Main Article Content

Abstract

Kesejahteraan Psikologis adalah suatu kondisi individu yang tidak hanya terbebas dari tekanan, tetapi juga kondisi yang dianggap sehat dan berfungsi secara optimal. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana memaafkan dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis. Metode literature review digunakan dalam artikel ini dengan menggabungkan teori dan hasil-hasil penelitian untuk dievaluasi, kemudian disimpulkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memaafkan berengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis individu yang didasarkan atas kondisi memaafkan yang dianggap sebagai motivasi atau dorongan untuk berdamai dan membebaskan respon negatif atas perilaku tidak menyenangkan yang diterima dari orang lain. Kaitan antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis yakni terhadap perubahan pola pikir, respon emosi, dan perilaku yang negatif kepada respon yang lebih positif.

Keywords

Kesejahteraan psikologis; pemaafan; psikologi positif

Article Details

How to Cite
Emilia Mustary. (2023). Pemaafan dan Kesejahteraan Psikologis Individu. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 3(2), 70-75. https://doi.org/10.35905/ijic.v3i2.4846

References

  1. Alentina, C. (2016). Memaafkan (Forgiveness) Dalam Konflik Hubungan Persahabatan. Jurnal Ilmiah Psikologi. 9 (2).
  2. Juwita, V. R., & Kustanti, E. R. (2020). Hubungan antara pemaafan dengan kesejahteraan psikologis pada korban perundungan. Jurnal Empati, 7(1), 274-282.
  3. Kurniati, N, M, T. (2009). Memaafkan: Kaitannya dengan Empati dan Pengelolaan Emosi. Proceeding PESAT (Psikologi, ekonomi, Sastra, Arsitektur, &Sipil) Universitas Gunadarma-Depok. 3: 1885-2559.
  4. Maulida, M., & Sari, K. (2016). Hubungan memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Psikologi, 1(4): 7-18.
  5. Rahayu, I, I & Setiawati, F, A. (2019). Pengaruh Rasa Syukur dan Memaafkan terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja. Jurnal Ecopsy. 6 (1): 50-57.
  6. Rahmah, H. (2018). Penerapan Aspek Kesejahteraan Psikologis dan Pemaafan Dalam Membentuk Kesehatan Mental. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan. 11(2):
  7. Rahmandani, A. (2015). Pemaafan Dan Aspek Kognitif dari Stress pada Mahasiswi Jurusan Kebidanan Tingkat Dua. Jurnal Psikologi Undip. 14 (2): 118-128.
  8. Rahmandani, A & Subandi, M, A. (2010). Pengaruh Terapi Pemaafan dalam Meningkatkan Penerimaan diri Penderita Kanker Payudara. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP). 2 (2).
  9. Raudatussalamah & Susanti, R. (2014). Pemaafan (Forgiveness) dan Psychological Wellbeing Pada Narapidana Wanita. Marwah. XIII (2): 219-234
  10. Setyawan, I., & Dewi, E. K. (2019). Efektivitas Pelatihan “PEDE”(Pemaafan, Efikasi Diri, Dan Empati) Untuk Meningkatkan School Well-Being Siswa. Jurnal Psikologi, 18(2), 218-229
  11. Yuliatun, I & Megawati, P. (2021). Terapi Pemaafan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Individu: Studi Literatur. Motiva: Jurnal Psikologi. 4 (2): 90-97.
  12. Tri Rahayu, I. (2009). Psikoterapi Perspektif Islam dan Psikologi Kontemporer. Malang: Uin-Malang Press.