Logika Kemaslahatan Dan Kemudaratan Cerai Gugat
DOI:
https://doi.org/10.35905/hukamaa.v3i2.14767الكلمات المفتاحية:
cerai gugat, kemaslahatan, kemudaratan, hukum Islam, maqashid syariahالملخص
Cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh istri merupakan fenomena yang terus meningkat dalam masyarakat modern. Salah satu isu yang menjadi tema para pejuang hak-hak kesetaraan Perempuan adalah bagaiman hak untuk bercerai itu bukan hanya dimiliki oleh pihak suami tetapi isteri juga sejatinya memiliki hak yang sama. Artikel ini membahas cerai gugat melalui perspektif logika kemaslahatan (manfaat) dan kemudaratan (kerugian) dalam konteks hukum Islam dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif dengan studi literatur sebagai metode utama. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa cerai gugat dapat dipandang sebagai solusi maslahat ketika pernikahan telah menjadi sumber madharat seperti kekerasan, pengabaian, atau hilangnya hak-hak dasar istri. Namun, cerai juga dapat membawa dampak negatif, terutama terhadap anak dan stabilitas sosial, jika tidak dikelola dengan bijak. Dengan demikian, penilaian terhadap cerai gugat harus mempertimbangkan prinsip-prinsip maqashid syariah agar dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan.
المراجع
Abd Rahman. Perempuan Antara Idealitas dan Realitas Masyarakat Perspektif Hukum Islam.Cet. I. Makassar: Alauddin University Press, 2014.
Abu Yasid. Logika Ushul Fiqh. Cet. I. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Ahmad Sabiq Bin Abdul Latif Yusuf. Kaedah-Kaedah Praktis Memahami Fiqih Islam.
Ali Ahmad Al-Nadwi. Al-Qawaid al-Fiqhiyyah. Damaskus: Dār al-Qalam, 1994.
Al-Qaradawi, Yusuf. Halal dan Haram dalam Islam. Terj. Muhammad al-Baqir. Jakarta: Robbani Press, 2000.
Al-Qaradawi, Yusuf. Al-Ijtihad al-Mua’sir. T.t.p: Dar at-Tauzi wa an-Nasyr al-Islamiyah, 1994.
Al-Qaradawi, Yusuf. Fiqih Maqashid Syariah. Terj. Arif Munandar Riswanto. Cet. II. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2004.
Al-Qaradawi, Yusuf. Retorika Islam. Terj. M. Abdillah Noor Ridlo. Cet. I. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2007.
Al-Syatibi, Ibrahim. Al-Muwafaqat fi Usul al-Syari'ah. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1997.
Artiyanto. Kaidah-Kaidah Fikih: Sebuah Aplikasi dalam Bidang Muamalat dan Ekonomi Islam. Banda Aceh: Bandar Publishing, 2017.
Bakhtiar, A. Filsafat Ilmu. Cet. II. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.
Eko Siswanto. Deradikalisasi Hukum Islam Dalam Perspektif Maslahat. Yogyakarta, 2012.
Helmi Basri. Teori Maalaatul Af’aal: Solusi Problematika Kontemporer dalam Bingkai Maqashid Syari’ah. Ed. 1. Cet. I. Jakarta: Kencana, 2021.
Ibn Manzur. Lisan al-‘Arab. Cet. III, Juz II. Beirut: Dar Sadir.
Ibn Qudamah. Al-Mughni. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1997.
Sunan Abu Daud. Nomor 2226. Juz 2. Beirut: Dar al-Risalah al-‘Alamiyyah.
Undang-Undang Peradilan Agama dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Yogyakarta: Graha Pustaka Yogyakarta.
Wahbah al-Zuhaili. Al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu. Terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk. Jakarta: Gema Insani, 2011.
.gif)