Main Article Content

Abstract

The Mappadendang tradition, as one of the cultural heritage of the Bugis people in South Sulawesi, plays an important role in maintaining the preservation of cultural and social values. This research aims to analyze gender equality in the context of the implementation of the Mappadendang tradition. Using a qualitative approach to explore gender perceptions and participation. Data collection was carried out through in-depth interviews with 18 informants consisting of traditional actors, community leaders, and regional policymakers in the Wattang Bacukiki Village. Data analysis was carried out by applying Fatimah Mernissi's Islamic Feminism theory, with a focus on narrative interpretation to identify and understand aspects of gender equality in traditional practices. The results show how important female figures are in the Mappadendang tradition in social, cultural, and religious contexts. This tradition also reflects gender equality with active and alternating participation between men and women in the preparation and implementation of the tradition. This research highlights the active role of Muslim women in caring for and preserving cultural heritage. Mappadendang creates an inclusive environment without boundaries of difference, supports gender equality, and is an example of women's empowerment. Overall, this tradition reflects how the principles of Islamic feminism shape and strengthen gender equality in everyday life as well as the implementation of local traditions that are categorized as gender responsive. Full support from the community and government is needed to maintain sustainability and local values, especially in the context of the Mappadendang tradition.

Keywords

gender equalityIslamic feminism Fatima MernissiMappadendang tradition

Article Details

How to Cite
Prasetio, T. B., Amin, S. J., & Wahidin, A. (2024). An analytical study of gender equality in the Mappadendang tradition. AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 6(1), 11–22. https://doi.org/10.35905/almaarief.v6i1.9055

References

  1. Abidin, Zainal. 2015. “Kesetaraan gender dan emansipasi perempuan dalam pendidikan Islam.” Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan.
  2. Amin, Sitti Jamilah. 2015. “Gerakan Hizbut Tahrir di Kota Parepare (Membaca Pengaruh Pemikiran Taqiyuddin Al-Nabhani).” 3.
  3. Andika, Mayola. 2018. “Reinterpretasi ayat gender dalam memahami relasi laki-laki dan perempuan (Sebuah kajian kontekstual dalam penafsiran).” Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam.
  4. Angraeni, Astri Wilda. 2021. “Nilai-nilai Islam dalam tradisi Mappadendang di dusun Pudete Desa Malalin Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.” Institut Agama Islam Negeri Parepare.
  5. Heri Setiawan Darman Kato. 2016. “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan.” (June).
  6. Herimanto, Winarno. 2016. Ilmu sosial & budaya dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
  7. Karim, Abd. 2021. “Moderasi beragama dalam praktik bobahasaan mongondow (Teks dan makna kearifan lokal berbagai sikap kebahasaan dan lirik lagu).” Jurnal Lektur Keagamaan.
  8. Karim, Ahmad Abdul, and Dian Hartati. 2022. “Perlawanan perempuan Bugis dalam kumpulan cerita pendek ketika saatnya karya Darmawati Majid.” Jurnal Bahasa Dan Sastra 10(1).
  9. Kesuma, Andi Ima &. Irwan. 2019. “Perempuan Bugis: Dinamika aktualisasi gender Di Sulawesi Selatan.” Perempuan Bugis: Dinamika aktualisasi gender di Sulawesi Selatan.
  10. Komariah, Djam’an Satori. Aan. 2017. Metodologi penelitian kualitatif. 7th ed. edited by P. A. Bandung. Bandung.
  11. Komisi II DPR RI. 2016. Guru pembelajar modul paket keahlian pekerjaan sosial sekolah menengah kejuruan. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  12. Liliana Hasibuan. 2017. “Antara emansipasi dan peran ganda perempuan (Analisa fakta sosial terhadap kasus ketimpangan gender.” Hikmah Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi Islamdan Komunikasi Islam Vol 11. No.
  13. Linda Sari. 2017. “Solidaritas sosial masyarakat dalam tradisi Mappadendang pada suku Bugis di Kelurahan Empagae Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang.” Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
  14. Mahyuddin. 2021. Sosiologi gender diskusi gender dalam dinamika perubahan sosial. 1st ed. edited by Nuraliah. Kota Parepare, Sulawesi Selatan: IAIN Parepare Nusantara Press.
  15. Muhadjir. 2011. “Peranan budaya terhadap tumbuh kembangnya Islam Di Bacukiki Kota Pare-Pare.”
  16. Munfarida, Elya. 2016. “Perempuan dalam tafsir Fatima Mernissi.” Maghza.
  17. Nisa, Khaerun. 2021. “Perspektif tokoh masyarakat tentang pendidikan moderasi beragama di Kota Parepare Sulawesi Selatan.” Journal Educandum.
  18. Nurkidam, A. 2023. “Strategi pewarisan nilai-nilai pappaseng dalam masyarakat Bugis Wajo (Strategy for inheriting pappaseng values in Bugis Wajo society).” Jurnal Khazanah Keagamaan.
  19. Nuroniyah, Wardah. 2019. “Perempuan Arabia dalam lingkaran perkawinan era pra-Islam : Sebuah kajian untuk memahami posisi perempuan dalam sistem perkawinan Islam.” Yinyang : Jurnal Studi Islam, Gender Dan Anak.
  20. Qadaruddin, Muhammad. 2023. Pappaseng ragam kearifan lokal. Parepare: Repository IAIN Parepare.
  21. Qur’ana, Faridah Amiliyatul, and Nur Afina Ulya. 2023. “Pengarusutamaan feminisme di Indonesia: Studi pemikiran Etin Anwar dan Siti Ruhaini Dzuhayatin.” Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak.
  22. Rasyid, Abd., Mustamin, and Bambang Tri Prasetio. 2023. “Strategi pembangunan masyarakat desa tertinggal di Kecamatan Lembang.” Jurnal Agama Dan Masyarakat.
  23. Rusydi, M. 2012. “Perempuan di hadapanTuhan.” An-Nisa.
  24. Sobariyah L. 2020. Tradisi gender Islam. Jawa Timur: Penerbit KBM Indonesia.
  25. Sofyan, Irma Yulianti. 2022. “Menilik egaliter hak berpolitik laki-laki dan perempuan.” Jurnal Al Tasyri’Iyyah 2(1).
  26. Suhra, Sarifa. 2020. “Islamic educational values of the mappadendang in the Bugis traditional game.” Al-Ulum.
  27. Susilo, Suko. 2023. “Kontribusi perempuan dalam pembaharuan sistem sosial di masa Nabi Muhammad Perspektif Anthony Giddens.” Asketik.
  28. Sutrisno, Andri, and Dina Salsabela. 2023. “Konsep kesetaraan gender perspektif Fatima Mernissi.” Sophist : Jurnal Sosial Politik Kajian Islam Dan Tafsir.
  29. Syahruddin. 2020. “Tradisi Mappadendan di Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap (Analisis Filsafat Hukum Islam).” Institut Agama Islam Negeri Parepare.
  30. Wahidin, Abd. 2017. “Pemimpin informal dan dinamika sosial (Studi kasus lima tokoh di Desa Allu Taroawang Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto).” Komunida : Media Komunikasi Dan Dakwah.
  31. Widyastini. 2016. “Gerakan feminisme Islam dalam perspektif Fatimah Mernissi.” Jurnal Filsafat.