TRADISI SAYYANG PATTU'DU SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA DAN POTENSI WISATA RELIGI MANDAR
Pariwisata
DOI:
https://doi.org/10.35905/shi`ar.v3i2.14980Kata Kunci:
Potensi, Wisata Religi, Tradisi Sayyang PattuduAbstrak
Penelitian ini menganalisis potensi wisata religi pada tradisi Sayyang Pattudu di Desa Lero, Kabupaten Pinrang. Tradisi khas Mandar ini memadukan nilai-nilai keislaman dengan kearifan budaya lokal melalui prosesi arak-arakan kuda menari sebagai bentuk penghargaan bagi anak yang khatam Al-Qur’an. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyang Pattudu memiliki daya tarik wisata yang potensial dilihat dari komponen 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Activity). Atraksi budaya yang unik, aksesibilitas yang memadai, dukungan fasilitas sederhana dari masyarakat, serta keterlibatan wisatawan dalam aktivitas ritual menjadikan tradisi ini bernilai wisata. Terdapat tiga motivasi utama wisatawan hadir, yakni keunikan tradisi, keinginan memahami budaya Mandar, serta suasana meriah yang tercipta. Potensi pengembangan tradisi ini sebagai wisata religi diyakini mampu meningkatkan perekonomian lokal sekaligus melestarikan identitas budaya, dengan syarat tetap menjaga nilai spiritual dan kearifan lokalnya.



