Main Article Content

Abstract





Penelitian ini menginvestigasi peran dan signifikansi sertifikat Elsimil dalam konteks administrasi perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Selatan, Gorontalo, Indonesia. Dengan mengadopsi pendekatan sosiologis, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan calon pengantin, petugas KUA dan tokoh agama setempat, serta analisis dokumen terkait kebijakan dan regulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sertifikat Elsimil memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting, memberikan pendampingan kepada calon pengantin, dan memastikan kelayakan untuk melangsungkan pernikahan. Namun, tantangan implementasinya adalah kurangnya informasi yang merata di masyarakat dan rendahnya pemahaman calon pengantin menunjukkan perlunya penyuluhan yang lebih massif dan intensif. Implikasinya mencakup perlunya perubahan regulasi administrasi perkawinan, tata kelola administrasi perkawinan, dan peningkatan  penyuluhan efektif di masyarakat. Penelitian ini menjadi referensi bagi masyarakat terhadap evaluasi kebijakan dan program edukasi guna mendukung hak dan kewajiban calon pengantin demi kesejahteraan generasi mendatang.





Keywords

elsimilperkawinanhukum Islam

Article Details

How to Cite
Bukido, R., Subeitan, S. M. ., Sutrisno, M. ., Kolopita, A. F. ., & Tumiwa, A. J. (2024). Elektronik Siap Nikah, Siap Hamil (Elsimil): Peluang dan Tantangannya di Masyarakat. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 22(2), 107–119. https://doi.org/10.35905/diktum.v22i2.8925

References

    Abd Hak, N., Md Said, M. H., Md Hashim, N., & Che Soh, R. (2017). Cross-border marriages: Socio-legal knowledge among Muslims in Malaysia. Pertanika Journal Social Sciences & Humanities, 25, 135–144.
    Barden-O’Fallon, J. (2017). Availability of family planning services and quality of counseling by faith-based organizations: a three country comparative analysis. Reproductive Health, 14, 1–11.
    Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., De Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & others. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
    Brown, K. H., Peerson, J. M., Rivera, J., & Allen, L. H. (2002). Effect of supplemental zinc on the growth and serum zinc concentrations of prepubertal children: a meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 75(6), 1062–1071.
    Cense, M., de Neef, M., & Visscher, W. (2018). Culture, religion and sexual and reproductive health & rights. The Neeterlands: Rutgers. View.
    Darmawan, A. P., & Kurniawan, R. F. (2023). Sertifikat Elsimil Jadi Syarat Wajib Menikah, Ini Cara Mendapatkannya.
    Dermawan, A., Kifti, W. M., Amalia, A., & Sumarlin, S. (2023). Aplikasi Elektronik Siap Nikah Dan Hamil Bagi Masyarakat. Jurnal Pengabdian Harapan Bangsa, 1(2), 87–92.
    Efevbera, Y., Bhabha, J., Farmer, P. E., & Fink, G. (2017). Girl child marriage as a risk factor for early childhood development and stunting. Social Science & Medicine, 185, 93.
    Flekkøy, M. G., & Kaufman, N. H. (1997). The participation rights of the child: Rights and responsibilities in family and society (Vol. 4). Jessica Kingsley Publishers.
    Kehi, D. C. (2022). Stunting in Indonesia: A Critique of Agricultural Homogenization. Frederick S. Pardee School of Global Studies. https://sites.bu.edu/pardeeatlas/advancing-human-progress-initiative/stunting-in-indonesia-a-critique-of-agricultural-homogenization/
    Kozuki, N., Lee, A. C., & Katz, J. (2012). Moderate to severe, but not mild, maternal anemia is associated with increased risk of small-for-gestational-age outcomes. The Journal of Nutrition, 142(2), 358–362.
    Lisnarini, N., Suminar, J. R., & Setianti, Y. (2022). BKKBN Communication Strategy on Elsimil Application as a Media for Stunting Prevention in Indonesia. Proceedings Of International Conference On Communication Science, 2(1), 704–713.
    Magezi, V. (2016). A proposition for an integrated church and community intervention to adolescent and youth sexual reproductive health challenges. HTS: Theological Studies, 72(2), 1–9.
    Rokom. (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. Kemenkes RI. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/
    Setyawan, E., Huda, M. C., Muamar, A., Sukardi, D., & Pangestu, M. F. R. (2023). Legal Age for Marriage: SDGs and Maslahah Perspectives in Legal Policy Change in Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 183–198.
    Sezgin, Y. (2023). Muslim Family Law Reform: Understanding the Difference between Muslim-Majority and Muslim-Minority Jurisdictions. Journal of Law, Religion and State, 1(aop), 1–34.
    Sulandjari, R., Wulan, H. S., Amboningtyas, D., & Hasiholan, L. B. (2023). Efektifitas Komunikasi Media Sosial Dalam Memahami Peran Elsimil Untuk Menekan Angka Stunting Di Indonesia. Jurnal Egaliter, 7(12).
    Sumantri, S., Rahmat, R., & Dermawan, A. (2023). Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Aplikasi Elsimil Bagi Masyarakat Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 11108–11117.
    Supraptiningsih, U. (2021). Pro and Cons Contestation on The Increase of Marriage Age in Indonesia. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 5(1), 232–251.
    UNICEF. (2021). From the first hour of life: making the case for improved infant and young child feeding everywhere. UN: The United Nations.
    Unnithan, M. (2019). Fertility, health and reproductive politics: Re-imagining rights in India. Routledge.
    Winarni, A. T., & I’tiskom, N. M. (2023). Inovasi Pelayanan (ELSIMIL) Pada Pelayanan Program Keluarga Berencana di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Public Service and Governance Journal, 4(2), 150–166.
    Wodon, Q. (2015). Islamic law, Women’s rights, and state law: the cases of female genital cutting and child marriage. The Review of Faith & International Affairs, 13(3), 81–91.
    World Health Organization. (2023). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience: screening, diagnosis and treatment of tuberculosis disease in pregnant women. Evidence-to-action brief: Highlights and key messages from the World Health Organization’s 2016 global. World Health Organization.