Main Article Content

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang upaya pembangunan karakter peserta didik melalui revitalisasi kultur sekolah. Dalam prakteknya, kultur sekolah sering terabaikan, sehingga terwujud dalam suatu bentuk yang tidak mendukung pembangunan karakter peserta didik. Oleh karena itu, perlu diadakan revitalisasi kultur sekolah melalui rekayasa sosial dengan melibatkan semua warga sekolah baik kepala sekolah, guru, maupun staf. Kepala sekolah harus menentukan visi dan misi sekolah, memperhatikan setiap aspek kultur sekolah, menetapkan kebijakan dan aturan yang adil serta memanfaatkan kurikulum sekolah untuk membangun karakter peserta didik. Guru memanfaatkan kegiatan belajar mengajar di kelas untuk membangun karakter peserta didik, menyelipkan pendidikan karakter setiap berinteraksi dengan peserta didik dan memanfaatkan kurikulum tersembunyi untuk menanamkan nilai-nilai moral. Sedangkan staf juga harus terlibat aktif dalam setiap proses pembuatan kebijakan dan aturan serta memastikan bahwa proses pembelajaran akan berjalan lancar dengan merencanakan program-program sekolah beserta anggarannya.

Keywords

revitalisasi kultur sekolah karakter peserta didik

Article Details

How to Cite
Aras, A. (2021). Revitalisasi Kultur Sekolah dalam Pembangunan Karakter Peserta Didik. AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 3(1), 26-34. https://doi.org/10.35905/almaarief.v3i1.1996

References

  1. Brown, A. D. 1998. Organisational Culture Second Edition. New York: Pearson Eucation, Inc.
  2. Deal, Terrence E dan Peterson Kent D. 2009. Shaping School Culture: Pitfalls, Paradoxes, & Promises 2nd Edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
  3. Durkheim, Emile. 1982. The Rules of Sociological Method. New York: The Free Press.
  4. Hamid, Jamaliah Abdul dan Samah, Bahaman Abu. 2014. “Transformational Leadership, School Culture and Risk Management Practices at Elementary Schools in Malaysia.” Middle-East Journal of Scientific Research 19 (Innovation Challenges in Multidiciplinary Research & Practice) 1, no. 1.
  5. Koesoema Doni A. 2016. Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh Cetakan ke-16. Yogyakarta: Kanisius.
  6. Kurniawan, Syamsul. 2014. Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasinya Secara Terpadu di lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  7. Lickona, Thomas. 2015. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility, diterjemahkan oleh Juma Abdu Wamaungo dengan judul, Education for Character; Mendidik untuk Membentuk Karakter Bagaimana Sekolah dapat Mengajarkan Sikap Hormat dan Tanggung Jawab. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
  8. Naim, Ngainun. 2012. Character Building. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
  9. Padil, Moh & Triyo Supriyatno. 2010). Sosiologi pendidikan. Malang: UIN-Maliki Press.
  10. Schunk, D. H., Pintrich, P. R., & Meece, J. L. 2012. Motivasi dalam Pendidikan; Teori, Penelitian, dan Aplikasi Edisi Ketiga. (Terjemahan Ellys Tjo). New York: Pearson Education, Inc. (Buku asli diterbitkan tahun 1996).
  11. Soyomukti, Nurani. 2013. Pengantar sosiologi; dasar analisis, teori, & pendekatan menuju analisis masalah-masalah sosial, perubahan sosial, & kajian-kajian strategis. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  12. Srinatun. 2011. “Upaya Meningkatkan Kinerja Guru melalui Kultur Sekolah.” Integralistik, no. 1.
  13. Wiyani, Novan Ardy. 2013. Membumikan pendidikan karakter di SD; konsep, praktik, & strategi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  14. Zamroni. 2007. Pendidikan dan Demokrasi dalam Transisi: Prakondisi Menuju Era Globalisasi. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.
  15. Zamroni. 2013. Pendidikan Demokrasi Pada Masyarakat Multikultur. Yogyakarta: Ombak.
  16. Zuchdi, Darmiyati, et al., eds. 2015. Pendidikan Karakter: Konsep Dasar dan Implementasi di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: UNY Press.