Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginternalisasikan kearifan lokal Suku Leun Weau dalam materi ajar sosiologi pada pokok bahasan nilai dan norma di SMA kelas X IPS. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif. Data diperoleh dari siswa Kelas IPS SMA Tunas Jaya Kadalak di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan catatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi kearifan lokal Suku Leun Weau dalam pembelajaran nilai dan norma dilakukan oleh guru sosiologi dengan mengajarkan budaya malu dan budaya sopan santun pada siswa di SMA Tunas Jaya Kadalak. Sementara itu, setelah mempelajari kearifan lokal Suku Leun Weau, siswa dapat mewujudkannya dalam lingkungan masyarakat seperti mereka sering mengikuti upacara-upacara adat yang sudah hampir punah karena banyak generasi muda yang sudah tidak tertarik lagi mengikutinya.

Keywords

Kearifan Lokal Materi Ajar Nilai dan Norma

Article Details

How to Cite
Bria, F. Y., Nahak, V. L., & Dahlan, R. (2020). Internalisasi Kearifan Lokal Suku Leun Weau dalam Materi Ajar Sosiologi pada Pokok Bahasan Nilai dan Norma. AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 2(2), 200-206. https://doi.org/10.35905/almaarief.v2i2.1812

References

  1. Aras, A. (2018). Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS-TGT Pada Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMPN 1 Makassar. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Islam, 16(2), 119-127.
  2. Aras, A. (2020). Model pembelajaran Means-Ends Analysis dalam menumbuhkembangkan kemampuan problem solving dan productive disposition. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 8(2), 183-198.
  3. Adisusilo, & Sutarj. (2013). Pembelajaran Nilai dan Karakter Kontruksi dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
  4. Antoro. (2010). Pembudayaan Sikap Sopan Santun Dirumah dan di Sekolah Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Karakter Siswa. Universitas Terbuka Yogyakarta, Yogyakarta.
  5. Febrianti, D. (2014). Kearifan Lokal Kesenian Reyog dan Upaya Mempertahankan di Desa Sumoroto Kecamatan Kauman Ponorogo. Lumbung Pustaka.
  6. Gobyah. (2003). Pengaruh Kearifan Lokal Indonesia. Bandung: Rineka Cipta.
  7. Hoar, A. (2020, Februari 4). Kontribusi Kearifan Lokal Suku Leun Weau (Viktoria).
  8. Hutagalung, M. (2007). Budaya malu, budaya salah, dan budaya hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 37(3), 359–380.
  9. Kelsen, H. (2016). Memahami Hierarki Norma Hukum dalam Hierarki Peraturan Undang-Undang. Jakarta: Rajawali Pers.
  10. Luruk, A. (2020, April 12). Internalisasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran sosiologi (Viktoria).
  11. Miles, M. B., & Hubberman, A. (2009). Analisis Data Kualitatif. Penerjemah Tjetje Rohendi). UI Press, Jakarta.
  12. Nana, E. (2020, Mei 10). Pengalam Belajar Sosiologi di Sekolah (Viktoria).
  13. Parfin, S. (2020). Peran Sosiologi bagi Perkembangan Karakter Peserta Didik di Sekolah. Sociological Education, 1(1), 11–19. https://doi.org/10.12345/socioedu.v1i1.236
  14. Seran, A. (2020, Maret 11). Bagaiamana Pendapat Ibu Tentang Nilai Kearifan Lokal (Viktoria).
  15. Setyawan, D. A. (2014). Sistem Sosial dan Sistem Budaya. 12.
  16. Syahrul, & Djaha, S. S. M. (2020, Oktober 15). Pluralism Consciousness for Students at Muhammadiyah University of Kupang Through Multicultural Education. 166–173. Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201015.026
  17. Syahrul, S. (2020a). Internalisasi Indeologi Pendidikan Multikultural dalam Menumbuhkan Kesadaran Pluralisme di Universitas Muhamamdiyah Kupang. Civics Education and Social Science Journal (CESSJ), 2(1). https://doi.org/10.32585/cessj.v2i1.764
  18. Syahrul, S. (2020b). Menanamkan Kemuhammadiyaan Pada Mahasiswa Non-Muslim Melalui Pendidikan Multikultural di Universitas Muhammadiyah Kupang. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 18(2). https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i2.643
  19. Syahrul, S., Arifin, A., Datuk, A., Almu, F. F., & Ramlah, S. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Berorientasi Literasi Kearifan Lokal di Mas Al-Hikmah Soe Nusa Tenggara Timur. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 4(2), 371–379. https://doi.org/10.21067/jpm.v4i2.3628
  20. Talan, M. R. (2018). Pengembangan Buku Suplemen Teks Negosiasi Bermuatan Kearifan Lokal Timor dengan Pendekatan Content Language Integrative Learning. JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik, 3(1), 24–33. https://doi.org/10.26740/jp.v3n1.p24-33
  21. Zahrawati, F. (2020). Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa. Indonesian Journal of Teacher Education, 1(2), 71-79.