Dialog antara Nabi Sulaiman dengan Semut dalam Surah An-Naml (Analisis Makna Kontekstual)
Keywords:
Dialog, Semantik, Surah An NamlAbstract
This thesis discusses the Dialogue between Prophet Solomon and Ants in Surah An-Naml (Study of Contextual Meaning). The core of this discussion is about Dialogue and Analysis of Contextual Meaning, with the formulation of the problem as follows: Forms of dialogue and forms of contextual meaning in the dialogue of Prophet Solomon with ants in the Qur'an.
This research is qualitative researchdescriptive. This means that this research examines and describes the dialogue between the Prophet Solomon and ants in the Koran, especially regarding the dialogue format and contextual meaning. The approach used by researchers is a linguistic-semantic approach by analyzing the problems to be studied. The data collection technique is carried out through documentation by searching library research data to obtain scientific information collected through literature review as a reference for problems deemed appropriate, namely by searching for data related to the researcher's title. In analyzing data, researchers used qualitative methods.
The results of this research show that of the many dialogues in the Koran, the dialogue of the Prophet Solomon is the most unique. Because he was one of the Prophets who was given the privilege of being able to speak directly with other creatures. In research that researchers examined in the Qur'an, researchers found elements of dialogue in surah an-Naml verses 17-19, namely; prologue, monologue, dialogue. There are 3 forms of dialogue, including; 1.) Indirect dialogue between Prophet Solomon and Allah, 2.) Direct dialogue between ants and fellow ants and 3.) Indirect dialogue between Prophet Solomon and ants. Meanwhile, the form of contextual meaning in verse 18 has 3 contextual changes, while in verse 19 there are 2 contextual changes
References
Al-Qur’an al-Karim dan Terjemahannya
Abd al-jalil, Manqur, “ilm al-Dilalah(Usuluhu wa mabahisuhu fi al-Turas al-Arabi)
An-Nahlawi Abdurrahman, Prinsipprinsip dan Metode Pendidikan Islam (Suntingan) oleh M.D. Dahlan dan M.I. Soelaeman (Bandung: C.V. Diponegoro, 1989)
Aminuddin, Semantik Pengantar Studi Tentang Makna, Penerbit Sinar Baru Algensindo Bandung: 2022
Al-Mahalli Jalaluddin Imam, As-Suyuthi Jalaluddin Imam, Terjemahan Tafsir Jalalain Asbabun Nuzuul Ayat. Terj Bahrun Abubakar, L.C.(Bandung; Sinar Baru Algesindo. 2019)
Al-Jalil Abd Manqur, Ilm al-Dilalah (Uṣuluhu wa Mabaḥiṡuhu fi al-Turaṡ al-„Arabi) 2018
Amrulloh Afif Muhammad, Himmah Hizmatul Ro’fat, Analisis perubahan morfologis pembentukan ta’rib dan pembelajaran, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; desember 2017
Amaliyah Resky Nur, Skripsi dialog pada kisah Nabi Musa dan Nabi Harun dalam Al-Quran (Suatu analisis makna kontekstual),Parepare 2022
Al-Khalidy Shalah, Kisah-Kisah Al-Qur’an Pelajaran Bagi Orang-Orang Terdahulu, (Jakarta: Gema Insani, 1999)
Chaer Abdul, Pengantar Semantik Bahasa Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013)
Chirzin Muhammad, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, (Yogyakarta: Dana Bakti Primayasa, 2003)
Djajasudarma Fatimah, Semantik I: Pengantar ke Arah Ilmu Makna (Cet. II; Bandung: PT Refika Aditama, 1999)
Hamsa, “al-Hiwar dalam Surah Yusuf (Suatu Analisis Makna Kontekstual)”, Tesis, Makassar: 2015
Himmah Faiqatul Farah, Model komunikasi nabi Sulaiman dengan binatang-binatang; dalam prespektif tafsir al-Misbah, Surakarta, 21 Desember 2020
Hamid bin Abdullah bin Saleh, Usul al-Hiwar wa Adabuhu Fi al-Islam (cet. 1;JeddahMekah: Dar al-Manar, 2014)
Ibnu katsir Ibnu Fada’ al hafidz. Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim Darul Kutub al-Imiah, bairut 2002
Irawan Rudi, Perubahan fonologis dan morfologis kata serapan sunda dari Al-Qur’an dan pemanfaatannya dalam pembelajaran bahasa Arab, Alsuniat: Jurnal penelitian bahasa, sastra, dan budaya Arab, vol.3, No.1, April 2020
Jayana Aziz Thoriq , Meneladani Semut dan Lebah . (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2015 )
Katsir Ibnu, Ringkasantafsir Ibnu Katsir, Terj Syihabuddin (Jakarta : Gema Insani Press, 1999)
Kementerian Agama RI, Terjemahan al-Qur’an al-Karim. (Solo PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2014).
Kentjono Djoko, Dasar-dasar Linguistik Umum (Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1984)
Kudsiah, “Analisi Ayat-Ayat Mutasyabihat Lafzhi pada Kisah Nabi Musa a.s. (Kajian Telaah Tematik -Semantik)”, Jakarta: 15 Agustus 2018
Kholison Moh., “Semantik Bahasa Arab” (Cet 1. Jawa timur: CV. Lisan Arabi, 2016)
Matsna Moh, “Kajian Semantik Arab: Klasik dan Kontemporer”, (Prenada Media, Jakarta: 2016)
Mastur, Ilmu Dilalah, Institut Agama Islam Negeri Jember 2020
Maulidi Agus Muchammad, Nilai kepemimpinan Islam Terkandung Dalam Kisah Nabi Sulaiman Surat Nabi Sulaiman Surat An-Naml Ayat 15-19, Malang: 2016
Muchotob, Hamzah, Studi Al-Qur’an Komprehensif , Yogyakarta : Gama Media (2003)
Musdalifah, Makna kontekstual kata hadis dalam Al-Qur’an, Artikel, Jambi: 2018
M.Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah Pesan, Kesan, Dan Keserasian Al-Quran (Jakarta: Lentera Hati, 2002)
Nafinuddin Surianti, “Pengantar Semantik (Pengertian, Hakikat, Jenis)”. Dalam Jurnal Di akses pada tanggal 23 juni 2021.
Nurhikmah Triyanti, Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an (Perspektif Semiotika Roland, Skripsi, Yogyakarta: 2020
Ramadhan Galang, Makna Kontekstual Dalam Komunikasi Iklan Produk Kesehatan Obat Cacing di Televisi (Kajian Semantik), Jakarta 2019.
Rahyono, Studi Makna (Cet 1. Jakarta: penaku 2011)
RI Agama Kementrian, Terjemahan al-Qur’an al-Karim. (Solo PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2014)
Ridwan Miftahul Sakura dan Khair, Sintaksis memahami satuan kalimat perspektif fungsi, (Cet.2. Jakarta : Bumi Aksara, 2015)
Shihab Qurais, Tafsir al-Misbah , lentera hati , Jakarta : 2002
Ruslan Mohammad, Kebradaan Semut Mu’jizat Saintis Al-Qur’an (Studi Tafsir Sains Surah An-Naml Ayat 18-19), Serang: CV Cahaya Minolta, 2014
Rokhman Fathur, Surahmat, “Linguistik Disruptif: Pendekatan Kekinian Memahami Perkembangan Bahasa”. (PT. Bumi Aksara, 2020.cet 1)
Rosidin Deden, Metode Hiwar, Jakarta : Remaja Rosakarya, 2017
Sugono Dendy, Kamus besar bahasa Indonesia, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta 2008. h. 351
Syahputra ElAdzim Afrizal, Proses Berfikir Nabi Ibrahim As. Melalui Dialog dengan Tuhan Dalam Al-Qur’an. IAIN Tulungagung 2018
Syafi’i Humairo Emilia,“Nilai-nilai Pendidikan Akhlak Pada Dialog Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS dalam al-Qur’an Surah al-A’raf 150-154 (Kajian Tafsir Misbah)”, Skripsi, Malang:2015
Sobariah Siti, Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an perspektif simiotika roland barthes, Skripsi, Jakarta: 2020
Tajuddin Shafruddin, Ilmu Dalalah (Sebuah Pengantar Kajian Semantik Arab), Mataram Jakarta Timur 2008
Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, (Cet 2. Jl. Gajayana 50 Malang 65144: UIN-MALIKI PRESS) 2008
Yunita Rachma Ellya, Semut dalam tafsir saintik (Studi atas tafsir al-Ayat al-Kauniyah fi al-Qur’an al-Karim karya Zaghul al-Najjar), Surbaya, 20 Januari 2021


