Main Article Content
Abstract
This article contains an anthropological review of Islamic law on traditional marriages in the Kaili community which carry out marriage rituals by requiring the practice of mogigi. Mogigi is the process of shaving the fine hairs around the eyebrows without changing the original structure of the eyebrows which is done on both bride and groom. Based on this custom, this study aims to describe the process of implementing the mogigi tradition in traditional marriages of the Kaili community and to explain the anthropological review of Islamic law on this tradition. This research is a qualitative research (field research) with an anthropological approach to Islamic law which accumulates the principles of Fiqhiyyah, Urf and the theory of Symbolic Interpretivism by Clifford Geertz. The data sources used by researchers consist of primary data (interviews) and secondary data in the form of books, journals and manuscripts. The results of this study concluded that the mogigi tradition is a traditional symbol of the Kaili tribe which has a symbolic meaning as a manifestation of the willingness, obedience, and belief of the bride and groom to leave all their past deeds, and be ready to face the future with fortitude. After conducting in-depth research on all aspects of adat in the mogigi tradition, it can be seen that the mogigi tradition does not conflict with Islamic law, because a taghyir (Adaptive-reconstructive) process has taken place between the local culture of the Kaili indigenous people and Islamic law resulting in the mogigi tradition. which contain cultural values and Islamic values. This research has implications for the existence of the mogigi tradition in the traditional wedding procession of the Kaili tribe which has experienced a mixture of religious and cultural values.
Keywords
Article Details
References
- Aini, Qurotu. “Hadis-Hadis Tentang Larangan Mencukur Alis.” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.
Akbar. “Pelaku Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Kayumalue, 2021.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Shahih Sunan Abu Daud , Kitab Al-Tarajul Bab Fi Silati Al-Sya’ri, No. 3638. Terj. Tajuddin Arief, Abdul Syukur, Abdul Razak, Dan Ahmad Rifa’I Usman, Sunan Abu Daud. Jakarta: Pustaka Azam, 2006.
Al-Qur’an, Yayasan penyelenggara penerjemah/pentafsir. Alqur’an Dan Terjemahannya. Surabaya: Depag RI, 1978.
Alhamidy, Abdullah. “Informan.” Wawancara, 2021.
———. “Sekjen Forum Komunikasi Masyarakat Kaili.” 2021.
Arpa. “Masyarakat Adat Kaili.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Fatimah, Siti. “Masyarakat Adat Kaili.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Ganima. “Orang Tua Adat Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Ghozali, Abdul Rahman. Fiqih Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2010.
Hakim, Abu Daud and. Hadis Nabi Muhammad, n.d.
Lisa. “Pelaku Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
M.T, Hermin. Upacara Adat Perkawinan Suku Kaili. Palu: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Sulawesi Tengah, 2001.
Marlina. “Orang Tua Adat Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Pakuli, 2021.
Mustari, A. Suryaman. Hukum Adat Dulu, Kini Dan Akan Datang. Makassar: Pelita Pustaka, 2009.
Rasyid, Soraya. “Tradisi A’rera Pada Masyarakat Petani Di Desa Datara Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa (Suatu Tinjauan Sosial Budaya)”. Rihlah Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam.” Rihlah Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam 2, no. 1 (2015): 59.
RI, Departemen Agama. Al-Qur’an Dan Terjemahannya. Jakarta, 2010.
Sharifudddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia, Antara Fiqih Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2009.
Susarante, Amrullah. “Ketua Adat Besusu.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Syafaat, Ust. “Imam Besar Masjid Besusu.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Syam, Nur. Mahzab-Mazhab Antropologi. Yogyakarta: Lkis, 2007.
References
Akbar. “Pelaku Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Kayumalue, 2021.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Shahih Sunan Abu Daud , Kitab Al-Tarajul Bab Fi Silati Al-Sya’ri, No. 3638. Terj. Tajuddin Arief, Abdul Syukur, Abdul Razak, Dan Ahmad Rifa’I Usman, Sunan Abu Daud. Jakarta: Pustaka Azam, 2006.
Al-Qur’an, Yayasan penyelenggara penerjemah/pentafsir. Alqur’an Dan Terjemahannya. Surabaya: Depag RI, 1978.
Alhamidy, Abdullah. “Informan.” Wawancara, 2021.
———. “Sekjen Forum Komunikasi Masyarakat Kaili.” 2021.
Arpa. “Masyarakat Adat Kaili.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Fatimah, Siti. “Masyarakat Adat Kaili.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Ganima. “Orang Tua Adat Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Ghozali, Abdul Rahman. Fiqih Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2010.
Hakim, Abu Daud and. Hadis Nabi Muhammad, n.d.
Lisa. “Pelaku Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
M.T, Hermin. Upacara Adat Perkawinan Suku Kaili. Palu: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Sulawesi Tengah, 2001.
Marlina. “Orang Tua Adat Tradisi Mogigi.” wawancara oleh penulis di Pakuli, 2021.
Mustari, A. Suryaman. Hukum Adat Dulu, Kini Dan Akan Datang. Makassar: Pelita Pustaka, 2009.
Rasyid, Soraya. “Tradisi A’rera Pada Masyarakat Petani Di Desa Datara Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa (Suatu Tinjauan Sosial Budaya)”. Rihlah Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam.” Rihlah Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam 2, no. 1 (2015): 59.
RI, Departemen Agama. Al-Qur’an Dan Terjemahannya. Jakarta, 2010.
Sharifudddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia, Antara Fiqih Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2009.
Susarante, Amrullah. “Ketua Adat Besusu.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Syafaat, Ust. “Imam Besar Masjid Besusu.” wawancara oleh penulis di Besusu, 2021.
Syam, Nur. Mahzab-Mazhab Antropologi. Yogyakarta: Lkis, 2007.
