Isi Artikel Utama

Abstrak

Eksistensi tanah parusah menurut sebagian masyarakat adat di Maluku, bukan sebagai hak pakai melainkan sebagai tanah milik sendiri yang diberikan oleh raja atau pimpinan adat kepada mereka. Pewarisan tanah parusah di Kabpaten Seram Bagian Barat sebagian besar menggunakan sistem pewarisan kolektif yaitu dengan cara dinikmati secara bersama-bersama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yaitu penelitian hukum terkait pemberlakuan  atau implementasi ketentuan hukum normatif dalam kehidupan bermasyarkat (law in action). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bekerja hukum adat di masayarakat lewat kebiasaan-kebiasaan masyarakat adat di Kabupaten Seram Bagian Barat, khususnya dalam sistem pewarisan tanah Parusah. Berdasarkan hasil analisis peneliti berkesimpulan bahwa, Pewarisan tanah parusah yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat merupakan hukum warsis adat. Sistem Pewarisan tanah parusah di Kabupaten Seram Bagian tergantung pada kesepakatan keluarga setelah orang tuanya meninggal atau wasiat orang tua semasa hidup, sehingga harta warisan berupa tanah perusah bisa diwariskan dengan cara dibagi, kolektif maupun dengan menggunakan sistem mayorat.

Kata Kunci

Rights, Parusah Land, Inheritance

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pikahulan, R. (2024). Distinction of Inheritance of Parusah Land Rights in West Seram Regency, Province of Maluku. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 22(1), 85–97. https://doi.org/10.35905/diktum.v22i1.5075

Referensi

    1945 Constitution
    Law Number 5 of 1960 concerning Agrarian Principles
    ……Ardiwilaga, R. (1962). Indonesian Agrarian Law, New Age .
    Mr Ibrahim. (2022). Interviews with indigenous peoples [Personal communication].
    Hadikusuma, H. (2021). Customary inheritance law . PT Citra Aditya Bakti.
    Junaidi, L. (2017). Legal Sociological Study of the Inheritance of the Community of Mangkung Village, West Praya District, Central Lombok Regency. Al-IHKAM: Journal of Family Law, Department of Ahwal al-Syakhshiyyah, Faculty of Sharia, IAIN Mataram , 9 (01), 66–88.
    Liani, MNH (2021). Rights of Customary Law Communities in the Implementation of Customary Land Procurement for Development in the Public Interest. Greetings: Syar'i Social & Cultural Journal , 8 (1), 159–172.
    Marzuki, PM, & SH, M. (2021). Introduction to law . Prenada Media.
    Nurtjahtjo, H., & Fuad, F. (2010). Legal standing of customary law community units in litigation at the Constitutional Court . Salemba Humanika.
    Pikahulan, RM (2020). The Juridical Concept of Intellectual Property Rights as Waqf Property. Al-Mizan , 16 (2), 249–272.
    Riardo, R. (2019). Conversion of Ulayat Kaum Land Rights into Property Rights Through the Complete Systematic Land Registration Program in Solok City. Soumatera Law Review , 2 (2), 193–206.
    Ridwan, AF (1982). Customary land law, multi-disciplinary Pancasila cultivation . Dewaruci Press.
    Rosalina, R. (2010). The Existence Of Ultimate Rights In Indonesia. Sasi , 16 (3), 44–51.
    Sari, DP (2015). "Nyurung" Land Ownership Arrangements in Kayuagung City District, Ogan Komering Ilir District .
    Sitorus, O. (2019). Actual Conditions of Customary Land Tenure in Maluku: An Examination of the Idea of Land Registration. BHUMI: Journal of Agrarian and Land Affairs , 5 (2), 222–229.
    Soekanto, S. (2005). Indonesian Customary Law .
    Sudiyat, I. (1982). Customary Law Principles . liberty.
    Tjahjani, J. (2020). Customary Law Studies From the Perspective of Legal Sociology. Independent Journal , 8 (1), 273–280.
    Usman, AH (2020). Legal Protection of Property Rights over Indigenous Lands After the Basic Agrarian Law Comes into force. Journal of Legal Certainty and Justice , 1 (2), 60–76.