TRATEGI PASIF PENGURANGAN KETIDAKPASTIAN DAN SELF- DISCLOSURE DALAM PENJAJAKAN AWAL HUBUNGAN DI INSTAGRAM

(Studi Pada Remaja Akhir 18-24 Tahun Kota Banjarmasin Di Instagram)

Penulis

  • Shelia Nur Hanafi Student
  • Astinana Yuliarti

DOI:

https://doi.org/10.35905/jourmics.v2i2.9050

Abstrak

Komunikasi pada hakekatnya dapat mereduksi ketidakpastian antara dua individu yang pertama kali terlibat dalam percakapan, hal ini telah mmerupakan konsep yang dicetuskan oleh Richard Calabrese dan Charles Berger dalam teori Pengurangan Ketidakpastian. Penelitian ini berfokus pada strategi pasif pengurangan ketidakpastian yang merupakan strategi dimana ketika seseorang mengamati tanpa orang itu sadari secara onlineserta penggunaan media Instagram yang digunakan sebagai media untuk seseorang mengamati orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Jika dikaitkan dengan strategi pasif di Instagram yang mana akan mempengaruhi self-disclosure maka dapat membuat sebuah hubungan bergerak menjadi lebih dekat dari sebelumnya sehingga penelitian ini dapat mengetahui sejauh mana self-disclosure dapat berkembang jika sebelumnya telah melakukan pencarian informasi. Pemilihan strategi pasif untuk mengurangi ketidakpastian dikelompokkan berdasarkan pada hubungan pertemanan, romantis, dan profesional. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dan dengan tipe deskriptif, komunikator akan termotivasi mencari informasi menggunakan strategi pasif di Instagram berdasarkan pertimbangan antara ketidakpastian dan harapan. Kemudian juga menemukan bahwa strategi pasif di Instagram memenuhi enam dari delapan aksioma yang ada pada teori pengurangan ketidakpastian antara lain aksioma 1 (komunikasi verbal), aksioma 3 (pencarian informasi), aksioma 4 (keakraban, aksioma 6 (kesamaan), aksioma 7 (selera), dan aksioma 8 (interaksi jaringan sosial), serta menginisiasi adanya self-disclosure pada pertemuan tatap muka sehingga hubungan dapat berkembang lebih cepat.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-04