Kebebasan Pers dalam Transisi Demokrasi: Studi Kasus Indonesia Pasca-Reformasi
DOI:
https://doi.org/10.35905/publistikji.v2i1.14655الكلمات المفتاحية:
kebebasan pers; transisi demokrasi; Reformasi; jurnalisme; Indonesiaالملخص
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebebasan pers dalam konteks transisi demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi 1998. Kejatuhan rezim Orde Baru menandai perubahan besar dalam struktur politik Indonesia, termasuk terbukanya ruang bagi kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber sekunder, terutama artikel jurnal ilmiah, laporan lembaga pemantau pers, dan dokumen peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun secara normatif kebebasan pers di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan. Ancaman terhadap jurnalis dalam bentuk kekerasan fisik, intimidasi, serta kriminalisasi masih sering terjadi. Selain itu, konsentrasi kepemilikan media di tangan segelintir elit politik dan ekonomi turut memengaruhi independensi redaksi serta keberagaman konten informasi yang tersedia untuk publik. Di era digital, tantangan semakin kompleks dengan diberlakukannya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang dalam praktiknya sering digunakan untuk menjerat pengguna media sosial dan jurnalis yang kritis. Temuan ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih berada dalam proses konsolidasi yang belum sepenuhnya matang. Oleh karena itu, perlindungan hukum yang lebih kuat, komitmen etika jurnalistik, serta budaya demokrasi yang terbuka perlu terus diperkuat untuk memastikan pers tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga demokrasi.
المراجع
Hill, D. T. (2011). The Press in New Order Indonesia. University of Western Australia Press.
Nugroho, Y., Putri, D. A., & Laksmi, S. (2012). Mapping the Landscape of the Media Industry in Contemporary Indonesia. Centre for Innovation Policy and Governance.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI). (2023). Laporan Tahunan: Kekerasan terhadap Jurnalis di Indonesia. Diakses dari https://aji.or.id
LBH Pers. (2022). Tren Pelanggaran Kebebasan Pers di Indonesia. Diakses dari https://lbhpers.org
Reporters Without Borders (RSF). (2023). World Press Freedom Index – Indonesia. Diakses dari https://rsf.org
Freedom House. (2022). Freedom in the World Report: Indonesia. Diakses dari https://freedomhouse.org
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Paramitha, D. (2020). Kebebasan Pers dan Demokrasi di Indonesia: Antara Regulasi dan Intimidasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 45–60.
Fitriyah, N. (2021). Pers, Politik, dan Pemilik Modal: Studi Kritis tentang Independensi Media di Indonesia. Jurnal Komunikasi Global, 10(2), 134–148.
Tapsell, R. (2015). Platform Politics: Indonesian Media and the Formation of a Digital Public. Continuum: Journal of Media & Cultural Studies, 29(2), 198–208.
Haryanto, I. (2011). Regulasi Media di Indonesia: Antara Kebebasan dan Kepentingan Politik. Jurnal Komunikasi Indonesia, 2(1), 23–38.
Hanitzsch, T. & Hidayat, D. N. (2012). Journalism and Journalism Education in Indonesia: Facing a Dual Challenge. Journalism Studies, 13(4), 473–488.
Kusumaningrat, S. R. (2010). Pers Indonesia: Suatu Tinjauan Sejarah dan Hukum. Remaja Rosdakarya.
Sudibyo, A. (2004). Politik Media dan Pertarungan Wacana. LKiS.
Yulianti, N. (2019). Ancaman Terhadap Kebebasan Pers dalam Demokrasi: Studi atas Perkembangan Kasus-Kasus Kriminalisasi Jurnalis. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 21(2), 145–161.




