the local level, despite its non-compliance with formal legal procedures. Such practices contribute to the exclusion of children from official civil registration, limiting their access to legal rights. The findings indicate that religious authority and local customs operate as parallel legal systems, occasionally challenging the state’s regulatory framework.


Theoretical and Practical Implications: The research enriches anthropological approaches to Islamic jurisprudence by illustrating how fiqh adapts and transforms in localized contexts. Practically, it suggests the need for culturally sensitive legal reforms and community-based legal literacy programs to bridge the gap between state law and community practices.


Originality/Novelty: This study is among the first to integrate an anthropological reading of fiqh with empirical legal research on unregistered divorce in Indonesia, offering a nuanced understanding of how local Muslim communities reconcile religious norms with socio-legal realities.






 

Keywords

unregistered divorcemarriagecultural anthropologycivil registration

Article Details

How to Cite
Diningrum, A. ., & Efendi, R. . (2025). Unregistered Divorce Practices in Rural Indonesian Muslim Communities: Legal and Cultural Dimensions. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 24(1), 39–50. https://doi.org/10.35905/diktum.v24i1.14747

References

  1. Abror, K. (2020). Hukum Perkawinan dan Perceraian. Yogyakarta: Ladang Kata.
  2. Agama, K. (2019). Al-Qur'an Terjemah. Jakarta: Pustaka Lajnah.
  3. Arifin. (2025). Wawancara Tokoh Masyarakat. Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.
  4. Dewi Patimah, H. H. (Vol.13, No.2, 2022). Praktik Perceraian Di Bawah Tangan Masyarakat Desa Palipan Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin Ditinjau Dari Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974. Nalar Fiqh: Jurnal Hukum Islam.
  5. Diana Farid, d. (Vol.6, No.1, 2023). Praktik Pernikahan dan Perceraian di Bawah Tangan (Studi Kasus Faktor Penyebab dan Implikasi pada Masyarakat Sukajadi Kota Bandung). Jurnal Hukum Islam.
  6. Fani Rahmah Ningsih, Y. S. (Vol.9, No.1, 2025). Implementasi Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang PerlindunganAnak Luar Nikah Dalam Pembuatan Akta Kelahiran DI DInas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Tambusai.
  7. Febrianti, N. I. (2021). Skripsi: Perkawinan Di Bawah Tangan dan Implikasi Hukum Terhadap Istri dan Anak di Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Mataram: Universitas Negeri Mataram.
  8. Ghazali, A. R. (2003). Fiqh Munakahat. Jakarta: Prenamedia Group.
  9. Hasibuuan, Z. N. (Vol.2, No.2, 2023). Perlindungan Hukum Anak Luar Kawin Dalam Perspektif Hukum Perdata. Jurnal Notarius.
  10. Ismail, M. b. (2014). Subulussalam, Jilid 2. Jakarta: Darus Sunnah.
  11. Kustini. (2008). Perceraian Di Bawah Tangan: Peminggiran Hak-Hak Perempuan. Jakarta: Balai Litbang Agama.
  12. Laras Agreis, M. L. (2024). Kedudukan dan Hak-Hak Anak di Luar Nikah yang Statusnya Telah Diakui Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010. Jurnal Lex Privatum, Vol.14, No.3.
  13. Maimun. (Vol.9, No.1, 2022). Pernikahan Dalam Kompilasi Hukum Islam Dan Perdata. Jurnal Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syari'ah.
  14. Miftahul Ulum, S. (Vol.9, No.2, 2024). Implementasi Hukum Pencatatan Perkawinan (Pendekatan Kompilasi Hukum Islam dan Pembaharuan Hukum Kontemporer). Jurnal Kajian Hukum Islam.
  15. Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.
  16. Muslim. (2025). Wawancara Tokoh Masyarakat. Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.
  17. Muzammil, I. (2019). Fiqh Munakahat (Hukum Pernikahan dalam Islam. Tangerang: Tira Smart.
  18. Nanda Dwi Rizkia, H. F. (2023). Metode Penelitian Hukum (Normatif Empiris). Bandung: Penerbit Widiana.
  19. Nita, M. W. (2021). Hukum Perkawinan Di Indonesia. Lampung: Laduny Alifatma.
  20. Nur Aufah, Z. R. (n.d.). Pembuktian Perkara Cerai Gugat Dengan Alasan Perselisihan Atau Pertengkaran Secara Terus Menerut (Studi Pengadilan Agama Semarang Kelas IA. Jurnal Ilmiah Sultan Agung.
  21. Nurhadi. (2019). Perceraian Di Bawah Tangan Perspektif Hukum Islam dan Hukum Indonesia. Jurnal Syari'ah Dan Hukum.
  22. Putri, U. H. (Vol.3, No.3, 2024). Kontruksi Legistimasi dan Akibat Perkawinan Di Bawah Tangan: Mengulang Kawin atau Itsbat Nikah. Jurnal Hukum Ius Quina Iustum.
  23. Rahman, A. (1996). Perkawinan Dalam Syari'at Islam. Jakarta: Rineka Cipta.
  24. RI, K. A. (2018). Kompilasi Hukum Islam, Pasal 5.
  25. Ronaldo Alves, A. H. (Vol.12, No.6, 2023). Tinjauan Yuridis Terhadap Penerbitan Akta Kelahiran Anak Diluar Kawin Di DInas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Hukum Bisnis.
  26. Roosyidah, Y. D. (2023). 'Iddah dan Ihdad dalam Mazhab Syafi'i dan Hanafi. Yogyakarta: Simpang Nusantara.
  27. Salsabila, E. H. (2022). Skripsi: Kajian Talak Dalam Al-Qur'an (Studi Penafsiran Surah At-Talaq Ayat 1-7 Dalam Tafsir Al-Misbah Karya M.Quraish Shihab. Surakarta: UIN Raden Mas Said.
  28. Silviana, K. D. (Vol.8, No.3a, 2924). Pengakuan Anak Luar Kawin Dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum.
  29. Siregar, M. R. (2025). Wawancara Tokoh Masyarakat. Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara.
  30. Siregar, S. H. (Vol.3, No.2, 2024). Status Waris Anak Luar Nikah Perspektif Islam dan Adat. Jurnal of Islamic Law El Madani.
  31. Soemiyati. (2004). Hukum Perkawinan Islam Dan Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974. Yogyakarta: PT. Liberty.
  32. Soraya Devy, A. M. (Vol.2, No.2, 2018). Perceraian Nikah di Bawah Tangan Dan Pengaruhnya Terhadap Pengasuhan Anak (Studi Kasus Di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireun). Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam.
  33. Syahreza, N. Q. (2020). Metode Penelitian Hukum. Makasar: Social Politic Genius.
  34. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 & Pasal 2 Ayat (2). (n.d.).
  35. Wafa, M. A. (2019). Hukum Perkawinan Di Indonesia. Tangerang: YASMI.
  36. Yahya Ibadu Rahman, Z. A. (Vol.5, No.2, 2024). Pengakuan Status Anak Luar Kawin dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Lisyabab: Jurnal Studi Islam dan Sosial.
  37. Yuni Priskila, d. (Vol.2, No.11, 2023). Analisis Pembuktian Hukum Perceraian Di Indonesia. Pengabdian West Science.
  38. Zamroni, M. (2019). Prinsip-Prinsip Hukum Pencatatan Perkawinan Di Indonesia. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.