TRADISI SAYYANG PATTU’DU’ DALAM PENGEMBANGAN WISATA SYARIAH DI DESA LERO KABUPATEN PINRANG
DOI:
https://doi.org/10.35905/shi`ar.v1i01.3245Kata Kunci:
tradisi sayyang pattu`du’, pengembangan wisata syariah, eksistensi tradisiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Sayyang Pattu’du’ di Desa Lero, strategi pemerintah desa dalam pengembangan wisata syariah, dan eksistensi tradisi Sayyang Pattu’du’terhadap pengembangan wisata syariah di Desa Lero. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sayyang Pattu’du’ (kuda menari) di Desa Lero karena dilaksanakan selama 2 tahun sekali pada saat bertepatan pada bulan Maulid Nabi. Proses pelaksanaannya pada saat malam hari terdapat acara Khatam Al-Qur’an dan Mabbarazanji, pada pagi sampai siang hari terdapat acara Maulid Nabi, kemudian pada sore hari acara kuda menari dan diiringi tabuhan rebana dan rangkaian lainnya. Tradisi ini merupakan sumber daya pariwisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan sehingga pengembangan wisata syariah yang dilakukan oleh pemerintah desa ialah menyediakan sarana dan prasarana, serta partisipasi aktif pemerintah desa dan masyarakat setempat. Eksistensi tradisi Sayyang Pattu’du’ dalam pengembangan wisata syariah sangat mendukung karena didalamnya mengandung nilai keagamaan. Tradisi ini juga dapat memotivasi anak-anak untuk mempelajari, memahami dan mencintai Al-Qur’an.




