Optimalisasi Zakat Profesi Guru ASN
Peran UPZ, Pemotongan Langsung, dan Sosialisasi BAZNAS Parepare
DOI:
https://doi.org/10.35905/ijaza.v3i2.13322الكلمات المفتاحية:
zakat profesi، guru ASN، BAZNAS، pemberdayaan ekonomi، Parepareالملخص
Penelitian ini membahas optimalisasi pengumpulan zakat profesi di kalangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Parepare, dengan menyoroti peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemotongan zakat secara langsung dari gaji, dan program sosialisasi BAZNAS. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di BAZNAS Parepare. Hasil penelitian menunjukkan potensi zakat profesi guru ASN sangat besar, diperkirakan mencapai Rp2.706.480.000 per tahun, namun realisasi pada tahun 2022 hanya sekitar Rp600.000.000. Kesenjangan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang kewajiban zakat, kendala ekonomi, serta tersebarnya dana zakat ke berbagai lembaga amil zakat. BAZNAS Parepare telah melakukan langkah strategis, seperti pembentukan UPZ di instansi pemerintah, pemotongan zakat langsung dari gaji, dan sosialisasi intensif untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan. Dana zakat yang terkumpul disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), dengan fokus pada program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan modal usaha dan sarana produktif bagi mustahik. Program ini terbukti berdampak positif, di mana sebagian mustahik berhasil menjadi muzakki. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi zakat profesi, khususnya dari guru ASN, dapat berkontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi di Parepare. Diperlukan upaya lanjutan untuk meningkatkan literasi zakat, memperkuat regulasi, dan inovasi metode penghimpunan zakat agar dampaknya semakin optimal.


