Analisis Hadis-Hadis Haqiqi dan Majazi dalam Menjelaskan Konsep Ujrah pada Akad Ijarah
DOI:
https://doi.org/10.35905/shighat_hes.v3i2.14002Keywords:
ujrah, ijarah, hadis, lafaz haqiqi, lafaz majazi, gharar, kemitraan digital.Abstract
Penelitian ini membahas konsep ujrah dalam akad ijarah berdasarkan analisis terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan lafaz haqiqi (makna literal) dan majazi (makna kiasan). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pemaknaan lafaz dalam hadis memengaruhi keabsahan akad ijarah serta implementasinya dalam praktik ekonomi syariah kontemporer, khususnya pada sistem kemitraan pengemudi dalam platform transportasi daring seperti Gojek dan Grab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) serta pendekatan tematik-hadis dan linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis yang berkaitan dengan ujrah menekankan pentingnya kejelasan upah, ketepatan waktu pembayaran, dan keadilan dalam hubungan kerja. Ketidakjelasan ujrah dalam praktik kemitraan digital dapat menimbulkan unsur gharar yang merusak sahnya akad ijarah menurut hukum Islam. Selain itu, penggunaan lafaz majazi dalam hadis memberikan pesan moral dan eskatologis yang kuat terhadap kewajiban pemenuhan hak pekerja. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penerapan prinsip-prinsip syariah secara konsisten dalam sistem kemitraan berbasis teknologi agar terwujud keadilan dan kepastian hukum dalam transaksi jasa
References
A. Hassan. Soal Jawab Tentang Berbagai Masalah Agama. Bandung: Diponegoro, 2000.
Ahmad Ifham Sholihin. Fikih Muamalah Kontemporer. Yogyakarta: Teras, 2010.
Alamsyah, Fitra. “Analisis Linguistik Terhadap Hadis-Hadis Hukum dalam Kitab Bulughul Maram.” Jurnal Ilmu Hadis, Vol. 3, No. 2 (2020): 211.
Antonio, Muhammad Syafii. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani, 2001.
Ghazaly, Abdul Rahman. Fiqh Muamalah. Jakarta: Prananda Media Group, 2010.
Harun Nasution. Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran. Bandung: Mizan, 1995.
Hendra Susanto. “Kepastian Hukum dalam Kontrak Kerja Perspektif Ekonomi Islam.” Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah, Vol. 4, No. 1 (2021): 40–42.
Ma’shum, Ali. “Studi Terhadap Pemahaman Hadis dengan Pendekatan Bahasa.” Jurnal Studi Ilmu-ilmu al-Qur’an dan Hadis, Vol. 18, No. 1 (2017): 45.
Muhammad. Etika Bisnis Islam. Yogyakarta: Dana Bakti Waqaf, 2013.
Muchlis Hanafi. “Dimensi Etis dalam Hadis-Hadis Muamalah.” Jurnal Studi Hadis, Vol. 2, No. 2 (2018): 85–89.
Nuraini, dkk. “Analisis Sistem Ujrah Buruh Tani Padi (Kajian di Gombong Mon Ara Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar).” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah, Vol. 4 No. 2 (2020): 23-24.
Rahmawati, Dwi. “Urgensi Ushul Fiqh dalam Penafsiran Hadis Hukum.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, Vol. 6, No. 1 (2020): 32–34.
Salidi Samsudin. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka Setia, 2010.
Syamsul Anwar. Hukum Perjanjian Syari’ah. Jakarta: Grafindo Persada, 2010.
Ulfiah, Fiki Umi. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Upah Buruh Panggul Pupuk dengan Sistem Tonase.” Skripsi UIN Raden Intan Lampung, 2020.









