KOMUNITAS HINDU TOLOTANG DALAM PELESTARIAN WISATA

Penulis

  • Rasman Rasman Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Arqam Madjid Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Musmuliadi Musmuliadi Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Parepare

DOI:

https://doi.org/10.35905/shi`ar.v3i01.12952

Kata Kunci:

komunitas, religious behaviour, cultural tourism, preservation

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang melestarkan budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunitas hindu tolotang dalam mempertahankan tradisi atau budaya pada komunitas hindu towani tolotang yang terdapat di desa Amparita kabupaten Sidrap. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan menggunakan jenis data primer dan sekunder yang diperoleh oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun fokus penelitian ini memfokuskan bagaimana komunitas hindu to wani tolotang dalam mempertahankan budaya atau adat istiadatnya di masa sekarang. Adat istiadat Komunitas Towani Tolotang memililiki beberapa tarafisi yang terbilang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat bugis disekitarnya pada umumnya, seperti halnya pada kegiatan bertani, upacara kematian, serta pada ritual peribadatannya. Hal ini yang menjadi ciri khas bagi komunitas towani tolotang yang bertempat di Desa Amparita Kabupaten Sidrap. Masyarakat Komunitas Towani Tolotang dalam melestarikan budayanya memiliki berbagai macam upaya yang dilakukan salah satunya memiliki prinsip yaitu yaitu 1) Tettong, yang berarti berdiri maksudnya konsekuen dalam pendirian kami terutama yang berhubungan dengan ajaran keyakinan yang kami anut. 2) Lempu, artinya lurus maksudnya dapat dipercaya baik dalam sikap maupun tindakan yang tidak menimbulkan keraguan terhadap orang lain dan dapat juga bermakna jujur dan bertanggung jawab., 3) Tongeng, artinya benar maksudnya benar dalam bersikap dan bertindak, juga berarti agar manusia selalu berusaha untuk menjunjung hal-hal yang benar. 4) Temmangingngi, artinya tidak berhenti berusaha dan telaten serta juga memiliki makna tabah dan sabar dalam melakukan kegiatan yang positif. 5) Temmappasilaingeng, artinya adil tanpa membeda-bedakan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-06