Date Log
Submitted
November 24, 2018
Accepted
November 24, 2018
Published
May 24, 2017
PEMIKIRAN ETIKA IBNU MISKAWAIH
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, Vol. 10 No. 1 (2017): Pemikiran Islam dan Hubungannya dengan Budaya Nusantara
Abstract
Ibnu Miskawaih dijuluki sebagai bapak etika Islam. Ia telah mampu merumuskan dasar-dasar etika di dalam kitabnya Tahdzib al Akhlaq wa Thathir al A‘raq (PendidikanBudi dan Pembersihan Akhlak ). Sumber filsafat etika Ibnu Miskawaih berasal dari fisafat Yunani, peradaban Persia, ajaran syariat Islam dan pengalaman pribadi. Dalam pemikirannya mengenai etika, ia memulainya dengan menyelami jiwa manusia. Ia memandang bahwa ilmu jiwa memiliki keutamaan sendiri dibandingkan dengan ilmu-ilmu jiwa lainnya. Ajaran etika Ibnu Miskawaih berpangkal pada teori jalang tengah. Intinya menyebutkan bahwa keutamaan akhlak secara umum diartikan sebagai posisi tengah ekstrem kelebihan dan ekstrem kekurangan masing-masing jiwa manusia. Dengan demikian, menurut Ibnu Miskawaih bahwa akhlak merupakan keadaan jiwa yang mengajak sesorang untuk melakukan perbuatan tanpa dipikirkan dan diperhitungkan sebelumnya. Sehingga akhlak dapat dijadikan fitrah manusia dengan melakukan latihan-latihan yang terus menerus hingga menjadi sifat diri yang melahirkan akhlak yang baik.
Keywords
Ibnu Miskawaih, Etika, akhlak
Nizar, N., Barsihannor, B., & Amri, M. (2017). PEMIKIRAN ETIKA IBNU MISKAWAIH. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 10(1), 49–59. https://doi.org/10.35905/kur.v10i1.584
Download Citation
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
