Main Article Content

Abstract

Perjalanan sejarah kehidupan mencatat bahwa: “Sebuah perubahan besar sesungguhnya terjadi karena revolusi. Indonesia mebuktikan catatan sejarah ini. Dalam dinamikanya, Indonesia telah melalui beberapa proses revolusi social, ekonomi, politik, dan kekuasaan. Bak pepatah menyatakan, “ setiap zaman ada paradigmanya, dan setiap paradigma ada zamannya”. Indonesia dengan segala konsekuensi, mengawal revolusi yang dialami dengan perubahan paradigma kenegaraan. Revolusi ini kemudian secara alamiah men-trigger pergeseran paradigma, termasuk dalam tatanan system pendidikan nasional Indonesia. Kebijakan “Merdeka Belajar”  ini sangatlah baik, namun demikian dasar-dasar historis dan filosofisnya belum membumi. Akibatnya, kebijakan “Merdeka Belajar”  belum sepenuhnya mampu memotivasi penyelenggara pendidikan untuk mengimplementasikannya. Penulis menangkap bahwa “Merdeka Belajar”  ini banyak dibahas dalam Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai sumber insfirasi dan grand theory penyelenggaraan pendidikan Islam. Atas alasan inilah kemudian penulis tertarik membahas tentang “Merdeka Belajar Menapak Syara’ ” dengan menggunakan metode kualitatif kualitatif dengan  pendekatan dan desain fenomenologi. Hasil research menunjukkan bahwa merdeka belajar ternyata benar merupakan tuntutanan Islam dan dengan kejelasan ini, tenaga pendidik dan pihak terkait menjadi sangat termotivasi menyukseskannya

Keywords

Merdeka Belajar Syara' pendidikan Islam

Article Details

How to Cite
Jamiluddin. (2021). Merdeka Belajar Menapaki Syara’. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 18(2), 249-273. https://doi.org/10.35905/alishlah.v18i2.1577

References

  1. Dahlan, Zaini. Ahmad Nurkholis al-Adib, Mohammad Bahauddin Nursalim, 2006, Qur’an Karim dan Terjemahan; Yogyakarta: UII.
  2. Soenarjo, R.A.H. 1971, Qur’an Karim dan Terjemahan, (Madinah: Al-Malik Fahd li thiba’at al-mush-haf asy Syarif (Lembaga Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd..
  3. Sekretaris Jenderal MPR RI. 2014, Panduan Pemasyarakatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Jakarta, Sekretariat Jenderal MPR RI..
  4. Arifin, Anwar. 2002, Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional Dalam Undang-Undang SISDIKANAS, Jakarta: Departemen Agama RI..
  5. Mackenzie, 2016, Jessica, dan Gordon, Rebecca Gordon. Studi Pengembangan Organisai(PO), Jakarta: Australian AID.
  6. Abdullah, Amin. 1996Studi Agama Normativitas atau Historisitas?, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  7. Natsir, Ridwan. 2005, Mencari Tipologi: Format Pendidikan Ideal, Yogyakarta; Pustaka Pelajar..
  8. Syam, Nur. 2005, Islam Pesisir.Yogyakarta: LKIS.
  9. Alimandan, 2005 terj, teori Sosiologi Modern, Jakarta, Perenada Media.
  10. Shihab, M. Quraish, 2000, Tafsir Al-Misbah; Pesan, Kesan, dan keserasian Al-Qur’an, Ciputat: Lentera hati.
  11. Echols , Jhon M dan Hasan Shadly, 2002, Kamus Indonesia Inggris ( an Indonesian-English Dictionary Edisi KetigaYang diperbaharu), Jakarta: PT Gramedia.
  12. Poerwadarminta, WJS, 2003, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Jakarta: Balai Pustaka.
  13. Purwadarminto,WJS, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kamus dalam versi online Dalam jaringan (Daring), ...goegle….
  14. Puspa, Yan Pramudya, 2005, Kamus Lengkap Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris, Semarang: Aneka Ilmu.
  15. Lazuardi , Ahmad Lintang. 2015, terj. Penelitian Kualitatif dan Desaian Riset, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
  16. Bawani, Imam. 2016, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. Surabaya Sidoarjo, Khazanah Ilmu,.
  17. Bungin, Burhan. 2011, Metodologi Penelitian Kualitatif , Jakarta, Pt Raja Grafindo, 2011, 155,
  18. Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantiatif dan Kualitatif, Jakarta, Rajawali Pers, 2014
  19. Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif (Analisis Data), jakarta, Rajawali Pers, 2010
  20. Agusyana,Yus. Olah Data Skripsi dan Penelitian dengan SPSS 19. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  21. Asmaun Sahlan, , 2012, Relegiusitas Perguruan Tinggi Potret Pengembangan Tradisi Keagamaan di Perguruan Tinggi Islam , malang, UIN Malik.
  22. Santoso, Singgih. 2011,Mastering SPSS 19. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  23. Arikunto, Suharsimi, Suharjono, dan Supardi. 2008, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
  24. Hadi, Sutrisno. 2004, Metodologi Research 3, Yogyakarta, Amdi,..
  25. Hadi, Sutrisno. 2004, Metodologi Research 4, Yogyakarta, Amdi.
  26. Faisal, Sanafiah. 1998Kumpulan Materi Metode Penelitian Kualitatif, BMPTSI Wilyah VII Jatim,.
  27. Mukhtar, 2009.. Bimbingan Skripsi, Tesis Dan Artikel Ilmiah. Jakarta; Gaung Persada Press, Patton,
  28. Michael Quinn. 2009,.Metode Evaluasi Kualitatif, Yogyakarta; Pustaka Pelajar,
  29. BPS, 2019, Potret Pendidikan Indonesia (Statistik pendidikan), Jakarta, BPS.
  30. M.Irham Ad , 2019 , Picture-alliance/dpa/ diakses 5 Desember
  31. SCTV, 2019, Dokumen Pidato Kebijakan Merdeka Belajar Mendikbud Nadhim Makarim, 11 Desember.
  32. MPR RI, 1945, mandemen Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1945.
  33. Sunarso, 2007 ,“Pendidikan Politik dan Politik Pendidikan,” Civik Desember Vol 4 No 2
  34. Tim, 1994, Gerakan 30 September, Pemberontakan Partai Komunis Indonesia “Latar Belakang, aksi, dan Penumpasannya”, Jakarta, Sekretariat Negara Republik Indonesia.
  35. Darmaningtiyas, 2004 , Pendidikan Yang Memiskinkan, Tanggerang, Galang Press.
  36. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2020, Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Merdeka Belajar Dalam Penentuan Kelulusan dan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru TahunAjaran 2020-2021, Jakarta, Sekretariat Jenderal Kemendikbud.
  37. Edeng Suryana, 2019, Administrasi Pendidikan Dalam Pembelajaran, Yogyakarta, Budi Utama.
  38. SCTV, 2019, Dokumen Pidato Kebijakan Merdeka Belajar Mendikbud Nadhim Makarim, 11 Desember 2019.