Analisis Fenomena Marriage is Scary Pada Kalangan Mahasiswa IAIN Parepare: Dampak Psikososial dan Media Sosial terhadap Kesiapan Pernikahan

Penulis

  • Ahmad Alimuddin IAIN Parepare
  • Rezki Amaliah Syafruddin IAIN Parepare

DOI:

https://doi.org/10.35905/al-hukamaa.v3i3.16317

Kata Kunci:

gamophobia, generasi Z, kesiapan pernikahan, Marriage is Scary, media social

Abstrak

Fenomena "Marriage is Scary" semakin marak di kalangan generasi Z Indonesia, termasuk mahasiswa IAIN Parepare, di mana pernikahan dipersepsikan sebagai ancaman terhadap kebebasan pribadi, stabilitas emosional, dan kemandirian finansial. Urgensi penelitian ini didasarkan pada penurunan drastis angka pernikahan nasional menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari sekitar 2,21 juta pada 2013 menjadi 1,58 juta pada 2023 dan sekitar 1,48 juta pada 2024, yang berdampak pada dinamika demografis, tingkat kelahiran, serta stabilitas keluarga masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah semi-urban seperti Parepare. Rumusan masalah mencakup manifestasi fenomena tersebut dalam persepsi mahasiswa, faktor psikososial utama seperti kecemasan komitmen, gamophobia, trauma pengalaman negatif, dan tekanan ekonomi-sosial, pengaruh media sosial dalam memperkuat narasi negatif, serta interaksi dengan nilai-nilai agama Islam tradisional.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik dengan metode fenomenologis dan sosiologis, data primer dari wawancara mendalam dan observasi terhadap 10-15 mahasiswa generasi Z aktif IAIN Parepare (usia 18-25 tahun), serta data sekunder dari literatur dan konten media sosial. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena "Marriage is Scary" bermanifestasi kuat melalui sikap skeptis dan penundaan pernikahan, didorong oleh faktor psikososial dominan serta amplifikasi narasi negatif di TikTok dan Instagram. Interaksi dengan nilai Islam menciptakan dilema ambivalen, meskipun sebagian mahasiswa mengembangkan strategi adaptif. Kesimpulan menegaskan perlunya pendidikan pra-nikah kontekstual dan literasi media di perguruan tinggi Islam untuk menyeimbangkan pengaruh digital dengan ajaran agama, guna mengurangi dampak fenomena ini terhadap tren penurunan pernikahan nasional.

Biografi Penulis

Ahmad Alimuddin, IAIN Parepare

Manusia Biasa 

Referensi

Abdullah, Suparman, Hariashari Rahim, Hadrian Febriana, and Ridwan Syam. Perilaku Dan Aktualisasi Mahasiswa Di Era Digital Dan Media Sosial. Unhas Press, 2024.
Aini, Kurrota. Perkembangan Gender Dalam Perspektif Psikologi-Jejak Pustaka. Jejak Pustaka, 2024.
Ajra, Nabila Atika, Mela Desina, and Yuliana Intan Lestari. “Shifts in Modern Commitment: The Phenomenon of Fear of Marriage and Childfree from an Evolutionary Psychology Perspective.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 3, no. 5 (2025): 521–29.
Aldisa, Nabila Zahwa. “The Early Marriage From The Perspective Of Islamic Law And Its Impact.” Qanuni: Journal of Indonesian Islamic Family Law 3, no. 01 (2025): 41–58.
Anggraeny, Devalucia Dwi. Pernikahan Generasi Millennial; Seni Pacaran Setelah Menikah. Elex Media Komputindo, 2017.
Asyari, Nuraleina Putri, and Herlina Suksmawati. “Tren ‘Marriage is Scary’ Di TikTok: Analisis Resepsi Perempuan Generasi Z.” Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran Dan Penelitian 11, no. 2 (2025). https://doi.org/10.52434/jk.v11i2.42714.
Author. “Observasi Mahasiswa Dan Mahasiswi IAIN Parepare.” Parepare, 2025.
. “Wawancara Mahasiswa Dan Mahasiswi IAIN Parepare.” Parepare, 2025.
Fadeli, Muhamad. Filsafat Komunikasi: Konstruksi Makna Digital. Jakad Media Publishing, 2025.
Fajar. “Angka Pernikahan Di Indonesia Turun Drastis, Kemenag Imbau Generasi Muda.” 2025.
Fakih, M Faesal, and Budiawan A Sidik. “Fenomena Generasi Muda Lebih Takut Miskin Daripada Takut Tidak Menikah.” Kompas.Id. 2025. https://www.kompas.id.
Fathony, Moh Rosil. “Forms of Husband and Wife Relationships in the Context of Differences in Economic Status and Their Impact on Household Harmony (Case Study in Masbagik District, East Lombok Regency).” Al-Afkar, Journal For Islamic Studies 8, no. 1 (2025): 758–72.
Fauziyah, Sofi, Ahmad Zainuddin, Mukhid Masruri, and Miftara Ainul Mufid. “(Studi Kajian Tematik) SOLUSI FENOMENA ‘MARRIAGE IS SCARY’ PERSPEKTIF AL QUR’AN: Studi Kajian Tematik.” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 10, no. 01 (2025): 237–52.
Firdaus, Muhammad Irfan, and Lilik Andaryuni. “The Forms of Gender Injustice in Family Relations.” International Journal on Advanced Science, Education, and Religion 8, no. 2 (2025): 437–44.
Hijrianti, Udi Rosida, Loso Judijanto, Nur Isma Dewi, Emma Yuniarrahmah, Riana Sahrani, Ditta Febrieta, Mutoharoh Mutoharoh, and Irma Dasi. Psikologi Keluarga Kontemporer: Dinamika, Tantangan, Dan Intervensi Di Era Digital. PT. Green Pustaka Indonesia, 2025.
Inayah, Arifatun. “Implikasi Konten Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Minat Menikah Di Kalangan Remaja Desa Kampil Kecamatan Wiradesa Perspektif Maṣlaḥah Mursalah.” UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, 2024.
Iqbal, Muhammad. Psikologi Pernikahan: Menyelami Rahasia Pernikahan. Gema Insani, 2020.
Karimah, Karimah. “Literasi Pendidikan PraNikah Di Tengah Kecenderungan Married Is Scary: Kajian Netizen Tik Tok.” Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi 2, no. 2 (2025): 96–106.
Khotimah, Umi Khusnul. Fikih Remaja Usia Nikah. Nawa Litera Publishing, 2024.
Kurnianingrum, T P. “Urgensi Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga.” Info Singkat 17, no. 1 (2025): 1–5.
Kusno, Ferdy. Kebudayaan Dalam Lensa Sosiologi. Penerbit Adab, 2023.
Lazaro, Louis G. “Long-Term Effects of Algorithm-Driven Content Consumption on Youth Development and Psychological Perceptions,” n.d.
Mau, Angela Florida. “Tantangan Perkawinan Di Tengah Perubahan Sosial: Perspektif Keluarga Kontemporer.” RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan 3, no. 1 (2025): 91–107.
Nahda, Hanan, Hayu Stevani, Adjeng Rizka Suwarnoputri, Naila Najah Putriviandi, Nasywa Nurjihan, Amanda Setiawan, and Syifa Kautsar. “Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Konsep Kesiapan Pernikahan.” Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling 10, no. 1 (2024): 1–21.
Nurfadiana, Nurfadiana. “Analisis Fenomena Gamophobia Pada Generasi Muda Perspektif Maqāṣid Al-Syarī’ah: Studi Kasus Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.” Universitas Islam Negeri Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri, 2025. http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/30178.
Nurviana, Dinda. “Tantangan Psikososial Quarter-Life Crisis Mahasiswa S2 MIAI UII Tahun Akademik 2022-2024: Studi Implementasi Teori Perkembangan Erik Erikson Dalam Kehidupan Akademik Dan Sosial.” Universitas Islam Indonesia, 2025.
Oktaviani, Dwi. “ANALYSIS OF THE MARRIAGE IS SCARY PHENOMENON AMONG GENERATION Z.” Sahaja: Journal Sharia and Humanities 4, no. 1 (2025): 422–39.
Pormadi Simbolon, S S, and M Fil. Pemikiran Zygmunt Bauman: Problematika Dan Prospek Kehidupan Terfragmentasi Masyarakat Posmodern. PT Kanisius, n.d.
Prayitno, Daru, and A Kumedi Ja’far. “Interpretasi Hukum Islam Terhadap Tren Menunda Pernikahan: Perspektif Hukum Keluarga Dan Tantangan Sosial.” Bulletin of Islamic Law 2, no. 1 (2025): 21–28.
Putri, Runita Agustia. “Gen Z Memilih Untuk Menunda Nikah: Sudut Pandang Generasi Z Terhadap Pernikahan.” 2025.
Rahman, Fauzie, Neka Erlyani, Anggun Wulandari, and Alfito Dodi Forsatama Akbar. MEMBANGUN KESIAPAN REMAJA: STRATEGI PENDEWASAAN USIA PERNIKAHAN. Uwais Inspirasi Indonesia, 2025.
Rahmawati, Natasya. “Fenomena Marriage is Scary Dan Dampaknya Terhadap Kesiapan Menikah Mahasiswa Generasi Z: Studi Pada Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Ponorogo Perspektif Interaksionisme Simbolik.” Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2025. http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/32418.
Riska, Herliana, and Nur Khasanah. “Faktor Yang Memengaruhi Fenomena Menunda Pernikahan Pada Generasi Z.” Indonesian Health Issue 2, no. 1 (2023): 48–53. https://doi.org/10.47134/inhis.v2i1.44.
Salsabila, Nabila. “Hubungan Antara Penggunaan Media Sosial Dengan Kecemasan Terhadap Pernikahan Pada Generasi Z Di Fakultas Psikologi UNISSULA Angkatan 2021.” Universitas Islam Sultan Agung, 2025. https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/41959.
Satriyanto, Hawa Mutiara, and Witia Oktaviani. “Analisis Dampak Fenomena ‘Marriage is Scary’ Terhadap Minat Menikah Di Kecamatan Serang Baru, Bekasi.” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial 19, no. 2 (2025). https://doi.org/10.56997/almabsut.v19i2.2392.
Taufiqurrahman, Imam. “PERSEPSI MAHASISWA GEN-Z TERHADAP KONTEN STANDAR TIKTOK ‘MARRIAGE IS SCARY’(Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Angkatan 24).” Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial 11, no. 6 (2025): 121–30.
Tirta, Emanuella Bungasmara Ega. “Fenomena Baru Di RI: Istri Ramai-Ramai Gugat Cerai Suami, Ada Apa?” 2025. https://www.cnbcindonesia.com/research/20251026105301-128-679268/fenomena-baru-di-ri-istri-ramai-ramai-gugat-cerai-suami-ada-apa.
Tirta, Kania Dewi, and Sinta Nur Arifin. “Studi Fenomenologi: Marriage is Scary Pada Generasi Z.” Teraputik: Jurnal Bimbingan Dan Konseling 8, no. 3 (2025). https://doi.org/10.26539/teraputik.833675.
Tsaqib, Muhammad, and Ahmad Fathonih. “Kajian Dan Telaah Kritis Dan Hadits Tentang Mengatasi Konflik Keluarga.” J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah 3, no. 1 (2023): 293–302.
Ulfa. “Penyebaran Kasus Perselingkuhan Melalui Media Sosial TikTok Perspektif Sadd Al-Żarī‘Ah.” Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2025.
Yakin, Ainul, and Syamsul Ma’arif. “Ketimpangan Hak Dan Kewajiban Pasangan Mahasiswa Prespektif Kompilasi Hukum Islam: Studi Kasus Pasangan Suami Istri Mahasiswa Universitas Nurul Jadid.” USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 2 (2025): 193–208.
Yani, Rindi. “Tren Ketakutan Menikah (Marriage is Scary) Di Kalangan Generasi Z Pengguna Aplikasi TikTok Perspektif Saddu Al-Dhari’ah.” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2025. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/80447.
Zuhri, Achmad Muhibin. Beragama Di Ruang Digital; Konfigurasi Ideologi Dan Ekspresi Keberagamaan Masyarakat Virtual. Nawa Litera Publishing, 2021.

Diterbitkan

2026-01-01