Main Article Content

Abstract

Era milenial telah memberikan dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pada generasi muda. Agar generasi muda tidak melupakan nilai kerifan lokal bangsa Indonesia, diperlukan sebuah upaya pengimpementasian pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dengan mengambil nilai dari budaya yang memiliki makna mendalam untuk dijadikan sebagai rujukan pendidikan karakter. Metode penelitian  yang  digunakan yakni dengan metode kajian pustaka yang diperoleh dari studi literatur dengan membaca dan menelaah beberapa dokumen, data publikasi, artikel jurnal, website resmi dan data informasi yang terkait lainnya. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, pengklasifikasian, pemaknaan hingga penarikan kesimpulan suatu tulisan. Untuk menghasilkan generasi milenial yang berintelektual, maka perlu ditanamkan pendidikan karakter agar tidak terbawa arus globalisasi, terutama pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal bangsa Indonesia yang dapat diambil dari budaya Batak, budaya Sunda, budaya Jawa, budaya Madura, dan budaya Bugis untuk diimplementasikan dalam pendidikan formal maupun non-fortmal agar nilai karakter budaya bangsa Indonesia tetap terinternalisasi pada diri generasi milenial serta generasi muda mempunyai karakter dan moral serta generasi kreatif dan inovatif yang tidak melupakan budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia.

Keywords

Era milenial pendidikan karakter kearifan lokal

Article Details

How to Cite
Zulkarnaen, M. (2022). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Era Milenial. AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 4(1), 1-11. https://doi.org/10.35905/almaarief.v4i1.2518

References

  1. Aan Hasanah, Neng Gustini, Dede Rohaniawati. 2015. Penanaman Nilai-Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal Budaya Sunda Untuk Mengembangkan LIFE SKILL Siswa Madrasah (Penelitian Pada Madrasah Aliyah Di Kota Bandung). Vol. 151.
  2. Azis, Nur Alimin, Yenni Mangoting, and Novrida Qudsi Lutfillah. 2015. “Memaknai Independensi Auditor Dengan Keindahan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Siri’ Na Pacce.” Jurnal Akuntansi Multiparadigma (2012):145–56. doi: 10.18202/jamal.2015.04.6012.
  3. Djamaluddin, Ahdar. 2019. “Pendidikan Millenial.” di kutip di Koran Pare Pos pada tanggal 14 Agustus 2019
  4. Ghufron, Anik. 2010. “Integrasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa Pada Kegiatan Pembelajaran.” Jurnal Cakrawala Pendidikan 1(3):13–24. doi: 10.21831/cp.v1i3.230.
  5. Gunawan, Imam. 2014. “Mengembangkan Karakter Bangsa Berdasarkan Kearifan Lokal Disusun Untuk Memenuhi Tugas Prajabatan Golongan Iii Makalah Oleh.” (September):0–21.
  6. https://m.cnn.indonesia.com dikutip pada tanggal 14 Agustus 2020, pukul: 22.40 https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190815211029-20-421764/jokowi- bakal-undang-2-siswi-sma-penemu-obat-kanker-payudara
  7. Lalo Kalfaris(2018) Menciptakan Generasi Milenial Berkarakter dengan Pendidikan Karakter Guna Menyongsong Era Globalisasi, Volume 12/Nomor 2/ Juli (Mahasiswa Starata 2 STIK-PTIK jl. Tirtayasa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)
  8. Laksana, Sigit Dwi. 2015. “Urgensi Pendidikan Karakter Bangsa Di Sekolah.” MUADDIB 05(01):167–84.
  9. Marsono. 2019. “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Budaya Di Era Milenial.” Institut Hindu Dharma Negeri 51–58.
  10. Mu’in, Fatchul. 2011. “Pendidikan Karakter.” Konstruksi Teoritik dan Praktik (Cet I, Ar-Ruzz Media.
  11. Priyambodo, Aji Bagus. 2017. “Implementasi Pendidikan Karakter Semangat Kabangsaan Dan Cinta Tanah Air Pada Sekolah Berlatar Belakang Islam Di Kota Pasuruan.” Jurnal Sains Psikologi, Jilid 6:9–15.
  12. Putri, Ika Dayani Rajab. 2016. “Makna Pesan Tradisi Mappacci Pada Pernikahan Adat Bugis Pangkep Di Kelurahan Talaka.” Skripsi Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar 1–74.
  13. Rahmad. 2021. “Nilai Karakter Cinta Tanah Air Dan Gotong Royong Pada Kearifan Lokal Manugal Sebagai Sumber Belajar IPS Di Sekolah Dasar.” MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Pengajaran 7(2):220–27. doi: 10.30653/003.202172.193.
  14. M. Setiadi Elly(Juli 2007), Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (Cet II, Kencana Pradana Media Group.)
  15. Rustan Ahmad S. dan Hafied Cangara (2011), Perilaku Komunikasi Orang Bugis dari Perspktif Islam (Jurnal Komunikasi KAREBA Vol. 1, No. 1)
  16. Rustan Edhy(2010, Budaya Leluhur dalam Memperkukuh Tatanan Masyarakat di Era Globalisasi, Seminar Internasional Pemertahanan Identitas Masyarakat Multikultural di Era Globalisasi. (Surabaya, 23-24 Juni 2010, pp.79-86)
  17. Samani Muchlas dan. Hariyanto,(Januari, 2012) Konsep dan Model Pendidikan Karakter Cet II, PT. Remaja Rosdakarya.
  18. Silalahi, Dina Eva, and Rasinta Ria Ginting. 2020. “Strategi Kebijakan Fiskal Pemerintah Indonesia Untuk Mengatur Penerimaan Dan Pengeluaran Negara Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19.” Jesya (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah) 3(2):156–67. doi: 10.36778/jesya.v3i2.193.
  19. Suherman, Agus. 2013. “Jabar Masagi: Penguatan Karakter Bagi Generasi Millenial Berbasis Kearifan Lokal.” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99.
  20. Zahrawati, Fawziah et al. 2021. “The Effect of Organizational Culture on Self-Concept and Discipline toward Self-Regulated Learning.” Lentera Pendidikan 24(2): 290–302.
  21. Zahrawati, Fawziah, Andi Aras, and Claver Nzobonimpa. 2021. “The Exixtence Og Gender Awareness on the Buginese Community in Parepare City of Indonesia.” MUWAZAH – Jurnal Kajian Gender 13(2): 159–74.
  22. Zahrawati, Fawziah, and Nahiyah Jaidi Faraz. 2017. “Pengaruh Kultur Sekolah, Konsep Diri, Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa.” Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS 4(2): 131–41.