Evaluasi Pembelajaran Cipp Pada Pembelajaran Steam Di PAUD

Penulis

  • Nurhusni Kamil UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Yuanita Anthon Sope
  • Utami Kumala Dewi
  • Hadijah
  • Faiqatuz Zahrah

DOI:

https://doi.org/10.35905/anakta.v2i2.7152

Kata Kunci:

Learning Evaluation; CIPP ; STEAM ;Early Childhood

Abstrak

Model evaluasi CIPP merupakan salah satu metode evaluasi yang paling banyak digunakan dalam melakukan penilaian, khususnya di bidang pendidikan. Model evaluasi ini dibagi menjadi 4 komponen yaitu evaluasi konteks, masukan, proses dan hasil. Suatu lembaga pendidikan formal perlu terus melakukan suatu bentuk evaluasi sebagai bentuk evaluasi diri guna menjadikan lembaga tersebut lebih baik kedepannya terutama terhadap hal-hal yang dinilai. Penelitian dalam artikel ini mengenai implementasi evaluasi pendekatan STEAM pada art center di satuan PAUD. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Huberman dan Miles yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan yang didapat dari evaluasi konteks adalah pendekatan STEAM pada sanggar kesenian sudah terlaksana dengan baik di TK IB 68. Evaluasi masukan terhadap sanggar kesenian melalui pendekatan STEAM diketahui sudah berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) . Proses evaluasi diketahui berjalan dengan baik oleh institusi sekolah, hal ini terlihat dari kegiatan penilaian yang dilakukan di pusat seni dengan pendekatan STEAM. Dan evaluasi hasil yaitu proses evaluasi dan pengadaan alat dan bahan yang telah dilakukan oleh guru dapat dikategorikan berjalan dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak.

Diterbitkan

2023-12-29

Cara Mengutip

Kamil, N., Yuanita Anthon Sope, Utami Kumala Dewi, Hadijah, & Faiqatuz Zahrah. (2023). Evaluasi Pembelajaran Cipp Pada Pembelajaran Steam Di PAUD. Anakta : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2), 98–104. https://doi.org/10.35905/anakta.v2i2.7152