Dilema Kecepatan dan Akurasi Jurnalisme Digital dalam Perspektif Teori Media Baru
DOI:
https://doi.org/10.35905/publistikji.v2i1.14659الملخص
Cara kerja media massa kini mengalami perubahan yang signifikan seiring berkembangnya teknologi digital, terkhusus pada pemberitaan online. Di sisi lain, yang menjadi bagian utama dalam menyampaikan suatu informasi adalah pada kecepatan publikasi dan pembacanya. Namun keakuratan informasi pun bisa saja terancam akan kecepatan dalam pempublikasian. Sehingga hal tersebutlah yang menjadikan media dilanda dilema akan hal etis dan profesional dalam pemberitaannya, utamanya menjadi urutan pertama menyampaikan berita di tengah persaingan yang ketat. Artikel ini mengkaji bagaimana media online seperti Kompas.com dan Liputan6 menghadapi dilema antara kecepatan dan ketepatan informasi pada. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis isi pemberitaan dari kedua media. Teori Media Baru digunakan sebagai lensa analisis untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi seperti penggunaan chatbot, AI, dan sistem notifikasi mempengaruhi cara kerja redaksi, distribusi berita, serta proses verifikasi informasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun teknologi mempercepat proses penyampaian berita, media tetap bergantung pada verifikasi manual dan kontrol editorial manusia agar akurasi tetap terjaga. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak serta-merta menggantikan peran manusia dalam jurnalisme, melainkan harus dijadikan alat bantu untuk mendukung prinsip-prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian jurnalistik digital dengan menyoroti pentingnya integrasi teknologi yang bijak dan etis dalam praktik media daring. Selain itu, penelitian ini juga memberi gambaran tentang bagaimana media arus utama di Indonesia beradaptasi dengan tuntutan era digital tanpa mengorbankan integritas pemberitaan.




